Kisah Pilu Ibu Wafat karena Virus Corona, Dikubur Tanpa Pelayat

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Selasa, 24 Maret 2020 09:00
Kisah Pilu Ibu Wafat karena Virus Corona, Dikubur Tanpa Pelayat
Cobaan masih berlanjut ketika sang ayah meninggal dan ia kesulitan mendapatkan akses swab test.

Dream - Korban wabah virus corona terus berjatuhan. Penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini disebabkan oleh virus corona jenis baru, Covid-19.

Virus tersebut sangat mudah menular, melalui kontak dekat atarmanusia, yakni lewat droplet alias percikan pasien ketika batuk atau bersin. Kasus serupa juga dialami oleh keluarga Eva Rahmi Salama.

Lewat Instagram, pemilik akun @evarahmisalama itu berbagi kisah sedih yang menimpa keluarganya. Sang ibu yang positif terkena Covid-19 meninggal dunia dan harus dikuburkan dalam keadaan tanpa pelayat.

" Mama tersayang.. Izinkan kami bertiga melepas kepergianmu. Ya, hanya kami bertiga, tanpa teman, sodara, tetangga ataupun rekan kerja," tulis Eva di Instagram.

 Eva Rahmi Salama© Foto: Instagram @evarahmisalama

Foto: Instagram @evarahmisalama

Eva merasakan kesedihan yang amat dalam saat harus mengantarkan jenazah ibunya hanya bersama dua anggota keluarga. Tak ada iringan pelayat yang menemani mereka ke pusara sang bunda.

Meski begitu Eva percaya semua ini dilakukan demi keselamatan bersama. Seperti diketahui, social distancing merupakan salah satu upaya mencegah penularan Covid-19.

1 dari 3 halaman

Cobaan Berikutnya

Masih terpukul setelah kehilangan ibunya, Eva dan keluarga juga harus menerima kepergian sang ayah dua hari kemudian.

Cobaan tak berhenti sampai di situ. Eva kesulitan mendapatkan akses untuk swab test. Ia berkali-kali ditolak. Padahal sang adik juga sudah dinyatakan positif mengidap Covid-19.

Eva baru mendapat kesempatan untuk swab test usai ayahnya meninggal dunia. Ia pun masuk ke IGD di salah satu rumah sakit rujukan.

" Sy dipindahkan di ruang yg agak sempt di dlm IGD dimana sy dan om sy menunggu utk di swab test. Di dlm ruangan tertutup itu ada seorg ibu2 lansia dlm keadaan berbaring dgn memakai masker oksigen. Ngeri," ungkap Eva.

2 dari 3 halaman

Terjadi Insiden di IGD

Rasa cemas semakin menggelayut lantaran dokter tak kunjung datang menghampiri Eva. Pasien yang ia lihat di IGD juga mengalami nasib serupa.

" Sy sempat mendengar ibu itu complain bhw ia telah menunggu di ruangan tsb dr pagi tp blm ada dokter yg handle, dan dibiarkan kelaparan. Ya Allah, teganya," lanjut Eva.

Eva pun menunggu hingga pukul sepuluh malam. Ia sempat ingin pergi ke luar untuk menanyakan di mana sang dokter berada. Namun Eva justru mendapat perlakuan tidak mengenakkan.

" Sy buka pintu sy malah dibentak disuruh masuk kembali ke dlm oleh suster jaga. Sekan2 sy ini anjing pesakitan yg tdk layak utk diperlakukan baik2. Mungkin dia sedang lelah menangani sekian bnyknya pasien di IGD," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Kondisi Eva Saat Ini

Eva pun kembali ke dalam IGD sebelum sang suami memutuskan untuk menjemputnya pulang. Ia juga menyayangkan proses penanganan corona yang sangat lambat.

" Kesimpulannya yg sy ambil disni adalah ternyata ga segampang itu minta di swab test. Sedangkan swab test adalah test yg paling akurat utk mengetahui seseorg terpapar atau tidak," kata Eva.

Saat ini Eva tengah mengisolasi diri di rumah. Kondisinya sehat. Ia mendapat dukungan dari warga setempat yang memberi kiriman makanan, suplemen hingga minuman herbal. Unggahan Eva juga langsung viral dan membuatnya banjir doa dari warganet.

" It means a lot to us! Terharu akutuu.. Semoga kebaikan kalian dibalas berlipat2 oleh Allah SWT. Aamiin yra," tutupnya.

 Eva Rahmi Salama© Foto: Instagram @evarahmisalama

Beri Komentar