Kisah Pilu Bilal Meninggal di Atas Becak Akibat Covid-19, Sempat Tak Terurus

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 26 Juli 2021 17:35
Kisah Pilu Bilal Meninggal di Atas Becak Akibat Covid-19, Sempat Tak Terurus
Jenazah Bilal sempat tiga hari berada di RSUD Wirosaban lantaran tak diurus ahli waris.

Dream - Kondisi memilukan dialami Bilal, 83 tahun, pengayuh becak yang tercatat sebagai warga Magangan Kulon Kraton Yogyakarta. Dia meninggal di atas becaknya, tanpa ada satupun orang yang tahu.

Bilal ditemukan meninggal Senin petang, 19 Juli 2021. Saat itu, jenazahnya dalam posisi meringkuk di atas becaknya yang sedang terparkir di Magangan Kulon, Kalurahan Patehan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta.

Lurah Pateham, Handani Bagus Setyarso, mengatakan, Bilal memang diketahui sempat sakit sebelum akhirnya meninggal. Sejumlah warga sudah berusaha merawat Bilal.

" Jadi, almarhum ini diketahui sudah sakit di atas becak sejak beberapa hari sebelumnya, warga sudah berinisiatif memberikan makan dan merawat sebisa mungkin karena di situ sudah dianggap seperti keluarga," ujar Handani.

Usai didapati Bilal sudah meninggal, petugas kesehatan kemudian melakukan tes swab antigen. Hasilnya menunjukkan Bilal positif Covid-19 sehingga harus ditangani dengan protokol Covid-19.

Dalam menangani jenazah Bilal, aparat kelurahan bersama polisi berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan BPBD Kota Yogyakarta. Jenazah Bilal kemudian dibawa ke RSUD Wirosaban.

1 dari 3 halaman

Keluarga Enggan Mengurus Jenazah

Bilal diketahui tidak memiliki keluarga yang tinggal di Kalurahan Patehan. Handani mengatakan hanya diketahui Bilal punya anak yang tinggal di Sewon, Bantul dengan nama Siti Lestari Puji Astuti.

" Kami mendapat informasi bahwa pihak keluarga bisa mengurus dan akan mengurus. Kami kira sudah selesai, clear di situ bahwa ada ahli waris yang bisa mengurus," kata dia.

Ternyata, Siti yang merupakan anak satu-satunya Bilal memiliki hubungan tidak baik dengan mendiang sang ayah. Akibatnya, prosesi pemakaman tak juga dilakukan.

Handani mengaku mendapatkan kabar dari Kecamatan pada Rabu, 21 Juli 2021. Dia diberitahu ternyata jenazah Bilal masih ada di rumah sakit, belum diambil keluarga.

Handani kemudian berinisiatif mendatangi ahli waris Bilal ditemani personel Bhabinkamtibmas Polsek Kraton untuk segera mengambil jenazah yang bersangkutan. Sebab, kata dia, jenazah sudah tiga hari berada di RSUD Wirosaban.

" Jadi intinya hanya itu yang kami sampaikan di situ, tidak ada permintaan administratif apalagi menyebut uang di depan keluarga," kata dia.

2 dari 3 halaman

Terkendala Prosedur

Nyatanya, ahli waris tidak mau mengurus pengambilan jenazah. Hal ini sempat membuat Handani kebingungan.

Dia juga mengaku sudah mengupayakan permohonan bantuan kepada Dinas Sosial untuk pemakaman Bilal lantaran keluarga beralasan tidak sanggup. Tetapi, upaya itu gagal lantaran Bilal dianggap tidak terlantar karena memiliki KTP yang sah juga ahli waris.

" Jadi tidak bisa ditanggung Dinsos, kami mengupayakan hal maksimal, tapi memang ada aturan dan prosedur untuk itu," kata dia.

Dia juga sempat menyarankan pihak keluarga agar jenazah Bilal dikebumikan di kampung domisili sang anak di Sewon. Sayangnya, ahli waris tampak enggan menyanggupi.

" Ternyata pihak keluarga tidak mau, hanya memasrahkan begitu saja yang membuat kami juga bingung," terang Handani.

 

3 dari 3 halaman

Dimakamkan Kelurahan

Akhirnya, Handani memutuskan segera memakamkan jenazah Bilal. Pihaknya sempat mencari lahan pemakaman dengan proses yang cepat dan murah.

" Akhirnya dapat di Karanganyar Mergangsan, di sana bersedia dengan biaya Rp5 juta dari kantor pribadi lurah dan harus melewati beberapa persetujuan kampung," kata Handani.

Tak mau berlama-lama, dia mengiyakan persyaratan yang diajukan. Setelah itu, barulah jenazah Bilal dapat dimakamkan.

" Akhirnya Kamis (22 Juli 2021) pukul 02.00 WIB, almarhum selesai dimakamkan dengan bantuan tim kubur cepat BPBD Kota Yogyakarta," kata dia, dikutip dari Kedaulatan Rakyat.

Beri Komentar