Kisah Pilu di Balik Foto Viral Ibu Bawa Anak Pakai Becak

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 29 April 2021 08:00
Kisah Pilu di Balik Foto Viral Ibu Bawa Anak Pakai Becak
Di bawah kakinya terbaring menelungkup jenazah putranya yang sudah tidak tertolong lagi.

Dream - Wajah Chandrakala Singh tampak lelah sekaligus sedih ketika dia duduk di bangku becak listrik di Kota Varanasi, Negara Bagian Uttar Pradesh, India.

Siang itu di jalanan yang padat dia berusaha mencari cara untuk menyelamatkan putranya, Vineet Singh, yang kesulitan bernapas karena diduga terkena Covid-19.

Sambil memegang ponsel di tangan kiri dia sedang menatap ponsel satu lagi di tangan kanannya. Di bawah kakinya terbaring menelungkup jenazah putranya yang sudah tidak tertolong lagi.

Seseorang memotret momen itu dan menjadi viral di India. Potret itu memperlihatkan betapa parahnya dampak pandemi Covid-19 di India di saat sistem kesehatan tengah di ambang kehancuran.

1 dari 3 halaman

Ditolak Petugas Rumah Sakit

Senin pagi pekan lalu Chandrakala pergi dengan putranya menuju rumah sakit kampus Universitas Hindu Baranas (BHU), sekitar satu jam perjalanan dari rumah mereka, kata sang paman, Jai Singh, kepada BBC Hindi.

" Vineet sakit ginjal dan akan ke dokter di Rumah Sakit BHU. Seminggu sebelumnya dia sudah bikin janji dengan dokternya," ujar Singh, seperti dilansir laman BBC, pekan lalu.

Tapi ketika dia dan ibunya sampai di rumah sakit, mereka diberi tahu sang dokter sedang tidak ada di tempat dan mereka disarankan untuk pergi ke pusat penanganan trauma yang menerima pasien dalam kondisi gawat darurat.

Vineet pingsan di depan pintu masuk saat tiba di lokasi dan petugas rumah sakit menolak menerimanya.

" Mereka bilang anak saya kena corona. Bawa dia pergi. Anakku, kesayanganku, dia susah bernapas. Kami memohon untuk diberi oksigen dan ambulans, tapi kami tidak diberi apa-apa," kata Chandrakala sambil menangis.

2 dari 3 halaman

Tak Ada yang Mau Menolong

Shravan Bharadwaj, wartawan yang mengisahkan peristiwa itu mengatakan kepada BBC, jalanan tempat ketika Vineet meninggal itu terletak di luar rumah sakit BHU dan di jalanan itu ada banyak rumah sakit swasta.

" Tapi tak satu pun mau menolong," kata dia.

Belum diketahui apakah Vineet memang meninggal karena komplikasi Covid-19 atau apakah dia sudah positif karena keluarganya mengatakan dia tidak mengalami gejala apa pun.

" Kalau saja dia dirawat di rumah sakit, diberi oksigen, dan diobati ginjalnya, nyawa Vineet bisa selamat. Dia meninggal karena kelalaian. Kelalaian semacam ini bisa membuat orang mati lebih banyak," kata pamannya.

 

3 dari 3 halaman

Sistem Kesehatan Ujung Tanduk

Kejadian serupa kini bertebaran di India. Orang-orang berkerumun di luar rumah sakit yang sudah kewalahan dan deretan ambulans dengan pasien masih menunggu antrean masuk ke rumah sakit.

Seperti Vineet, sudah banyak yang meninggal di luar rumah sakit atau dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Rumah sakit BHU saat ini sudah sangat kewalahan dan tidak mampu lagi menampung pasien.

Seorang pejabat rumah sakit mengatakan kepada BBC, akibat pandemi, mereka hanya melayani konsultasi via daring.

Dr Sharad Mathur, salah satu pejabat rumah sakit, mengatakan mereka sudah berusaha semaksimal mungkin tapi " tekanan sudah di luar kemampuan kami."

" Kondisinya kami sangat kekurangan orang dan orang yang ada sudah dikerahkan. Tiap hari kami menyelamatkan banyak nyawa. Tapi orang-orang baru pergi ke rumah sakit kalau kondisi sudah kritis dan ini semua terjadi di tengah pandemi. Kami tidak bisa menyelamatkan setiap nyawa pasien," kata dia.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar