Kisah Rasulullah SAW Selamat dari Kepungan Pembunuh

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 23 Januari 2019 10:01
Kisah Rasulullah SAW Selamat dari Kepungan Pembunuh
Ketika mengemban tugas, Rasulullah menghadapi banyak sekali ancaman.

Dream - Menyebarkan Islam bukanlah tugas mudah bagi Rasulullah Muhammad SAW. Di masa-masa awal usai diangkat sebagai Nabi oleh Allah SWT, Rasulullah SAW menghadapi tantangan sangat berat.

Seluruh kaum Quraisy seketika memiliki musuh bersama. Mereka terus memburu Rasulullah dan tidak akan berhenti selama Junjungan Umat Islam itu mati.

Tetapi, semakin sering mencoba, semakin sering pula upaya mereka berujung kegagalan. Padahal, segala cara sudah mereka coba, mulai cara normal hingga terlicik.

Salah satu kisah Rasulullah SAW yang menegangkan yaitu ketika terkepung sejumlah orang. Mereka berniat membunuh Rasulullah SAW di malam hari.

Kisah ini dikutip Dr Mostafa Al Badawi dalam bukunya, Tangan Nabi. Dikisahkan, pengikut Rasulullah SAW yang semakin banyak membuat para pimpinan Quraisy meradang.

 

1 dari 3 halaman

Rapat Susun Siasat

Mereka lalu menggelar rapat guna menyusun siasat untuk membunuh Rasulullah. Pertemuan itu rupanya dihadiri setan yang menyamar sebagai lelaki tua dari Najd.

Rapat berjalan sangat alot. Orang tua yang sebenarnya jelmaan setan itu berulang kali membantah usulan yang keluar.

Karena tidak ada titik temu, Abu Jahal menyatakan, para pemimpin itu takut membunuh Rasulullah karena khawatir ada pembalasan dari suku lainnya, maka mereka harus menyiapkan 40 orang dari suku berbeda. Ini agar Nabi dan para pengikutnya kesulitan untuk melakukan pembalasan.

Usulan tersebut rupanya mendapat dukungan dari setan. Sehingga, seluruh pimpinan yang hadir di pertemuan itu menyepakati usulan tersebut.

 

2 dari 3 halaman

Rumah Rasulullah Dikepung

Suatu malam, mereka mengepung rumah Rasulullah SAW. Dalam catatan sejarah, orang yang berada di rumah ternyata adalah Ali bin Abi Thalib RA menggantikan Rasulullah di tempat tidur.

Sementara Rasulullah SAW pergi ke Madinah yang masih bernama Yatsrib ditemani Abu Bakar As Shiddiq. Sebelum pergi, Rasulullah meminta Ali menginap di rumahnya.

" Tidurlah di tempat tidurku, selimutilah tubuhmu dengan juha hadrami hijauku. Tidurlah dengan jubah itu, tidak ada sesuatu yang tidak menyenangkan akan menimpamu dari orang-orang itu," kata Rasulullah kepada Ali.

Abu Jahal bersama beberapa orang tiba di luar rumah saat Rasulullah masih di dalam. Abu Jahal kemudian berpesan untuk menyemangati rombongannya dalam membunuh Rasulullah.

" Muhammad mengatakan bahwa jika kalian mengikuti dia, dan kalian akan menjadi raja bagi orang Arab dan non Arab. Lalu kalian akan dibangkitkan setelah mati dan diberi kebun-kebun. Tetapi bila kalian tidak mengikutinya, dia akan memotong leher kalian, kalian akan dibangkitkan setelah mati dan akan dimasukkan ke dalam neraka," kata Abu Jahal.

 

3 dari 3 halaman

Tanah di Kepala Para Pembunuh

Beberapa saat kemudian, Rasulullah keluar rumah sembari menggenggam tanah.

" Benar aku mengatakan itu dan kau salah seorang dari mereka," kata Rasulullah.

Allah kemudian menutup pandangan gerombolan calon pembunuh itu. Rasulullah kemudian meletakkan tanah di atas kepala mereka, lalu berangkat menuju Yatsrib.

Setelah cukup jauh, ada orang mendatangi rombongan tersebut.

" Apa yang kalian tunggu di sini?" kata orang itu.

" Muhammad," jawab mereka serentak.

" Usaha kalian gagal. Muhammad telah pergi. Ia meletakkan tanah di tiap-tiap kepala kalian lalu pergi ke tempat tujuan. Tidaklah kalian melihat kejadian tersebut?" kata orang itu.

Mereka, termasuk Abu Jahal, langsung meraba kepala masing-masing. Benar saja, mereka mendapatkan tanah di atas kepalanya.

(ism, Sumber: Islami.co)

Beri Komentar