Kisah Gadis Mualaf yang Mencintai Ramadhan Pertamanya

Reporter : Reni Novita Sari
Jumat, 1 Mei 2020 03:01
Kisah Gadis Mualaf yang Mencintai Ramadhan Pertamanya
"Islam telah mengajari saya untuk melakukan hal-hal yang saya yakini,” ungkap Khadeeja

Dream - Ramadhan pertama selalu menjadi kenangan tak terlupakan bagi para mualaf, karena banyak diantara mereka yang tidak punya pengalaman menjalankan ibadah puasa seperti tuntutan Islam atau menunaikan salat tarawih di malam Ramadhan.

Terlebih jika dia terlahir di lingkungan non-muslim. Pengalaman Ramadhan pertama bagi para mualaf menjadi pengalaman yang penuh tantangan dan menjadi kenangan indah buat mereka.

Hal itu juga berlaku bagi Khadeeja, seorang Muslimah baru di Uni Emirat Arab yang merasa tahun ini tahun favoritnya. Karena telah memeluk agama Islam dan merasakan Ramadhan pertamanya.

Dilansir dari Khaleejtimes, Khadeeja mengatakan, puasa pertamanya ini, dirinya sama sekali tidak merasakan kesulitan justru ia merasakan kedamaian karena semua orang di sekitarnya mendukungnya.

" Saya tidak merasa lapar atau haus. Ramadhan pertama ini justru membuat saya merasa damai. Saya bisa lebih dekat dengan Allah sepanjang tahun, tetapi pada bulan suci ini, saya dapat melihat dan merasakan semua orang membantu saya untuk fokus pada hubungan saya dengan Allah. Ini sangat berarti bagi saya,” ungkapnya.

1 dari 4 halaman

Lahir dari Keluarga Katolik

Khadeeja yang sebelumnya  bernama Shirley Rodriguez merupakan orang Spanyol Kuba yang lahir dalam keluarga Katolik. Tapi Kahdeeja merasa Katolik tidak datang dari hatinya sendiri sehingga, Khadeeja sering meninggalkan praktik keagamaannya.

Namun setelah mengunjungi Abu Dhabi, Khadeeja merasa telah menemukan panggilan hatinya dalam agama Islam. Kini ia berkomitmen penuh untuk lebih dekat dengan Allah.

" Aku pergi ke sekolah Katolik. Aku tidak bisa sepenuhnya memahami arti agama Kristen. Kemudian, keluargaku pindah ke London tempat aku menyelesaikan wisuda jurnalisme. Kemudian aku menghentikan praktik keagamaan karena itu tidak datang dari hatiku," ungkap Khadeeja.

2 dari 4 halaman

Merasakan Tanda-tanda Islam Dalam Dirinya

Kunjungan ke Abu Dhabi pada tahun 2015 mengubah sesuatu di dalam dirinya. Khadeeja jatuh cinta dengan islam ketika pertama kali mendengar suara adzan dari Masjid Agung Sheikh Zayed dan setelah mengunjungi Masjidil Haram.

Khadeeja merasakan, hal tersebut merupakan pengalaman paling istimewa di hidupnya. MasyaA llah.

" Saat Ramadhan tahun lalu saya pertama kali mendarat di sini. Dan aku bisa merasakan tanda-tanda Islam."

Seruan merdu adzan dari Masjid Agung Sheikh Zayed memikatnya.

" Saya pertama kali mendengar adzan saat sholat. Itu adalah salah satu pengalaman paling istimewa dalam hidup saya. Saya tidak memahaminya tetapi saya tidur dengan tenang. Saya mengunjungi Masjidil Haram, yang sangat istimewa," ujarnya.

 

3 dari 4 halaman

Memutuskan untuk Menjadi Mualaf

Ketika menyelesaikan magangnya di Dubai, Khadeeja harus melanjutkan pekerjaannya di London. Namun di London, Khadeeja tidak menemukan jati dirinya.

Khadeeja sangat mencintai London tetapi dia merasa Ia harus Kembali ke Dubai untuk memenuhi panggilan Allah.

" Saya punya pekerjaan dan keluarga tetapi saya merasa ada sesuatu yang hilang, itu adalah Allah. Sulit bagi saya untuk memeluk Islam di Inggris, di mana agama itu disalahtafsirkan. Bahkan ketika saya mencintai London, saya harus kembali ke Dubai. Itu adalah panggilan dari Allah," ungkap Khadeeja.

Pada tahun 2018, dia kembali dan mulai belajar tentang Islam. Setelah tujuh bulan, dia memutuskan untuk memeluk Islam.

" Keluarga saya menghormati keputusan saya. Pada 19 Januari 2019, saya menjadi seorang Muslim. Saya telah menghabiskan tahun lalu untuk mengubah diri saya menjadi seorang Muslim yang lebih baik, ungkapnya.

 " Itu adalah panggilan dari Allah, aku dalam damai sekarang,” tambahnya meyakinkan.

4 dari 4 halaman

Khadeeja Menjalani Ramadhan Pertamanya

Sebelumnya Khadeeja takut tidak bisa melaksanakan puasa karena belum terbiasa. Namun dia terus belajar dan belajar untuk menjadi muslim yang baik.

Khadeeja pun mulai belajar Bahasa Arab dan memakai jilbab untuk menutup auratnya. Ia menginginkan untuk menjadi seorang muslim yang baik.

Bahkan ketika dia tidak bisa berdoa dalam bahasa Arab, dia belajar bahasa Arab dan pergi ke masjid. Dari Januari, dia mengenakan jilbab sepanjang hari.

" Aku telah meninggalkan pakaian miniku. Semuanya terjadi selangkah demi selangkah dan berasal dari hatiku. Allah tahu benar. Ramadhan ini, aku berusaha melakukan segalanya sesempurna mungkin," ungkap Khadeeja.

Dia dengan mudah menyelesaikan puasa hari pertamanya.

" Saya tidak lapar atau haus lagi. Saya merasa damai. Kamu bisa lebih dekat dengan Allah sepanjang tahun, tetapi bulan suci ini, Kamu dapat melihat dan merasakan orang lain melakukan hal yang sama. Lingkungan seperti itu membantu saya untuk fokus pada hubungan saya dengan Allah. Tidak ada yang lebih penting dari itu. Kita harus mengingat orang-orang yang membutuhkan dan bersyukur atas apa yang kita miliki," kata Khadeeja.

Semenjak saat itu Khadeeja memutuskan untuk berhenti bekerja di bank dan mencari pekerjaan di media.

Bagi Khadeeja, Ramadhan adalah momen favoritnya sebab Uni Emirate Arab menghadirkan lingkungan untuk yang mendorongnya untuk mengabdi sepenuhnya kepada Allah.

" Islam telah mengajari saya untuk melakukan hal-hal yang saya yakini,” ungkap Khadeeja.

Beri Komentar