Cerita Prihatin Masjid Al Ahmar, Tempat Ibadah yang Diubah Israel Jadi Bar

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 21 Juli 2020 08:48
Cerita Prihatin Masjid Al Ahmar, Tempat Ibadah yang Diubah Israel Jadi Bar
Tak seperti Hagia Sophia yang jadi sorotan, tindakan Israel menghilangkan seluruhnya fungsi masjid nyaris didiamkan tanpa reaksi dunia.

Dream - Pengalihan status Hagia Sophia dari museum kembali menjadi masjid menjadi sorotan dunia. Muncul banyak kecaman sekaligus dukungan dari berbagai pihak atas langkah berani yang diterapkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Terlepas dari statusnya sebagai cagar budaya UNESCO, hingar bingar yang sama tidak terjadi pada sebuah masjid berlokasi di Distrik Safed, wilayah Tepi Barat Palestina yang diduduki Israel. Masjid bernama Al Ahmar tersebut beralih fungsi 100 persen.

Alih-alih sebagai tempat ibadah agama lain, masjid bersejarah tersebut malah diubah menjadi sebuah bar. Namanya pun sudah berganti dari Masjid Al Ahmar menjadi Khan Al Ahmar.

Masjid Al Ahmar didirikan pertama kali di abad ke-13 dengan desain arsitektur yang langkah. Masjid ini bahkan disebut-sebut sebagai tempat ibadah paling bersejarah di Timur Tengah.

1 dari 5 halaman

Kesucian Masjid Tak Diperhatikan

Sejarawan yang tinggal di Safed, Mustafa Abbas, Masjid Al Ahmar didirikan oleh Kaisar Mamluk Sultan Al Daher Baibars yang memerintah antara 1223-1277. Masjid tersebut diresmikan pada 1276 Masehi.

Nama Al Ahmar diambil dari bahan bangunan masjid tersebut. Masjid itu didirikan menggunakan batu merah.

Sejak Distrik Safed diduduki Israel, masjid ini mengalami beberapa kali perubahan fungsi. Kesemuanya tidak ada hubungannya dengan ibadah dan penyembahan Tuhan baik Islam maupun agama lain.

Umat Islam dilarang sholat di Masjid Al Ahmar. Bahkan jika nekat datang ke masjid tersebut, seorang Muslim akan mendapat serangan dari komunitas Yahudi Israel.

 

2 dari 5 halaman

Perubahan-Perubahan yang Terjadi

Geng Yahudi menguasai Al Ahmar pada 1948 dan mengubah fungsinya menjadi sekolah Yahudi. Lalu pada 2006, masjid tersebut digunakan untuk markas pusat kampanye Partai Kadima bentukan Partai Likud yang merupakan partainya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Setelah itu, Masjid Al Ahmar juga digunakan sebagai gudang pakaian. Fungsi sebagai tempat ibadah benar-benar tidak diindahkan.

Yang lebih parah, pada 2019, perusahaan properti Israel mengubah Masjid Al Ahmar sebagai bar. Di tempat ini sering digelar pesta dan acara tertentu yang menyajikan makanan haram dan minuman keras.

Yayasan Dana Abadi Islam Palestina sempat menggugat alih fungsi tersebut ke pengadilan. Sayangnya, pengadilan belum juga mengabulkan gugatan tersebut.

(Sah, Sumber: NU Online)

3 dari 5 halaman

Israel Diduga Ubah Masjid Bersejarah Jadi Klub Malam, Nauzubillah!

Dream - Otoritas Israel dikabarkan telah mengubah sejumlah masjid bersejarah di area pendudukan. Tidak main-main, masjid-masjid tersebut telah beralih fungsi menjadi klub malam.

Dikutip dari Gulf News, kontraktor Israel yang menggarap daerah pendudukan dekat Safad di Palestina Utara mengubah bagian dalam Masjid Al Ahmar yang didirikan pada abad ke-13 menjadi bar dan aula pernikahan.

Kabar ini mengejutkan banyak pihak. Terutama para aktivis yang selama ini memperjuangkan pembebasan Palestina.

" Saya sangat terkejut menyaksikan upaya sabotase di dalam masjid," ujar Sekretaris Dana Abadi Islam Palestina, Khair Thabari, kepada media berbasis di London, Al Qodus Al Arabi.

Bertahun-tahun lalu, Thabari mengajukan gugatan ke Pengadilan di Nazareth. Dalam gugatan itu, Thabari meminta pengelolaan masjid diserahkan kepada Dana Abadi Islam. Sayangnya, pengadilan belum juga memutus gugatan tersebut.

Untuk menguatkan gugatannya, Thabari menyertakan sejumlah bukti. Di antaranya dokumen pemilikan atas Masjid Al Ahmar.

4 dari 5 halaman

Ganti Nama dan Fungsi

Belakangan, situs bersejarah tersebut ternyata sudah berubah nama menjadi Khan Al Ahmar. Diduga, pengubahan nama tersebut untuk mengalihkan perhatian sekaligus menghilangkan aspek kesucian dari masjid.

Masjid Al Ahmar telah mengalami serangkaian upaya penodaan sejak berdirinya Israel pada 1948. Pertama, masjid itu sempat diubah fungsinya menjadi seminari Yahudi.

Pada 2006, masjid ini difungsikan sebagai kantor Partai Kadima Israel lalu berubah menjadi gudang pakaian.

" Al Ahmar diambil dari batu merah yang ada di dalam masjid. Saat ini, tempat (masjid) ini dipakai untuk beragam kebutuhan kecuali tempat sholat bagi umat Islam," kata sejarawan sekaligus penduduk asli Safad, Mustafa Abbas.

Mustafa melanjutkan setiap Muslim yang datang ke masjid ini selalu mendapat serangan dari penjajah Yahudi.

" Masjid ini memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang langka karena didirikan oleh Kaisar Mameluk, Sultan Al Daher Baibars (1223-1277 M)," ucap dia.

Prasasti batu yang terpampang di pintu masuk menandakan masjid diresmikan pada 1276 Masehi.

5 dari 5 halaman

Israel Dituding Hapus Jejak Islam di Palestina

Otoritas Israel dituduh melakukan pelanggaran sistematis di banyak situs Islam di kawasan pendudukan yang merupakan teritorial Palestina. Tujuannya adalah untuk menghapus jejak sekaligus identitas umat Islam.

Kelompok Yahudi dan militer Israel kerap menyerang Masjid Al Aqsa di wilayah pendudukan, yang merupakan situs suci terbesar ketiga bagi umat Islam.

Menteri Urusan Wakaf dan Agama Palestina, Yusuf Adais, menyatakan kaum Yahudi Israel telah mengubah sebagian besar masjid. Utamanya di desa-desa dan kota-kota yang dicaplok.

" Mereka juga mengusir Muslim dan Nasrani dari tempat tinggalnya," kata Yusuf.

" Mereka mengubah sebagian besar situs suci menjadi klub malam, meledakkannya sebagian, bahkan ada yang dijadikan sinagoge," ucap dia melanjutkan.(Sah)

Beri Komentar