Kisah Tukang Becak Divonis 15 Tahun Penjara, Penyebabnya Bikin Miris

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 16 April 2021 03:40
Kisah Tukang Becak Divonis 15 Tahun Penjara, Penyebabnya Bikin Miris
Agom, seorang tukang becak di Medan, menceritakan nasib sialnya.

Dream - Nasib buruk bisa menimpa siapa saja, tak ada yang tahu kapan dan dimana, dalam kondisi apa. Seperti hal yang menimpa Agus alias Agom, tukang becak asal Medan, Sumatera Utara yang ditangkap dan divonis hukuman 15 tahun penjara.

Dilansir dari Merdeka.com, mengutip dari unggahan kanal YouTube Mister Prass, Kamis 15 April 2021, Agom menceritakan awal mula nasib sialnya. Diketahui ia saat itu berprofesi sebagai tukang becak.

" Saya sebenarnya tukang becak. Saat itu (kejadian) habis saya sholat ashar ada abang-abang istilahnya berkulit hitam menawarkan berangkat (narik) ke Tanjung Morawa ditanyain tuh ongkosnya," kata Agom.

" Saya bilang kalau ongkosnya ke Tanjung Morawa Rp75 ribu pak. Terus jadilah katanya pulang pergi ya udah saya Alhamdulillah dong," lanjutnya.

 

1 dari 4 halaman

Penumpang Bawa 2 Karung

Setelah ongkos disepakati, Agom menceritakan saat itu penumpangnya membawa dua karung goni yang dinaikkan ke atas becaknya. Ia mengaku tak pernah merasa curiga dengan isinya.

" Di perbatasan dia tiba-tiba turun sama kawannya, goni itu pun dibawanya turun, dikasih uang Rp200 ribu tapi saya balikkan (setengah) karena seharunya bolak-balik kan. Tapi katanya suruh diambil aja saya bilang 'Alhamdulillah bang'," kata Agom.

" Terus saya balik ke rumah enggak mangkal lagi saya bilang 'Alhamdulillah ya Allah sudah dapat uang segini bisa buat orang rumah'," ungkapnya.

 

 

2 dari 4 halaman

Diberhentikan Polisi

Selang empat hari pertemuannya dengan pria itu, saat Agom mangkal di tempat yang sama, ia dipertemukan kembali dengan lelaki tersebut.

Kemudian, ia diminta kembali untuk mejemput rekan dari pria tersebut ke Tanjung Morawa. Setelah bertemu dengan rekan pria yang menyuruhnya, disebutkan jika orang tersebut kembali membawa satu karung goni dan dinaikkan ke atas becaknya.

Kemudian, penumpang tersebut minta diturunkan di tengah jalan. Agom diminta untuk mengantarkan karung tersebut seorang diri dan diberi uang Rp200 ribu. Saat diperjalanan, ia mendadak diberhentikan oleh polisi.

" Saya jalan terus tiba-tiba saya distop karena saya enggak tahu jadi saya biasa saja. Saya ditanya apa isinya 'saya bilang saya enggak tahu' pas dibuka itu goni isinya goni (berlapis) baru di dalam ada tas terus dibuka saya kira itu gula ternyata baru abangnya bilang itu sabu-sabu," kata Agom.

 

 

3 dari 4 halaman

Merasa Hancur

Ketika mengetahui jika karung yang dibawanya berisi sabu-sabu, Agom mengaku langsung bingung dan kaget. Ia kemudian mengaku teringat dengan istri dan anak-anaknya di rumah.

" Wah terus perasaan saya hancur. Keinget saya istri saya di rumah sama anak. Habis itu dibawalah saya diinterogasi ditanya siapa bos saya 'ya saya enggak tahu'," kata Agom

Setelah menjalani interogasi, Agom mengaku sempat dibawa ke kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jakarta. Ia menjalani pemeriksaan selama hampir 3 bulan.

Setelah itu, ia baru diterbangkan kembali ke Medan. Saat ini, ia disebut divonis hukuman 15 tahun penjara. Agom kini mendekam di Lapas I Medan.

4 dari 4 halaman
Beri Komentar