Kisah Warga Inggris Pertama yang Tertular Covid-19 Berujung Tangis

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 3 November 2020 17:44
Kisah Warga Inggris Pertama yang Tertular Covid-19 Berujung Tangis
Connor mengabaikan gejala yang dideritanya seperti batuk kering.

Dream - Setelah hampir setahun berjuang melawan virus Corona, warga negara Inggris yang diketahui menjadi pasien pertama tertular Covid-19, dikabarkan meninggal dunia di asrama universitas tempat dirinya menimba ilmu.

Connor Reed, 26 tahun, mahasiswa Universitas Bangor, Inggris, yang melakukan pertukaran pelajar ke Wuhan, China, diketahui tertular virus Corona pada bulan November 2019 lalu.

Pada awalnya, Connor mengabaikan gejala yang dideritanya seperti batuk kering. Namun, ketika batuknya semakin parah dan dirinya mulai kehilangan suara, ia langsung dilarikan ke rumah sakit setempat.

Setelahnya, pihak rumah sakit memberitahu bahwa dirinya telah tertular virus Corona.

 

1 dari 3 halaman

Jalani 20 Minggu Isolasi Mandiri

Connor Reed, warga Llandudno, Wales Utara, Inggris, sebelumnya sempat pulih dari virus Corona selama kurang lebih dua minggu.

Dilansir dari Daily Star, ibu Connor, Hayley Reed, yang kini tinggal di Brisbane, Australia mengatakan, Connor harus menjalani isolasi mandiri yang berat karena ia harus menjalani 20 minggu perjuangan isolasi, untuk bisa sembuh dari infeksi virus Covid-19.

Hayley dan Connor© The Sun

 

" Selama enam bulan terakhir, Connor mengalami banyak kesulitan ketika tertular virus Corona di China. Ia harus menjalani 20 minggu isolasi mandiri yang ketat. 16 minggu isolasi di Wuhan, dua minggu di Australia dan tiga minggu di Inggris," jelas Hayley.

 

 

 

© Dream
2 dari 3 halaman

Tak Bisa Hadiri Pemakaman

Keluarga Connor membagikan kisahnya, bagaimana Hayley dan seluruh keluarga Connor patah hati lantaran tak bisa mengantarkan Connor ke peristirahatan terakhirnya.

" Kami sekeluarga patah hati, karena petualangan Connor yang ingin belajar bahasa Mandarin untuk mendapatkan gelar bahasa China berakhir dengan kecelakaan tragis," tutur ibu Connor.

Ia juga menyebutkan, akibat pembatasan yang diberlakukan pemerintah Australia, ia dan seluruh keluarga Connor tidak bisa menghadiri pemakaman di Inggris.

" Kami tidak bisa menghadiri pemakannya di Inggris. Oleh karena itu, kami akan melakukan pemakaman kecil-kecilan di rumah di Australia," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Sempat Sembuh

Polisi dan paramedis dipanggil ke asrama Connor pada pekan lalu dan mengumukan almarhum meninggal di tempat kejadian.

Kematian Connor tidak dianggap mencurigakan, lantaran dirinya menjadi mahasiswa Inggris kesembilan yang meninggal sejak kembali ke universitas pada bulan September 2020 lalu.

Sebelumnya, Connor sempat bercerita bahwa batuknya berubah menjadi pneumonia dan berakhir kesulitan bernapas. Sehingga ia harus dibantu alat pernapas.

" Saya tidak minum antiobiotik apa pun dan hanya meminum hot toddies (merk minuman) yang terbuat dari wiski dan madu panas. Itu sangat membantu sakit tenggorokkan saya,"

Bahkan Connor sempat memberikan kata-kata motivasi bahwa banyak orang yang bisa sembuh dari jeratan virus Corona.

" Saya menjadi bukti bahwa Anda bisa selamat dari virus Corona," ungkap Connor.

(Sumber: Daily Star)

 

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

© Dream
Beri Komentar