Kisah WN Belanda Pulang Kampung ke Magelang Temukan Rumah Masa Kecilnya Setelah 76 Tahun Ditinggalkan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 18 Oktober 2021 16:00
Kisah WN Belanda Pulang Kampung ke Magelang Temukan Rumah Masa Kecilnya Setelah 76 Tahun Ditinggalkan
Setelah berpuluh-puluh tahun, WN Belanda satu ini akhirnya bisa kembali melihat kampung halamannya.

Dream - Pada saat Belanda mengakui kedaulatan Jepang di Indonesia, banyak warga negara Belanda yang memutuskan kembali ke negara asalnya. Hal serupa dilakukan Yvone Sonja ten Hoo-Heintz.

Lewat kanal YouTube Bagus Priyana Magelang, Yvnone bercerita dirinya merupakan keturunan Belanda dan ibunya merupakan orang Jawa asli. Saat harus pindah ke Belanda, Yvone yang berusia 14 tahun harus berpisah dengan sang ibu, dua orang adiknya yang berusia 11 tahun dan 9 tahun.

Pada tahun 1988, Yvone mendapat kesempatan kembali bertemu dengan adik-adiknya di Magelang. Setalah itu, ia sempat mengujungi kota kelahirannya sebanayak 7 kali. Namun di kunjungannya itu, ia tak pernah menelusuri rumah masa kecilnya.

Kemudian di tahun 2018, Bagus Priyana dari komunitas Kota Toea Magelang membantunya melacak rumah masa kecil Yvone yang telah ia tinggalkan selama 76 tahun .

1 dari 3 halaman

Mencari Lokasi Rumah Masa Kecil

Pencarian dimulai dengan menyusuri Jalan Merpati yang diduga menjadi lokasi rumah masa kecilnya. Menurut Yvone, jalanan kecil itu sudah mengalami banyak perubahan.

Dalam kisahnya, dulu jalanan sempit itu bernama Gang Botton Nambangan.

Yvone mencari rumah masa kecil© YouTube

Setelah menyusuri jalanan tersebut, Bagus Priyana mengajak Yvone ke rumah tante Mary, 86 tahun, yang tinggal di ujung jalan merpati. Kepada tante Mary, Yvone menceritakan kisah masa kecilnya saat tinggal di kawasan itu di tahun 1935-1942.

Mendengar kisah Yvone, tante Mary mengatakan saat ini daerah itu ditinggali warga yang berasal dari Indonesia Timur, seperti Flores dan Timor. Tante Mary pun tidak mengenal oma Yvone yang bernama Christine Heintz.

Mendapat jawaban kurang memuaskan, Tante Mary meminta Yvone berkunjung ke rumah Oma Martha berada di Botton Tengah.

2 dari 3 halaman

Perjalanan Penuh Nostalgia

Hanya membutuhkan berjalan kaki 10 menit, Yvone dan Bagus sudah sampai di rumah Tante Mary. Bagi Yvone, perjalanan itu bagaikan nostalgia.

Dalam perjalannya, ia melihat sebuah kali bening yang meruapakan lokasi dirinya bermain saat masih kecil. Lalu ada pula saluran air selebar 5 meter yang juga tempatnya bermain.

Setelah melewati gang sempit, sampailah di rumah Oma Martha.

Yvone mencari rumah masa kecil© YouTube

Saat bertemu, Yvone tampak terkejut wanita paruh baya itu masih lancar berbicara bahasa Belanda. Meski berusia 89 tahun, ia memiliki ingatakan yang baik dan mulai mendengarkan kisah masa kecil Yvone.

Oma Martha kemudian membenarkan bahwa memang banyak keturunan Belanda atau warga negara campuran Indonesia-Belanda yang tinggal di lingkungan tersebut. Bahkan saat Yvone menyebut nama-nama tetangganya dulu, Oma Martha masih mengingatnya dengan baik.

 

 

3 dari 3 halaman

Akhirnya Ketemu!

Yvone mencari rumah masa kecil© YouTube

Setelah hujan mulai reda, Yvone pamit dan bergegas menuju rumah yang ditunjukkan oleh Oma Martha. Di tengah gerimis, ia berjalan begitu cepat melintasi sebuah gang beraspal selebar 1,5 meter. Saking cepatnya, Yvone sampai melewatkan rumah bercat putih yang selama ini ia cari.

Rumah itu bergaya tradisional dengan dinding tembok menghadap ke selatan. Rumah itu tertutup rapat karena penghuninya tidak ada di rumah. Di depan rumah itu, Yvone terdiam cukup lama. Saat itu pula ia teringat kembali tentang kenangannya saat tinggal di Magelang.

Sewaktu ia kecil, oma Yvone mengasuhnya di rumah itu. Ia menyewa rumah itu dari seorang wanita bernama Groen. Tak hanya Yvone dan omanya, di rumah itu tinggal pula keluarga Leifheit dan Wals. Masing-masing keluarga itu punya anak kecil yang sepantaran dengan Yvone. Masa kecilnya, ia habiskan dengan bermain bersama mereka. Selain itu, ada Lien anak Groen, serta anak-anak dari keluarga Portier, Boshard, dan Huwaij.

Tak cukup lama menatap rumah masa kecilnya, Yvone harus mengakhiri perjalanan nostalgianya. Sepanjang perjalanan pulang, ia masih bisa mengenal beberapa rumah tetangganya yang masih terjaga keasliannya. 

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar