Menurut Ulama, Tunda Hubungan Suami Istri Saat Kondisi Berikut

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 3 April 2019 18:02
Menurut Ulama, Tunda Hubungan Suami Istri Saat Kondisi Berikut
Jangan dipaksakan, bisa bahaya bagi kejiwaan maupun kesehatan.

Dream - Sepasang manusia lawan jenis disahkan untuk melakukan apapun selama sudah terikat pernikahan. Apalagi untuk berhubungan suami istri.

Hubungan suami istri dapat mendatangkan ketentraman dalam rumah tangga. Selain itu, dapat pula menghadirkan keberkahan dan bernilai ibadah.

Meski demikian, ada kondisi tertentu yang patut diperhatikan suami istri. Para ulama menyarankan untuk untuk tidak melakukan hubungan intim jika mengalami kondisi-kondisi tersebut.

Dikutip dari Islami.co, Imam Al Razi dalam kitab Qurratul Uyun menjelaskan sejumlah kondisi yang sebaiknya tidak dipakai untuk berhubungan intim.

Beberapa contohnya yaitu ketika dalam keadaan haus, lapar, atau emosi sedang naik karena dapat melumpuhkan kekuatan atau gairah seksual.

Demikian halnya jika bahagia yang berlebihan, tidak disarankan untuk berhubungan intim. Dikhawatirkan kondisi ini dapat membuat kesadaran akal tidak dapat dikendalikan.

 

1 dari 1 halaman

Kurang Tidur, Sedih, Banyak Lagi

Begitu juga apabila kurang tidur, sedang dilanda kesedihan mendalam. Kondisi ini bisa menghilangkan gairah.

Tak hanya itu, para suami juga harus memperhatikan kondisi istrinya sebelum menggaulinya.

Jika istri muntah-muntah, murus, sedang lelah, keluar darah berlebihan, keluar keringat berlebihan, keluar kencing berlebihan, dan segala macam hal tidak biasa terjadi pada tubuh, sebaiknya niat hubungan intim ditunda.

Apabila dipaksakan berhubungan suami istri, justru dapat mendatangkan bahaya bagi tubuh.

Lebih lanjut, Imam Ar Razi memberikan penjelasan demikian,

" Bahwa bagi orang yang memiliki pembawaan tubuh kurus kering, hendaklah ia tidak bersetubuh dengan istrinya pada musim panas tiba. Sedangkan bagi orang yang memiliki pembawaan tubuh yang mudah (menggigil) kedinginan, sebaiknya keinginan bersetubuh dikurangi ketika musim kemarau dan musim hujan tiba. Dan sebaiknya keinginan bersetubuh itu dihentikan sama sekali ketuka sedang musim pancaroba dan wabah penyakit."

(ism, Sumber: Islami.co)

Beri Komentar