Kondisi Khusus Dibolehkan Makan Dulu Daripada Sholat

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 14 November 2019 20:00
Kondisi Khusus Dibolehkan Makan Dulu Daripada Sholat
Seringkali jam makan berbarengan waktu sholat.

Dream - Makan dan sholat adalah dua hal yang perlu dipenuhi dalam kehidupan seorang Muslim. Dari makanan, kita mendapatkan energi yang bisa digunakan untuk menunjang segala aktivitas termasuk juga sholat.

Tetapi, ada kalanya jam makan berbarengan dengan waktu sholat. Saat perut sudah kerondongan, seseorang biasanya dilanda dilema. Mengerjalanan sholat terlebih dahulu atau makan dulu.

Dalam pergaulan sehari-hari, kamu mungkin pernah mendengar alasan mereka yang memilih makan terlebih dahulu karena ingin sholat yang ditunaikan lebih khusyuk. Bisa fokus mengerjakan sholat tanpa memikirkan makanan yang ingin disantap.

Dikutip dari Bincang Syariah, terdapat anjuran untuk mendahulukan makan ketika dalam kondisi tertentu. Seperti ketika perut sangat lapar.

 

1 dari 6 halaman

Ketika Perut Lapar dan Makanan Sudah Tersaji

Perut lapar dapat menganggu konsentrasi. Dikhawatirkan sholat tidak bisa khusyuk lantaran terus kepikiran makanan.

Hal ini sesuai hadis riwayat Imam Bukhari dari Anas bin Malik RA. Rasulullah Muhammad SAW bersabda demikian.

Apabila makan malam sudah tersaji, maka dahulukanlah makan malam tersebut daripada sholat Maghrib. Dan janganlah kalian tergesa-gesa dari makan kalian.

 

2 dari 6 halaman

Praktik Sahabat Rasulullah

Beberapa sahabat Rasulullah menerapkan cara ini. Mereka mendahulukan makan daripada sholat dalam kondisi tertentu.

Salah satu sahabat yang melakukannya adalah Abdullah bin Umar RA. Sahabat satu ini lebih mendahulukan makan meskipun sholat jemaah sudah dimulai, seperti disebutkan dalam kitab Nailul Authar.

" Ibnu Umar diletakkan padanya makanan dan sholat telah dilaksanakan, maka dia tidak mendatangi sholat hingga selesai (makan) dan sungguh dia mendengar bacaan imam."

 

3 dari 6 halaman

Pandangan Ulama

Meski lebih baik makan dulu daripada sholat, Imam An Nawawi menilai anjuran ini berlaku jika waktu masih panjang. Tetapi jika waktu sholat sudah sangat mepet atau hampir habis, wajib menunaikan sholat terlebih dahulu.

Hal ini dituangkan Imam An Nawawi dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim.

" Jika waktu sudah sempit, sekiranya jika makan atau bersuci waktu segera habis, maka dia wajib sholat saat itu juga untuk menjaga kehormatan waktu dan tidak boleh mengakhirkan sholat."

Sumber: Bincang Syariah

4 dari 6 halaman

Tak Cinta Suami Lantaran Dijodohkan, Harus Bagaimana?

Dream - Mungkin banyak dari kita yang menganggap saat ini sudah zaman modern. Segala hal berbau kuno mungkin tertolak. Salah satunya perjodohan.

Meski begitu praktik perjodohan ternyata masih berlangsung hingga saat ini. Bahkan tidak hanya pada masyarakat kelas ekonomi rendah, mereka yang kaya juga melakukannya.

Tentu, ada rasa tidak ikhlas dalam hati saat menjalani pernikahan tanpa keinginan sendiri. Apalagi sampai kesannya sangat dipaksakan.

Salah satu dampak yang timbul adalah tidak adanya rasa cinta pada suami atau istri. Sehingga rumah tangga dijalani dengan keterpaksaan.

Jika dalam situasi ini, apa yang sebaiknya dilakukan?

5 dari 6 halaman

Hakikat Cinta

Dikutip dari Bincang Muslimah, cinta adalah kecenderungan hati kepada kebahagiaan. Apa yang dianggap tidak baik oleh lain bisa jadi dianggap baik karena cinta.

Sebenarnya, cinta adalah pekerjaan hati yang sifatnya rumit. Ini lantaran keberadaannya hanya bisa diketahui oleh pemilik dan sesuatu yang menjadi objek cinta.

Masalah cinta, Rasulullah Muhammad SAW juga pernah mengalaminya. Bahkan Rasulullah mengadu kepada Allah SWT. Hal ini dapat kita ketahui dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Sayyidah Aisyah RA.

" Sesungguhnya Nabi SAW menggilir para isterinya dengan adil, dan berkata, 'Ya Allah, inilah batas kemampuan yang kumiliki, maka janganlah kecam aku menyangkut apa yang Engkau miliki tapi tidak kumiliki'."

Hadis di atas menunjukkan Rasulullah juga pernah bermasalah soal cinta. Sang Nabi mengadukan betapa sulitnya berbuat adil dalam cinta kepada para istrinya.

 

6 dari 6 halaman

Tetap Berusaha dan Berdoa

Meski begitu, perasaan tidak cinta kepada suami tidak bisa dijadikan alasan untuk menyerah. Apalagi sampai memutuskan hubungan suami istri dengan jalan perceraian.

Sehingga, jika seorang istri tak bisa mencintai suaminya karena perjodohan, dia dianjurkan untuk berusaha menumbuhkan rasa itu pada pasangan sahnya. Diiringi dengan doa agar Allah menumbuhkan rasa cinta itu dalam hatinya.

Apabila sudah dilakukan namun tetap tak bisa, hendaknya selalu berhusnudzon (berprasangka baik) kepada Allah. Juga selalu berperilaku baik kepada pasangan.

Sumber: Bincang Muslimah

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal