Kondisi Tidak Dianjurkan Membaca Doa Iftitah

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 28 Februari 2019 20:00
Kondisi Tidak Dianjurkan Membaca Doa Iftitah
Doa iftitah disunahkan dibaca setelah takbiratul ikram di setiap sholat.

Dream - Gerakan dan amalan dalam sholat terbagi dalam rukun dan sunah. Rukun adalah gerakan dan amalan yang harus dikerjakan agar sholat sah.

Sementara sunah merupakan gerakan dan amalan yang dianjurkan. Jika ditinggalkan, tidak berpengaruh pada sah tidaknya sholat.

Salah satu amalan sunah dalam sholat adalah doa iftitah. Iftitah berasal dari kata 'fataha' berarti 'pembuka'.

Doa ini dibaca setelah takbiratul ikram dan sebelum membaca Surat Al Fatihah. Dalam kajian fikih, doa ini sering disebut dengan tawajjuh, diambil dari kata 'Inni wajjahtu wajhiya' di awal doa.

 

1 dari 1 halaman

Dasar Kesunahan dan Kondisi Tak Dianjurkan

Dikutip dari Bincangsyariah.com, dasar kesunahan doa iftitah terdapat dalam hadis riwayat Imam Muslim.

" Dari Ali bin Abi Thalib, dari Rasulullah SAW, bahwasannya ketika melaksanakan sholat beliau mengucapkan doa " Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardla hanifan wa ma ana minal musyrikin, inna sholati wanusuki wa mahyaya wa mamatii lillahi rabbil 'aalamiin, laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimin."

Tetapi, terdapat kondisi yang menyebabkan tidak disunahkannya membaca doa iftitah. Dua kondisi tersebut yaitu ketika sholat jenazah dan sholat fardlu dalam waktu yang terbatas.

Hal ini seperti dijelaskan dalam kitab Al Fiqh Al Manhaji Ala Madzhab Al Imam Asy Syafi'i.

" Dan tidak disunahkan membaca tawajjuh (doa iftitah) dalam sholat jenazah dan sholat fardlu ketika waktunya sempt, sekiranya khawatir jika sibuk dengan membaca tawajjuh, maka waktu sholat habis."

Sumber: Bincangsyariah.com

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-