Lihat Saksama, Foto Ini Bikin Geger Sosmed, Apa yang Janggal?

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 29 Mei 2016 09:08
Lihat Saksama, Foto Ini Bikin Geger Sosmed, Apa yang Janggal?
Setiap melihat foto tersebut, orang akan bilang itu adalah gambar dua orang saling berpelukan. Namun saat diperhatikan dengan lebih dekat...

Dream - Ilusi optik yang memperlihatkan dua orang saling berpelukan telah membuat bingung jagat maya.

Pada awalnya, setiap melihat foto tersebut, orang akan bilang itu adalah gambar dua orang saling berpelukan.

Namun saat diperhatikan lebih dekat, terutama di bagian kaki, baru mulai muncul kebingungan.

Sulit sekali mengetahui mana pinggang orang yang membelakangi kamera dan mana kaki orang yang menghadap kamera.

Muncul pertanyaan bagaimana bisa kaki pasangan itu seolah menyatu?

Sejak diposting ke Reddit oleh pengguna Blood_Reaper, foto tersebut telah dilihat lebih dari 1. 8 juta kali dan menyebabkan kebingungan massal.

Namun akhirnya ada juga yang menemukan jawaban dari teka-teki ilusi optik ini.

Jawabannya terletak pada celana pendek pria itu, terutama warnanya.

Celana pria itu warnanya setengah hitam dan setengah putih. Sementara si wanita (yang menghadap kamera) memakai celana warna putih.

Namun terpengaruh posisi kaki wanita sehingga warna celananya yang putih menyatu dengan celana pria itu. Sehingga memberi kesan kaki mereka menyatu.

(Sumber: Metro.co.uk)

 

1 dari 3 halaman

Foto Biasa Ini Bikin Geger Sosial Media, Apa yang Janggal?

Dream - Untuk kesekian kalinya, ilusi optik menimbulkan kehebohan di dunia maya. Seperti ilusi optik yang diciptakan oleh tembok batu bata ini.

Awalnya setiap yang melihat akan mengira itu adalah tembok batu bata pada umumnya. Tidak ada yang istimewa.

Namun jika Anda memiliki mata yang jeli, Anda akan menemukan sesuatu yang tak disangka-sangka. Bahkan Anda akan berpikir ilusi optik ini begitu rapi tersembunyi.

Ketika melihat pertama kalinya Anda pasti menganggap celah antara dua batu bata yang ujungnya ada batu warna putih dari semen yang mengganjal itu adalah celah batu bata biasa.

Tetapi apabila diperhatikan secara saksama Anda akan menemukan sebatang cerutu yang dimasukkan di sela-sela batu bata.

Bayangan di dalam celah batu bata yang berwarna gelap dari sekitarnya akan menciptakan ilusi sebatang cerutu berwarna coklat.

Sementara batu warna putih dari semen yang mengganjal celah tersebut di bagian ujung menimbulkan kesan seperti sisa abu cerutu.

(Sumber: Mirror.co.uk)

[crosslink_1]

2 dari 3 halaman

Cerita Mengejutkan di Balik Foto yang Bikin Geger Sosmed

Dream - Nicola Gavins, seorang penata rias, mengunggah foto kaki seorang temannya yang berdarah setelah bekerja satu shift penuh di Joey Restaurants, Edmonton, Kanada.

Nicola menjelaskan, temannya kehilangan kuku ibu jari kakinya setelah bekerja seharian penuh. Saat temannya mengganti sepatu datar, atasannya justru marah.

Nicola mengkritik restoran tersebut yang dianggap kuno dan diskriminatif, karena mengharuskan wanita mengenakan sepatu hak tinggi. Padahal efek penggunaan sepatu hak tinggi dalam jangka waktu yang lama membahayakan kesehatan kaki.

" Selain itu, pegawai wanita harus membeli seragam seharga US$ 30 (Rp 390.000). Sementara pegawai pria boleh mengenakan pakaian hitam milik mereka sendiri," kata Nicola.

Nicola kemudian mengunggah gambar peraturan pegawai restoran yang dibagikan sewaktu pelatihan.

Dari gambar tersebut, terlihat bahwa pegawai wanita wajib memakai sepatu hak tinggi minimal 1 inci (2,5 cm) dan maksimal 3 inci (7,5 cm).

" Saya punya banyak teman di industri jasa dan mereka masih bisa mendapatkan tips besar tanpa harus mengorbankan kenyamanan mereka saat memberikan pelayanan," ujar Nicola.

Sejak itu Nicola memperbarui statusnya dengan beberapa keluhan tentang restoran tersebut, termasuk pelatihan dan gaji pegawai.

Setelah ribuan orang membagi status Nicola, dan membuat keluhan di halaman Facebook Joey Restaurants, pihak manajemen memberikan respon melalui sebuah pernyataan bersama di Attn.com.

Dalam pernyataannya itu, jaringan restoran yang juga punya cabang di Amerika Serikat itu membantah mengenai isu tersebut.

Joey Restaurants mengatakan kebijakan tentang sepatu mengharuskan pegawai wanita dan pria memakai sepatu black dress yang memiliki sol tebal dan tidak licin.

Di bawah kebijakan tersebut, lanjut Joey Restaurants, pegawai diberi kebebasan untuk memilih model sepatu yang dirasa nyaman.

Pihak manajemen juga membantah ada tinggi sepatu minimum untuk bekerja.

" Sepatu ada yang datar, berhak sedang, dan berhak tinggi. Untuk pegawai yang memilih memakai sepatu hak tinggi, kami meminta tinggi haknya tidak lebih dari 2,5 inci (6,35 cm)," bunyi pernyataan Joey Restaurants.

Selain membantah masalah sepatu, pihak manajemen juga mengklarifikasi tentang kebijakan seragam yang dipakai pegawai.

'Kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan karyawan merupakan hal yang paling penting bagi kami."

(Sumber: Metro.co.uk)

[crosslink_1]

3 dari 3 halaman

Masih Ingat Penjual iPhone Penggetok Pelanggan, Kini Nasibnya

Dream - Masih ingat kasus Mobile Air, toko Ponsel di Singapura yang menjalankan bisnis kotor untuk mendapatkan keuntungan?

Ya, Jover Chew dan toko Ponselnya di Sim Lim Square, Singapura sempat jadi sorotan, lantaran 'menggetok' pembeli. Bahkan, si pembeli Iphone 6 yang merupakan seorang turis menangis sesegukan. Ia diminta membayar biaya tambahan Rp 18 juta untuk biaya garansi.

Nah, sepertinya toko semacam Mobile Air tidak akan berani bercokol di negara kota tersebut lantaran adanya rencana pembentukan badan baru bernama Spring Singapore.

Badan baru di bawah Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura ini memiliki wewenang yang lebih luas dan tajam dalam memberangus bisnis yang berbuat curang.

Dengan kekuatan yang diperoleh dari Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Spring Singapore berhak melakukan penyidikan dan pengerahan kekuatan untuk menindak pebisnis bandel.

Istimewanya, Spring Singapore bisa menggerebek, menggeledah, dan melakukan penangkapan tanpa perlu disertai surat perintah dalam menjalankan tugasnya.

Sebelumnya Pemerintah Singapura hanya mengandalkan Consumers Association of Singapore (Case) atau Singapore Tourism Board (STB) untuk memberi peringatan kepada pebisnis yang menerapkan praktik curang.

Namun kedua lembaga tersebut tidak mempunyai 'taring' karena hanya bertindak sebagai badan yang menerima laporan dari konsumen yang dirugikan. Keduanya hanya bisa memberikan bantuan mediasi kepada pebisnis yang diduga berbuat curang.

Selain itu, kedua lembaga tersebut juga hanya bisa memberi himbauan kepada pebisnis nakal untuk menandatangani perjanjian tidak akan mengulangi perbuatan mereka lagi.

Jika pebisnis nakal menolak, kedua lembaga itu dapat menerbitkan keputusan berupa perintah pengadilan untuk melarang toko yang membandel melanjutkan aktivitas jual-beli.

Sayangnya, meski ada surat perintah pengadilan tersebut, pebisnis yang nakal dengan liciknya akan menutup tokonya dan membuka satu dengan nama baru untuk menghindari denda.

" Karena itulah kedua lembaga itu menghadapi tantangan dalam mengumpulkan bukti untuk dijadikan sebagai pegangan dalam menjerat pebisnis nakal," kata seorang juru bicara MTI.

Case mengatakan 'sangat mendukung' langkah MTI untuk meninjau UU Perlindungan Konsumen.

" Tangan kami terbelenggu dua tahun lalu, ketika kami tidak mampu mengambil tindakan lebih lanjut terhadap pebisnis nakal di Sim Lim Square, yang terlibat dalam praktek-praktek curang terhadap konsumen," kata Lim Biow Chuan, Presiden Case.

Sementara itu, Kwek Theng Swee, wakil ketua Dewan Manajemen Sim Lim Square, mengatakan, sangat membutuhkan hukum semacam ini untuk menciptakan lingkungan bisnis yang sangat adil bagi wisatawan asing maupun pembeli lokal.

MTI akan mengadakan konsultasi publik untuk mengumpulkan tanggapan tentang perubahan UU Perlindungan Konsumen yang diusulkan mulai hari ini hingga tanggal 15 Juni mendatang.

(Sumber: AsiaOne)

[crosslink_1]

Beri Komentar