Lika-liku Perjalanan Karier Sabina: Nyaris Gagal Jadi Atlet

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 5 Agustus 2014 07:27
Lika-liku Perjalanan Karier Sabina: Nyaris Gagal Jadi Atlet
Ibu Sabina, Nuripa Amrievna awalnya berharap putrinya menjadi pengacara.

Dream - Dari lapangan bola voly, Sabina Altynbekova melesat ke halaman media masa dunia. Dari media konvensional hingga media massa online, hingga microblog seperti Twitter, Facebook dan lain-lain. Dia kemudian lebih dikenal lewat wajah cantiknya, ketimbang sundulan bola di lapangan. 

Popularitas Sabina melejit tak terbendung. Banyak yang memintanya menjadi bintang film, menjadi penyanyi dan bahkan banyak pula yang memintanya menjadi istri, tentu saja ada yang iseng belaka. Tapi Sabina, tetapkah Sabina, wanita Kazakhstan, yang bukan saja bersahaja tapi juga tekun beribadah. 

Dan tak banyak juga yang tahu bagaimana perjalanan hidupnya. Orang kadang melihat pucuk sebuah pohon ketika dia tumbuh menjulang, tapi tak tahu bagaimana dia setinggi itu. 

Beberapa waktu lalu, Sabina berkisah soal masa pertumbuhan itu, masa sebelum dia tumbuh tinggi dan dilirik manusia hingga belahan dunia lain. Sang Ibu, Nuripa Amrievna, berharap sang putrinya kuliah di Kazakh University mengambil jurusan Humaniora dan Hukum. " Saya ingin dia diterima di sekolah hukum menjadi pengacara, tapi dia memilih olahraga," katanya dikutip Dream.co.id dari Suratkabar ternama Kazakhstan, Vesti, Selasa 5 Agustus 2014.

Kebanjiran fans baru awalnya membuat Sabina senang. Namun, belakangan ia mulai risih. Dia meminta para penggemarnya berhenti 'menggangu' halaman akun media sosialnya agar bisa fokus pada tim nasional bola voli Kazakhstan.

" Saya sangat tersanjung pada awalnya, tapi ini semua agak berlebihan," ujar Sabina yang merupakan seorang muslim. " Saya ingin berkonsentrasi bermain bola voli dan ingin terkenal dengan itu, bukan yang lain" .

Sabina menegaskan menjadi atlet voli sudah menjadi cita-citanya. Bahkan, gadis kelahiran 5 November 1996 itu mengaku sudah bermain voli sejak usai 14 tahun. " Saya hanya ingin fokus ke karier sebagai atlet" imbuhnya.

Nama Sabina mencorong melalui berbagai media sosial. Dia mulai dikenal luas saat bertanding di Ibukota Taiwan, Taipe, dalam kejuaraan bola voli di bawah usia 19 tahun beberapa waktu lalu. Sejak itu, nama dan fotonya dimuat di berbagai media di dunia.

Jumlah pengikut Sabina di media sosial tak sedikit. Mereka bahkan berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Beri Komentar