Lima Sebutan Lain Rajab

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 13 Maret 2019 09:02
Lima Sebutan Lain Rajab
Rajab memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam.

Dream - Bagi umat Islam, Rajab adalah bulan yang mengandung keistimewaan. Bulan ini termasuk dalam empat bulan mulia di luar Ramadan.

Umat Islam di seluruh dunia punya cara masing-masing untuk mengisi Rajab. Tentu, harapan mereka adalah agar dapat meraih keutamaan Rajab.

Di Indonesia sendiri, umat Islam turut merayakan Rajab dengan berbagai kegiatan. Ada pengajian, ada pula khataman Alquran.

Semua ingin meraih rahmat Allah SWT yang tersebar dan melimpah di bulan Rajab. Begitu mulianya Rajab, sayang jika dilewatkan tanpa amalan sholeh.

Dikutip dari Bincangsyariah, Rajab sebenarnya punya nama lain. Semua merujuk pada keutamaan bulan ini.

Nama pertama yaitu syahrullah yang artinya 'bulan milik Allah'. Kedua, syahrul istighfar berarti 'bulannya istighfar'. Di bulan ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak mengingat Allah.

Ini seperti dijelaskan oleh Syeikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds dalam kitab Kanzun Najah was Surur.

" Ulama berkata, 'Rajab adalah bulan istighfar, Sya'ban adalah bulan shalawat kepada Nabi SAW, dan Ramadan adalah bulan Alquran."

 

1 dari 1 halaman

Al Ashab, Al Asham, dan Rajam

Nama ketiga yaitu Al Ashab. Ini karena kebaikan dan keberkahan dari Allah mengalir deras pada bulan ini.

Nama keempat yaitu Al Asham. Ini karena masyarakat Arab zaman dulu berhenti berperang sehingga diibaratkan tuli dari suara pedang yang beradu.

Sedangkan nama kelima yaitu Rajam. Di bulan Rajab, setan dirajam batu sehingga tidak bisa mendatangi dan mengganggu orang shaleh.

Ini seperti dijelaskan oleh Syeikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I'anatut Thalibin.

" Rajab merupakan derivasi dari kata 'tarjib’ yang berarti memuliakan. Masyarakat Arab zaman dahulu memuliakan Rajab melebihi bulan lainnya. Rajab biasa juga disebut Al-Ashab karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini. Ia bisa juga dipanggil Al Asham karena tidak terdengar gemerincing senjata untuk berkelahi pada bulan ini. Boleh jadi juga disebut Rajam karena musuh dan setan-setan itu dilempari sehingga mereka tidak jadi menyakiti para wali dan orang-orang shaleh."

(ism, Sumber: Bincangsyariah.com)

Beri Komentar