Curhat Sedih Menantu Kala Makanan Sahur dan Berbuka Tak Disentuh Ibu Mertua

Reporter : Sugiono
Kamis, 22 April 2021 08:01
Curhat Sedih Menantu Kala Makanan Sahur dan Berbuka Tak Disentuh Ibu Mertua
Penderitaan sepanjang 10 tahun pernikahannya itu ditanggungnya sendiri. Dia tidak pernah bercerita kepada siapa pun termasuk keluarga dan suami sendiri.

Dream - Beruntungnya seorang wanita jika dia memiliki ibu mertua yang penyayang dan bisa menganggap menantu perempuannya sebagai putrinya sendiri.

Namun jika ditelusuri di media sosial, kebanyakan cerita yang dibagikan netizen justru terjadi sebaliknya. Rata-rata mengungkapkan perasaan sedih dan makan hati dengan sikap ibu mertuanya.

Apalagi jika tinggal serumah dengan ibu mertua seperti kisah yang dibagikan wanita ini, sebut saja Mawar, melalui situs IIUM Confession.

Menurut Mawar, sebelum menikah suaminya mengatakan kalau mereka akan tinggal serumah dengan ibunya. Alasannya kondisi kesehatan ibunya dan usianya yang sudah lanjut.

" Saya setuju saja, meski jauh di sudut hati saya tidak ingin menjadi orang asing di rumah ibu mertua.

" Tak perlu yang jauh, rumah sebelah pun saya bersyukur asalkan bukan tinggal dalam satu atap," katanya mengawali kisah.

1 dari 5 halaman

Awalnya Ibu Mertua Sangat Baik dan Buat Iri Orang Lain

Mawar pun mengungkapkan alasan dia setuju-setuju saja ketika sang suami mengatakan kalau mereka tinggal serumah dengan ibunya usai menikah.

“ Awalnya sebelum menikah saya agak ragu apakah bisa tinggal bersama ibu mertua saya? Karena saya sering mendengar 'yang jauh bagai bunga, yang dekat itu kotoran'.

“ Lantas kenapa saya setuju? Karena melihat cara ibu mertua memperlakukan saya selama lamaran dan pertunangan. Itulah pertama kalinya saya bertemu keluarga suami saya," ungkapnya.

Kata Mawar, saat lamaran dan tunangan, ibu mertuanya begitu baik dan sangat perhatian dengannya. Bahkan banyak yang mengatakan dia beruntung punya ibu mertua yang baik.

" Beliau memeluk dan mencium saya. Selesai acara pertunangan, banyak yang bilang saya beruntung punya ibu mertua seperti itu.

" Saya baru ketemu tapi sudah diperlakukan seperti putrinya sendiri," kata Mawar mengenang kebaikan sang ibu mertua waktu itu.

2 dari 5 halaman

Masak Sarapan Tapi Ibu Mertua Tak Sentuh

Namun siapa sangka, pelayanan baik yang ditunjukkan oleh ibu mertuanya berubah dalam sekejap mata ketika Mawar sudah resmi berstatus menantu.

Karena tidak bekerja dan menjadi ibu rumah tangga penuh waktu, sebagian besar waktu Mawar dihabiskan bersama ibu mertuanya ketika suaminya berangkat kerja.

" Saya mencoba melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang menantu. Waktu saya bilang mau membantu pekerjaannya, ibu mertua tidak mengizinkan. Beliau menyuruh saya untuk istirahat atau melakukan pekerjaan lain.

Masak sarapan tapi ibu mertua tak pernah memakannya.© Shutterstock

" Pagi itu saya membuat sarapan, tapi ibu mertua bahkan tidak menyentuhnya hingga siang. Saya tanya 'Ibu mau makan apa, saya masakkan'. Tapi jawabannya bikin saya sedih.

" Ibu mertua bilang 'Masak apa saja untuk kamu dan suami kamu saja'. Untuk beliau tidak perlu, beliau nanti yang masak sendiri. Sedikit sedih rasanya," kata Mawar.

3 dari 5 halaman

Sikap Ibu Mertua Makin Lain, Seperti Dianggap Tidak Ada

Ketika Mawar mengadu kepada suaminya, pria tersebut bilang kalau ibunya itu mungkin malu untuk menyuruh menantunya masak atau melakukan pekerjaan lainnya.

Waktu itu Mawar mencoba untuk memahami penjelasan suaminya. Mawar pun berusaha melakukan yang terbaik. Dia berusaha untuk dekat dengan ibu mertua, memenangkan hatinya.

Tapi semakin lama Mawar seperti orang asing di rumah ibu mertuanya. Kondisi ini sebenarnya sudah dirasakan sejak hari pertama dia menginjakkan kaki di rumah ibu mertua hingga saat ini dia menulis keluhannya.

Apalagi baru-baru ini saudara-saudara suaminya semuanya datang di rumah itu. Kehadiran Mawar seperti tidak dianggap oleh ibu mertuanya.

" Ketika saudara-saudara suami tinggal di sini, saya perhatikan sikap ibu mertua menjadi semakin lain. Waktu saya menata barang-barang di dapur, ibu mertua datang langsung melempar barang-barang tersebut.

" Tidak itu saja, sampai saat ini ibu mertua tak pernah menyentuh makanan yang saya masak, tak mau minum air yang saya buat untuk sahur dan berbuka," tambah Mawar.

4 dari 5 halaman

Cemburu dengan Menantu yang Lain

Kadang-kadang Mawar cemburu dengan menantu yang lain. Kalau menantu lain tanya mau makan apa, ibu mertua langsung menjawab.

Sementara Mawar yang tinggal puluhan tahun di rumah ibu mertua tak pernah sedikit pun mendapat jawaban yang menyenangkan hatinya.

Mawar menanggung sendiri penderitaan selama 10 tahun pernikahannya.© Unsplash.com

Mawar mengaku penderitaan yang dialami sepanjang 10 tahun pernikahannya itu ditanggungnya sendiri. Dia tidak pernah bercerita kepada siapa pun termasuk sahabat, keluarga maupun suami sendiri.

" Selama saya masih istri dari anak-anak saya, selama itu beliau menjadi ibu mertua saya. Sebenarnya masih banyak yang saya sembunyikan tentang ibu mertua.

" Maafkan saya karena saya adalah istri pilihan anak ibu. Bukan pilihan ibu. Maaf jika saya tidak mampu menjadi menantu baik seperti yang Anda harapkan.

5 dari 5 halaman

Jangan Menunggu Rasa Putus Asa Datang

" Untuk suami saya, tidakkah kamu melihat bahwa selama kita menikah, aku berjuang untuk menjadi baik, berusaha dekat dengan ibu?

" Tidakkah kamu melihat hari-hari ketika saya mencoba untuk memenangkan hati ibu sampai saya merasa lelah berusaha.

" Tolong jangan menunggu sampai suatu hari saya putus asa dengan segalanya. Tolong doakan saya diberi kekuatan dan kesabaran untuk menghadapi situasi ini yang saya tidak yakin sampai kapan berakhir," pungkas Mawar.

Sumber: mStar.com.my

Beri Komentar