Marsudi dan Lantunan Ayat Alquran dari Becak Kopi

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 20 Maret 2020 14:03
Marsudi dan Lantunan Ayat Alquran dari Becak Kopi
Marsudi kini bisa mencari nafkah dengan berdagang kopi dan memperdengarkan lantunan ayat Alquran.

Dream - Menjadi pengayuh becak kini tak punya ruang di Ibu Kota. Akibatnya, para pengayuh becak terpaksa menyingkir ke kota tetangga.

Demikian halnya dengan Marsudi, perantau asal Pekalongan, Jawa Tengah, yang sudah lama menjadi pengayuh becak di Slipi, Jakarta Barat. Dia pindah ke Larangan, Kota Tangerang sejak becaknya rusak.

Becak tersebut menjadi alat utama bagi Marsudi mencari nafkah. Di usianya yang sudah 50 tahun, dia masih harus menghidupi keluarganya ditambah bayar sewa rumah.

Ketika becaknya masih bagus, Marsudi memiliki pendapatan sekitar Rp50 ribu setiap harinya. Jumlah itu belum bisa menutupi seluruh kebutuhan keluarganya.

Saat becak Marsudi rusak, dia kehilangan mata pencaharian. Sementara dia masih harus memenuhi kewajiban kepada keluarganya.

Kondisi Marsudi ternyata diketahui PPPA Daarul Quran. Lewat program pemberdayaan ekonomi, Daarul Quran membantu memperbaiki becak Marsudi.

 

1 dari 5 halaman

Desain Baru Becak Marsudi

Becak itu didesain tidak lagi untuk memuat penumpang. Bagian depannya terdapat etalase sehingga bisa dimanfaatkan Marsudi untuk berdagang kopi keliling.

Selain itu, becak itu dilengkapi pengeras suara yang selalu memutar rekaman Murattal Alquran. Sehingga, setiap kali berkeliling jualan kopi, Marsudi juga mengajak banyak orang untuk membaca Alquran.

" Jadi, nanti bapak nggak boleh nyalakan dangdut kalau jualan, nyalakannya murattal, bacaan Quran, kalau azan juga langsung sholat ke masjid, jualan tinggalin dulu, dahulukan Allah," ujar penanggung jawab program, Rozali kepada Marsudi.

 Becak Marsudi© dream.co.id

Rozali mengingatkan Marsudi agar selalu mengutamakan Allah. Karena rezeki yang didapatnya semata karena kasih sayang Allah.

" Alhamdulillah, saya senang," kata Marsudi.

Sudah lama Marsudi menantikan becaknya bisa diperbaiki. Harapannya terwujud, tapi bukan lagi untuk menarik penumpang melainkan menjadi Becak Kopi Murottal.

" Terima kasih, PPPA Daarul Quran, terima kasih para donatur," kata dia.

2 dari 5 halaman

Pengabdian Dokter Handoko di Garda Depan Melawan Covid-19

Dream - Tim medis berada di garda terdepan untuk penanganan virus corona (Covid-19) di Indonesia. Sebuah cerita mengharukan viral di media sosial. Seorang dokter spesialis paru yang berumur 80 tahun, siap 'perang'.

Sang dokter sudah mengenakan pakaian alat pelindungan diri (APD) atau hazmat. Dokter itu diketahui bernama Handoko Gunawan, seorang spesialis paru yang bekerja di RS Grha Kedoya, Jakarta Barat. 

Ia termasuk dalam jajaran dokter yang langsung menangani pasien Corona. Padahal dokter Handoko Gunawan merupakan dokter senior yang telah berusia 80 tahun.

Berawal dari unggahan di Facebook milik Noviana Kusumawardhani dan Hengky yang membagikan potret dokter Handoko, yang tetap berjuang merawat pasien terinfeksi corona, meski sudah dilarang pihak keluarga.

 

3 dari 5 halaman

Kerja Hingga Jam 3 Pagi

Dikutip dari status dari Facebook Noviana Kusumawardhani, Novia menuliskan jika dokter Handoko merupakan dokter ahli paru di RS Grha Kedoya, yang sudah berusia sekitar 80 tahun. Beliau bekerja merawat pasien hingga jam 3 pagi.

Postingan itu juga menampilkan foto dokter Handoko Gunawan yang menggunakan baju anti kontaminasi lengkap dengan masker dan sepatu.

Upaya pemerintah untuk melawan Corona memang tak lepas dari kerja keras tim medis.

Akun Facebook Hengky juga menuliskan jika dokter Handoko merupakan sosok pengabdi kemanusiaan yang luar biasa.

Beragam komentar pun ditulis oleh netizen di laman Facebook tersebut.

" Semoga dr Handoko sehat selalu dan diberikan panjang umur. Semangat....." tulis salah satu netizen.

" Semoga pak dokter djaga tuhan , selalu sehat dan panjang umur.. GBU pak dokter yg baik hati," timpal lainnya.

" ikut mendoakan utk semua dokter dan petugas RS dimanapun" imbuh lainnya.

Laporan Loudia Mahartika/ Sumber: Liputan6.com

4 dari 5 halaman

Viral Suara Pilu Muazin di Kuwait Lantunkan Azan di Tengah Wabah Corona

Dream - Sebuah video suara muazin diduga di sebuah masjid Kuwait tengah menjadi viral di media sosial. Pelantun azan tersebut melantunkan lafal azan berbeda saat menyeru umat muslim untuk menjalankan ibadah sholat subuh.

Kalimat azan itu diubah sebagai ajakan kepada umat muslim agar mewaspadai penyebaran virus corona baru, Covid-19, yang telah ditetapkan WHO sebagai pandemik global 

Seperti diketahui, sejumlah negara di dunia melakukan berbagai tindakan pencegahan untuk mengurangi penyebaran virus corona. Beragam upaya terutama berkisar seputar aktivitas yang bisa melibatkan pertemuan banyak orang. 

Mengutip catatan Worldometer.info, sudah 145 ribu lebih kasus corona baru atau Covid-19 dengan korban jiwa mencapai lebih dari 5.000 orang hingga Sabtu, 14 Maret 2020.

Selain sektor kesehatan dan ekonomi, dampak penyebaran wabah virus corona juga membuat banyak pihak melakukan pencegahan di rumah ibadah seperti masjid. 

Masjid-masjid di Arab Saudi telah mengeluarkan instruksi pembatasan waktu ibadah Jumat dan aturan buka puasa serta itikaf. Selain itu, jeda antara azan pertama dengan kedua dibatasi tidak boleh lebih dari 10 menit, dikutip dari Saudi Gazette.

Sementara itu di Singapura, Majelis Ulama Islam Singapura (MUIS) menyatakan sebanyak 70 masjid ditutup dari aktivitas sholat lima waktu. Penutupan masjid tersebut berlaku mulai Jumat 13 Maret 2020.

Langkah ini untuk menghambat penyebaran Covid-19 setelah adanya kasus dua warga Singapura terinfeksi. Mereka tertular virus corona saat menghadiri tabligh akbar di Selangor, Malaysia.

Pun demikian dengan pencegahan virus corona yang dilakukan pengelola masjid di Kuwait berikut ini.

 

5 dari 5 halaman

Mengganti Lafal Azan

Melalui sebuah video yang diposting di Facebook Mohammed Aslam, seorang muazin melantunkan azan yang mungkin terdengar asing di telinga warga Muslim di Indonesia.

Untuk mengantisipasi berkumpulnya jemaah di masjid untuk sholat, muazin di Kuwait mengubah kalimat azan.

Kalimat yang awalnya berbunyi Hayya 'ala al-Salah (Marilah Sholat) diganti dengan al-Salatu fi buyutikum (Sholatlah di Rumah Kalian).

Menurut postingan tersebut, azan seperti itu diperbolehkan karena sesuai hadis sahih dan pernah terjadi di masa Rasullullah.

Di masa Rasulullah azan seperti itu dilakukan karena ada hujan lebat disertai angin dan udara dingin. Maka di Kuwait, azan seperti dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Beri Komentar