Masih Ingat Dukun Beken Ponari? Kini Dia Melarat

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 29 April 2016 11:41
Masih Ingat Dukun Beken Ponari? Kini Dia Melarat
Dulu punya uang sampai Rp1 miliar. Namun saat Ponari beranjak remaja, kesaktian yang dimilikinya seolah meredup.

Dream - Siapa yang tak mengenal Ponari. Nama dukun cilik beken asal Dusun Kedungsari, Desa Balungsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, pernah fenomenal di negeri ini.

Berawal dari main mandi hujan disertai badai, Ponari menemukan batu yang diyakini dia memiliki kekuatan menyembuhkan orang sakit. Ratusan orang berbondong 'berobat' ke Ponari saban hari.

Namun, saat Ponari beranjak remaja. Kesaktian yang dimilikinya seolah meredup. Pasiennya kini bisa dihitung jari.

" Sekarang tak menentu. Kadang ada satu orang, kadang sepi pasien," ujar nenek Ponari, Mbok Legi.

Setiap tamu yang datang, meski tak pernah diminta dan dipatok tarif, rata-rata memberikan uang Rp20.000.

Kata sang ibu, Mukaromah, sejak pasien mulai sepi, kini Ponari lebih fokus sekolah. Putra pertamanya itu kembali meneruskan pendidikan yang sempat tertunda 3 tahun lamanya.

Status Ponari sebagai dukun cilik memang mengubah hidupnya. Setelah secara ekonomi keluarganya naik drastis dari hasil pengobatan Ponari, dukun cilik itu justru enggan ke sekolah, hingga akhirnya tidak mengikuti ujian nasional beberapa waktu lalu.

" Tahun kemarin ikut ujian di program paket A alhamdulillah lulus. Sekarang melanjutkan lagi ke sekolah Tsanawiyah (sekolah Islam setingkat SMP). Baru kelas satu," katanya.

Mengenai materi yang didapatnya dari hasil pengobatan Ponari, keluarga ini mengaku saat itu sempat terkumpul uang Rp 1 miliar lebih dari pasien yang datang.

Dengan uang sebanyak itu, dia mampu membangun rumah yang sangat layak, membeli 2 bidang sawah seluas 2 hektar, sepeda motor dan perabotan rumah tangga.

Namun uang yang jumlahnya fantastis bagi orang kampung itu kini telah habis. Kondisi ekonomi keluarganya pun kembali seperti semula.

Ibu dua anak ini mengeluhkan biaya sekolah Ponari yang tergolong mahal. Padahal biaya ujian akhir semester itu hanya Rp250.000. Bahkan, untuk melahirkan putra ke duanya ia mengalami kesulitan keuangan.

Kisah selengkapnya klik di sini. (Ism) 

 

 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi 

 

1 dari 3 halaman

Kisah Fenomenal `Batu Petir` Ponari

Dream - Kabar kesaktian Ponari menyebar sampai ke segala penjuru wilayah Indonesia. Orang-orang berbondong ke rumah si bocah demi mendapatkan celupan batu sakti miliknya.

Pasien harus mengantre untuk mendapatkan celupan batu petir (bentuk batu itu sama dengan batu-batu yang kita lihat di sungai), ke dalam air putih yang dibawa.

Panjang antrean berkilo-kilometer dan jumlah pengantre ditaksir sempat mencapai 30 ribu lebih. Sementara pasien yang sudah meminum air batu celup sebanyak 11 ribu orang.

Akibat berdesak-desakan mengantre jatuh korban 4 orang tewas. Kepolisian sempat menutup praktik Ponari beberapa hari tetapi diizinkan buka kembali karena pasien yang datang dari berbagai kota terlanjur menyemut.

Konon pengobatan itu gratis hanya disediakan kotak sumbangan sukarela yang setiap hari diperoleh uang lebih kurang 50 juta rupiah.

Kepopuleran Ponari sempat meredup karena dinilai kesaktian batunya sudah menghilang. Menurut psikolog, kesaktian itu hilang karena sugesti mengenai batu sakti tersebut sudah berkurang. (Ism)

2 dari 3 halaman

`Manusia Bertelur` Penjaringan

Dream - Sinin yang akrab disapa Kong Naim, warga Penjaringan, Jakarta Utara sempat membuat heboh publik, lantaran mengaku bisa bertelur.

Sinin, pria 62 tahun yang bekerja sebagai operator di perusahaan percetakan ini awalnya mengaku kejadian ia bertelur bukan yang pertama.

Sebelumnya, dia pernah 'bertelur' pada 1998. Bahkan jumlah telur yang dikeluarkan sebanyak 202 butir. Telur-telur itu seringkali diambil warga sekitar.

Namun teka-teki pria bertelur itu terbongkar sudah. Ternyata, Sinin berbohong. Aksi tipu-tipu itu terbongkar setelah Dinas Kesehatan Jakarta memeriksa Sinin di RSUD Koja. Dari hasil rekam medis menunjukkan hasil negatif.

Sinin dinyatakan normal dan tidak ditemukan penyakit apa pun. Petuga medis menduga Sinin memliki gangguan perilaku.

Rekam medis itu juga diperkuat dengan tes dari balai pengujian mutu dan balai sertifikasi hewan di Bogor selama satu hari. Sampel telur milik Sinin ternyata telur ayam kampung yang sudah tiga minggu. (Ism)

3 dari 3 halaman

Air Mata Kristal Palsu Tina

Dream - Fenomena air mata kristal Tina Agustina (19) juga pernah membuat geger masyarakat. Terlebih fenomena itu adalah kali pertama di Indonesia.

Namun, setelah pemeriksaan dilakukan Rumah Sakit Mata Cicendo dan Badan Geologi Kementrian ESDM, hasilnya menyatakan tidak ada kelainan dari Tina.

Hasil pemeriksaan medis terhadap Tina dan secara ilmiah terhadap batu mirip kristal yang keluar dari matanya, membuktikan bahwa air mata kristal tidak berasal dari tubuh Tina.

Disimpulkan bahwa material air mata kristal itu merupakan material sintetis yang telah diproses. Jadi bukan hasil produksi tubuh manusia.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul menyampaikan bila hal ini adalah penipuan dan ada pihak yang merasa merasa dirugikan, polisi pasti akan segera menindaklanjuti.

Polisi, kata Martinus tidak bisa menghalang-halangi keinginan masyarakat yang ingin melihat Tina dan air matanya. Tapi semoga masyarakat bisa memberikan penilaian sendiri. (Ism)

Beri Komentar