Meletakkan Mushaf Quran di Lantai, Bagaimana Hukumnya?

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 15 Oktober 2019 20:00
Meletakkan Mushaf Quran di Lantai, Bagaimana Hukumnya?
Alquran merupakan kitab suci berisi kalam Ilahi.

Dream - Alquran yang berisi Firman-firman Allah SWT merupakan kitab suci bagi umat Islam. Membaca Alquran dihitung sebagai ibadah dan pahala dihitung per huruf.

Mushaf Alquran memiliki kedudukan sangat istimewa. Mushaf mengandung nilai sakralitas yang harus dihormati.

Sakralitas Alquran terletak pada setiap ayat yang merupakan kalam-kalam Ilahi. Juga terdapat nama Allah yang diagungkan di dalamnya.

Sering kita mendengar orang tua memberi nasihat agar memperlakukan mushaf Alquran semulia mungkin. Salah satunya adalah larangan menyimpan Quran di lantai. 

Mengutip NU Online, Imam An Nawawi dalam kitab Al Majmu' menjelaskan menjaga dan menghormati Alquran hukumnya wajib. Mayoritas ulama juga bersepakat mengenai hal ini tanpa ada satupun yang menyelisihi.

Bahkan, orang yang sampai berani membuang Alquran di tempat kotor bisa dihukumi kafir. Ini lantaran perbuatannya telah menghina Alquran.

" Ulama telah sepakat atas kewajiban menjaga mushaf dan memuliakannya. Apabila ada orang yang dengan sengaja membuang Alquran di tempat kotor, ia menjadi kafir, naudzu billah."

1 dari 6 halaman

Letakkan Lebih Tinggi Dari Lantai

Karena menghormati Alquran adalah wajib, meletakkannya tidak boleh di sembarang tempat. Apalagi di lantai tanpa meninggikan tempat sedikitpun.

Syeikh Sulaiman Al Bujairimi dalam kitab Hasyiyah Al Bujairimi menjelaskan meletakkan mushaf di lantai langsung hukumnya haram. Dia menyatakan Alquran seharusnya diletakkan di tempat tinggi menurut pandangan khalayak meski jaraknya hanya sedikit dari permukaan lantai.

" Dan haram meletakkan mushaf di atas bumi, bahkan wajib mengangkatnya di tempat yang tinggi menurut khalayak walaupun sedikit.

 

2 dari 6 halaman

Rasulullah Muhammad SAW Hormati Kitab Suci Agama Lain

Dalam hadis riwayat Imam Abu Daud, Rasulullah memberikan contoh cara menghormati kitab suci. Hadis tersebut diriwayatkan dari Ibnu Umar.

" Sekelompok orang Yahudi datang kepada Nabi. Mereka mengundang Nabi untuk ke daerah Quf (satu daerah di Madinah). Kemudian Nabi mendatangi mereka di Baitul Midras (tempat yang digunakan orang Yahudi untuk mengkaji kitab Taurat). Mereka kemudian mengadu kepada Nabi. 'Hai ayahnya Qasim. Sesungguhnya seorang laki-laki di antara kami ada yang berzina dengan wanita. Jelaskan tentang hukumnya kepada mereka.' Orang-orang Yahudi ini kemudian meletakkan kasur kecil (sejenis bantal duduk) untuk Rasulullah SAW. Nabi pun lalu duduk di situ. Nabi berkata, 'Ambilkan aku Taurat!' Taurat pun diserahkan kepada Nabi. Nabi melepaskan kasur duduk yang berada di bawahnya. Beliau ganti dengan meletakkan Taurat di atas kasur tersebut. Lalu Nabi mengatakan kepada Taurat itu dengan pernyataan 'Aku iman kepadamu dan iman kepada Tuhan yang menurunkanmu.' Nabi meminta 'Tolong datangkan kepadaku orang yang paling mengerti (tentang Taurat) di antara kalian.' Nabi SAW didatangkan seorang pemuda. Ia membaca Taurat tersebut dengan mengisahkan tentang rajam."

Hadis di atas menjelaskan bagaimana Rasulullah memberikan penghormatan kepada kitab suci. Caranya dengan meletakkan bantal di bawahnya.

Bantal tersebut digunakan sebagai alas kitab suci. Sehingga, Taurat tersebut tidak berada langsung di atas lantai.

Contoh ini harus pula diterapkan dalam memperlakukan Alquran. Jika Rasulullah begitu menghormati Taurat, maka umat Islam wajib menghormati kitab sucinya sendiri yaitu Alquran.

Sumber: NU Online

3 dari 6 halaman

Doa Penguat Iman Untuk Para Mualaf, Yuk Ajarkan Mereka

Dream - Di awal masa hijrahnya, seorang mualaf sangat butuh dukungan untuk mempelajari Islam lebih mendalam. Bantuan sekecil apapun bisa membantu mempertebal keimanan mereka terhadap Sang Pencipta dan ajarannnya.

Bagi para mualaf, menjalankan ajaran Islam benar-benar jadi hal baru. Mereka merasa perlu banyak belajar tentang Islam.

Tentu, mereka akan menghadapi banyak cobaan iman ke depannya. Bahkan, potensi untuk kembali kepada keyakinan lama jelas menantang mereka.

Jika Sahabat Dream memiliki rekan atau kerabat yang baru memutuskan memeluk Islam, cobalah membantunya dengan mengajarkan sebuah doa dari Rasulullah Muhammad SAW.

Sang Nabi pilihan telah mengajarkan sebuah doa bagi para mualaf agar mereka istiqomah dalam Islam.

 

4 dari 6 halaman

Doa Mualaf

 Doa Mualaf

Allahummaghfirli, warhamni, wahdini, wa 'afini, warzuqni.

Artinya,

" Tuhanku, ampunilah dosaku, kasihanilah aku, berikan petunjuk untukku, afiyatkan aku, dan berikan anugerah-Mu untukku."

5 dari 6 halaman

Doa Lengkap Terbebas dari Utang Menumpuk

Dream - Utang sudah menjadi bagian dalam kehidupan manusia. Transaksi ini kerap dipakai untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya jangka pendek.

Tak cuma dibuat perseorang, banyak juga perusahaan yang mengajukan pinjaman ke bank untuk menjalankan bisnis atau ekspansi usahanya.

Islam tidak melarang seseorang berutang. Meski begitu, seorang Muslim diharuskan berhati-hati dalam berutang.

Utang harus dikelola dengan baik. Ini agar utang tidak menjadi beban yang berat.

Selain itu, berutang juga sebaiknya tidak menjadi kebiasaan. Sebab, hidup tanpa utang jauh lebih nyaman dan menentramkan.

Ketika memiliki utang, dianjurkan untuk melantunkan doa ini.

6 dari 6 halaman

Doa Bebas dari Utang

 Doa Mujarab Bebas dari Utang

Allahumma rabbas samawatis sab'i wa rabbal 'arsyil 'azhim, rabbana wa rabba kulli syaiin, faliqol habbi wan nawa wa munzilat tauroti wal injil wal furqon. A'udzu bika min syarri kulli syaiin anta akhidzum binashiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qablaka syaiun wa antal akhiru falaysa ba'daka syaiun, wa antazh zhohiru fa laysa fauqoka syaiun, wa antal bathinu falaysa dunaka syaiun, iqdli 'annad daina wa aghnina minal faqri.

Artinya,

" Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai 'Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Alquran). Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelah-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang lahir, tidak ada sesuatu di atas-Mu. Engkaulah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran."

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik