Hukum Menyisir Rambut Pakai Sisir Gading Gajah

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 4 Desember 2019 06:00
Hukum Menyisir Rambut Pakai Sisir Gading Gajah
Gading gajah kerap dipakai untuk bahan baku kerajinan tangan.

Dream - Gading gajah termasuk salah satu komoditas perdagangan. Banyak orang memanfaatkan barang ini untuk bahan pembuatan kerajinan tangan.

Ada yang memanfaatkannya sebagai pajangan dalam bentuk aslinya. Ada pula yang mengukirnya.

Tak hanya itu, gading gajah juga dimanfaatkan oleh sebagian orang menjadi barang kebutuhan sehari-hari. Contohnya, dibuat sisir rambut

Tetapi, bagaimana sebenarnya hukum pemanfaatan gading gajah?

 

1 dari 4 halaman

Pendapat Ulama Soal Status Gading Gajah

Dikutip dari Bincang Syariah, para ulama sepakat menghukumi gading maupun tulang gajah adalah benda najis. Tidak pandang bagaimana cara matinya, baik disembelih maupun mati dengan sendirinya.

Hal ini seperti dikemukakan oleh Imam An Nawawi dalam kitab Al Majmu' Syarh Muhazzab.

" Pendapat kami yang masyhur adalah bahwa sesungguhnya tulang gajah adalah najis, baik diambil setelah disembelih atau setelah matinya."

 

2 dari 4 halaman

Akibat Hukum yang Timbul

Karena dinyatakan sebagai benda najis, maka pemanfaatannya menjadi makruh. Hukum ini berlaku jika gading gajah dijadikan alat atau wadah untuk benda yang sifatnya kering.

Tetapi hukumnya berubah jadi haram jika dimanfaatkan sebagai alat atau wadah untuk benda yang sifatnya basah. Karena sifatnya akan menajiskan benda tersebut.

Imam An Nawawi menjelaskan masalah ini dalam kitabnya Al Majmu'.

" Sesuatu yang diambil atau terbuat dari tulang gajah itu najis menurut kami, sebagaimana najisnya tulang-tulang yang lain. Tidak diperbolehkan menggunakannya dalam perkara yang basah. Lantas apabila digunakan pada perkara yang basah, maka dia akan menajiskannya.Ulama kami berkata, 'Dimakruhkan menggunakannya pada perkara yang kering karena bersentuhan dengan perkara yang najis, dan hal itu tidaklah haram. Karena benda yang kering tidak menjadi najis sebabnya. Dan ketika seseorang membuat sisir dari tulang gajah, dan digunakan untuk (menyisir rambut) kepala atau jenggotnya, maka apabila salah satunya basah maka rambut itu menjadi najis, dan jika tidak basah, maka tidak najis.’ Namun demikian itu (ketika dua-duanya kering) makruh, dan tidak haram. Pernyataan ini yang masyhur di kalangan ulama Syafi'iyah."

Sumber: Bincang Syariah

3 dari 4 halaman

Doa Menjaga Lisan dari Perkataan Buruk dan Menyakitkan

Dream - Lisan merupakan bagian tubuh yang memiliki fungsi penting bagi manusia. Lisan atau lidah membantu kita berbicara dengan jelas saat mengobrol dengan orang lain.

Dengan lisan, komunikasi dan interaksi akan tercipta sehingga tercipta ikatan yang kuat di antara manusia.

Bagi seorang pemeluk Islam, ukhuwah di antara sesama Muslim akan semakin kuat lewat lisan. Membuat mereka yang belum mengenal menjadi seperti seorang saudara.

 Ilustrasi Berdoa

Namun demikian, lisan juga mengandung bahaya. Lisan dapat mengeluarkan perkataan buruk maupun menyakitkan.

Jika keburukan sampai keluar dari lisan, harkat dan martabat manusia bisa jatuh. Bahkan tidak jarang perselisihan di antara manusia terjadi akibat lisan yang tak terjaga.

Doa ini dianjurkan dibaca agar lisan kita terjaga dari perkataan buruk dan menyakitkan.

4 dari 4 halaman

Doa Menjaga Lisan

 Doa Menjaga Lisan

Allahumma as’aluka kalimatal haq fi ghadab wa ridla.

Artinya,

" Ya Tuhan, aku memohon kepada-Mu perkataan yang benar pada saat marah dan ridha."

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone