Memasuki Bulan Ramadan, Inilah Keutamaan dan Fikih Sholat Tarawih

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Senin, 12 April 2021 18:03
Memasuki Bulan Ramadan, Inilah Keutamaan dan Fikih Sholat Tarawih
Sholat tarawih meskipun sunah, namun ada keutamaan yang bisa didapatkan dan hal ini membuatmu semakin semangat menjalankannya.

Dream – Bulan ramadan adalah bulan yang selalu dinantikan oleh setiap umat Islam. Di bulan inilah segala keistimewaan diberikan oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, banyak dari umat Islam yang memanfaatkan bulan suci ramadan dengan memperbanyak beribadah, salah satunya adalah sholat tarawih.

Inilah sholat sunah yang hanya dilaksanakan saat bulan puasa saja dan biasanya dijalankan setelah sholat isya secara berjamaah di masjid. Tetapi kamu juga bisa melakukan sholat tarawih secara sendirian di rumah.

Barangsiapa yang menjalankan sholat tarawih, maka ada berbagai keutamaan yang bisa kamu dapatkan. Hal inilah yang membuat setiap umat Islam sangat sayang sekali jika harus meninggalkan sholat tarawih.

 

1 dari 3 halaman

Sholat di Bulan Ramadan Bisa Diampuni Dosanya

Memasuki Bulan Ramadhan, Inilah Keutamaan dan Fikih Salat Tarawih© MEN

Menjalankan ibadah sholat di bulan ramadan tidak hanya mendatangkan pahala bagi yang menjalankannya. Tetapi juga ada keutamaan lain berupa dihapusnya dosa. Hal ini sebagaimana hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang artinya sebagai berikut:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang melakukan sholat di bulan ramadan karena dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, pasti diampuni dosanya yang telah lalu’.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 37 dan Muslim, no.759]

Melalui hadis tersebut dapat diambil beberapa faedahnya yang mampu memberikan motivasi agar semakin rajin menjalankan sholat di bulan ramadan, yakni sholat tarawih. Apa saja faedahnya?

1. Dari hadis tersebut telah mendorong kita supaya melaksanakan qiyam di bulan ramadan.

2. Keutamaan yang diberikan Allah SWT dari qiyam ramadan adalah akan diampuni segala dosa-dosanya.

3. Untuk bisa memperolah keutamaan berupa ampunan dosa, maka ada beberapa syarat yang harus dipenui. Diantaranya adalah melaksanakan dengan dasar iman, yakni meyakini akan wajibnya puasa dan sunnahnya qiyam ramadan.

Lalu melaksanakan dengan ihtisab, yakni mengharapkan pahala hanya dari Allah SWT semata dan bukan karena niat ingin riya’ atau ingin dikenal orang lain.

2 dari 3 halaman

Sholat Tarawih Bukanlah Kewajiban

Ini Urutan Bacaan Surat Al Quran Saat Sholat Tarawih di Bulan Ramadhan© MEN

Sholat tarawih yang hanya dijalankan saat bulan ramadan ini bukanlah suatu kewajiban bagi umat Islam. Sehingga, ketika suatu hari kamu berhalangan untuk menjalankannya, maka hal tersebut tidaklah berdosa. Hal ini sebagaimana hadis riwayat Muslim yang artinya sebagai berikut:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan sholat di bulan ramadan tanpa memerintahkannya dengan penekanan (tidak mewajibkannya). Beliau berkata, “ Barangsiapa yang melakukan sholat di bulan ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, pasti diampuni dosanya yang telah lalu,” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 759]

Melalui hadis tersebut ada beberapa faedah yang bisa kita petik, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Dari hadis ini menunjukkan bahwa ada baiknya jika imam mendorong rakyatnya agar menjalankan urusan sunah ini dan melakukan ketaatan yang bisa mendekatkan diri pada Allah SWT.

2. Dalam menjalankannya, tidaklah boleh ada unsur pemaksaan pada urusan yang bukan wajib ini. Karena jika ditinggalkan pun, maka tidak ada masalah yang ditimbulkan dari sisi syariat atau memperoleh mafsadat.

3. Akan lebih baik jika dai mengingatkan pada umat untuk melakukan amal dengan niat yang ikhlas dalam upaya meraih rida Allah SWT.

4. Allah SWT akan sangat menyayangi hamba-Nya yang menjalankan amalan qiyam ramadan dengan memberikan ampunan dosa.

5. Melalui hadis ini telah menunjukkan keutamaan dari bulan ramadan.

3 dari 3 halaman

Fikih Sholat Tarawih

Panduan Sholat Tarawih Lengkap di Rumah© MEN

Kurang lengkap rasanya jika menjalankan ibadah sholat tarawih namun belum menegtahui secara jelas tentang fikih sholat tarawih. Oleh karena itu, berikut adalah mengenai fikih sholat tarawih yang perlu kamu ketahui.

1. Tarawih sendiri berasal dari kata ar-rohah atau istirahat. Disebut kata tarawih karena zaman dahulu orang-orang melaksanakan sholat di malam hari ini dengan waktu yang cukup lama. Di mana memperlama saat sedang berdiri, rukuk, dan saat sujud. Jika sudah menyelesaikan empat rakaat, maka mereka duduk istirahat.

Kemudian dimulai kembali dengan sholat empat rakaat dan istirahat lagi. Lalu di penutupannya melakukan sholat sebanyak tiga rakaat. Dengan begitu, secara istilah, tarawih berarti sholat qiyam ramadan.

 2. Hukum menjalankan sholat tarawih adalah sunah muakkad. Oleh Imam Nawawi dan Imam Ash-Shanani juga menyatakan bahwa hal ini terdapat ijmak.

3. Melaksanakan sholat tarawih di masjid lebih afdal daripada sholat sendirian. Mengenai hal ini juga terdapat ijmak dari Ibnu Abdil Barr, Ibnu Qudamah, dan lainnya.

4. Untuk waktu menjalankan sholat tarawih, sunahnya adalah dimulai setelah sholat isya.

5. Menjalankan sholat tarawih, jumlah rakaatnya tidaklah dibatasi. Berapa pun rakaat yang dijalankan akan diperbolehkan. Namun para ulama mengalami selisih pendapat tentang rakaat sholat tarawih yang afdal, apakah 11 atau 13 rakaat. Sedangkan jumhur ulama memiliki pendapat bahwa sholat tarawih dilaksanakan dengan 21 rakaat.

6. Berdasarkan pendapat jumhur ulama dari Malikiyyah, Syafiiyyah, dan Hambali, sholat malam dilaksanakan dengan dua rakaat salam, kemudian dua rakaat salam.

7. Dalam melaksanakan sholat tarawih tidak ada ketentuan tentang surat tertentu yang harus dibaca.

8. Dalam membaca surat saat sholat tarawih adalah dijaharkan. Mengenai hal ini pun sudah ada ijmak dari para ulama, sebagaimana kata dari Imam Nawawi.

9. Menjalankan sholat malam atau pun sholat tarawih adalah dengan dua rakaat salam, dua rakaat salam. 

10. Untuk sholat qiyamul lail atau sholat malam dimulai dengan dua rakaat ringan.

11. sholat malam tidaklah dianjurkan menjalankannya secara semalam suntuk.

12. Barangsiapa yang tidak menjalankan sholat malam, maka bisa menggantinya saat siang hari.

13. Tidak diperbolehkan untuk mengkhususkan sholat malam di malam Jumat.

 

Beri Komentar