Beda Mukjizat dengan Sihir dalam Konsep Tauhid

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 5 April 2019 20:00
Beda Mukjizat dengan Sihir dalam Konsep Tauhid
Dalam kisah para nabi, para penentang menuding mukjizat sebagai sihir yang nyata.

Dream - Iman Islam berdasarkan pada ajaran Tauhid, yang semata-mata hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan. Dapat dikatakan, Tauhid merupakan konsep keimanan yang diyakini dalam Islam.

Dalam ajaran Islam, Allah mengutus para rasul-Nya untuk berdakwah. Mereka tidak berdakwah dengan tangan kosong, melainkan dibekali Allah dengan mukjizat.

Sayangnya, mukjizat yang dimiliki para rasul pernah mendapat penolakan dari para penentangnya. Tidak sedikit catatan sejarah agama menyatakan kaum penentang menuding mukjizat para rasul sebagai sihir semata.

Padahal, antara mukjizat dan sihir adalah dua hal berbeda. Lantas, di mana letak perbedaan itu?

Dikutip dari Bincangsyariah, Syeikh Thahir Al Jazari dalam kitab Al Jawahirul Kalamiyah fi Idhahil 'Aqidah Al Islamiyyah menjelaskan perbedaan mukjizat dengan sihir.

" Sihir adalah perkara atau hal yang di luar kebiasaan dalam pikiran yang mungkin untuk dilawan karena hal itu didasari atas sebab-sebab. Siapa yang mengetahuinya lalu mempraktikkannya (menirunya) maka ia (pasti) dapat melakukan hal itu. Karena hal itu pada hakikatnya bukanlah di luar kebiasaan, sedangkan keanehannya itu hanya dilihat bagi orang yang tidak tahu sebabnya (caranya)."

1 dari 1 halaman

Apa Itu Mukjizat?

Sedangkan mukjizat dalam pandangan Syeikh Thahir adalah sesuatu hal di luar kebiasaan pikiran manusia yang tidak bisa ditentang.

" Oleh karena itu, penyihir tidak akan mungkin mampu melakukan seperti apa yang dilakukan oleh para nabi seperti menghidupkan orang mati dan merubah tongkat menjadi ular sungguhan. Maka, para penyihirnya Fir’aun pun beriman kepada Nabi Musa a.s. ketika tongkatnya mampu berubah menjadi ular sungguhan dan menelan tongkat-tongkat serta tali-tali milik mereka untuk memberi tahu mereka bahwa hal ini bukanlah sihir."

Di sinilah letak perbedaan antara mukjizat dan sihir menurut pandangan Syeikh Thahir. Sihir dapat dipelajari lebih dulu sehingga mampu disaingi bahkan dilawan.

Sedangkan mukjizat muncul semata berasal dari Allah SWT. Sehingga, tidak ada satupun kekuatan yang mampu menandinginya.

Selain itu, Syeikh Thahir juga menerangkan sihir berasal dari amarah yang penuh keburukan. Sifatnya selalu menghadirkan kerusakan.

Sementara mukjizat bersumber dari jiwa yang bersih. Kemunculannya dimaksudkan untuk menghasilkan perbaikan serta memberikan petunjuk.

Sumber: Bincangsyariah.com

Beri Komentar