Manfaat di Balik Kebiasaan Membaca Ta'awuz

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 7 Februari 2019 20:01
Manfaat di Balik Kebiasaan Membaca Ta'awuz
Ta'awudz, lafal singkat yang dapat melindungi seseorang dari godaan setan.

Dream - Kalimat ta'awudz, " A'udzubillahi minas syaitonir rojim" , kerap kita dengar ketika kita akan membawa ayat suci Alquran. Kalimat ini cukup singkat namun mengandung makna yang dalam.

Membaca lafal ta'awudz sejatinya memohon perlindungan Allah SWT agar tidak terlena dan terbujuk godaan setan.

Rasulullah Muhammad SAW juga memerintahkan umatnya selalu mengingat Allah di manapun dan kapanpun. Juga agar senantiasa berlindung kepada Allah dari segala tipu daya setan yang terkadang menggiurkan.

Dalam bahasa Arab, lafal ta'awudz di atas jika diterjemahkan menjadi demikian, " Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk."

Dikutip dari Islami.co, sebagian ulama menyatakan dengan mengucapkan lafal ini, kita menjadikan Allah sebagai benteng untuk berlindung dari segala keburukan. Ada pula sebagian ulama menafsirkan lafal ini sebagai Al-tashiqu yang artinya bergantung atau berpegang.

 

1 dari 1 halaman

Tafsir Ulama

Ulama tafsir, Az Zamakhsyari dalam kitab Al Kasyaf menjelaskan dalam bahasa Arab klasik, istilah 'syaithon' merujuk pada 'orang yang sering melakukan kejahatan-kejahatan. Pendapat ini disepakati oleh para ulama.

Tetapi, berdasarkan kamus bahasa Arab klasik seperti Lisan Al Arab atau Tajul Arus, istilah 'syaithon' berasal dari kata 'syatona', artinya 'dia telah jauh (dari kebenaran)'.

Ar Raghib Al Asfahani dalam kitab Mu'jam Al Alfadz Al Gharibah fi Alquran menjelaskan penggunaan istilah syaithon dalam Alquran merujuk kepada kecenderungan dalam jiwa manusia untuk berbuat tidak baik. Terutama berkaitan dengan semua pengaruh kuat dalam diri yang mengarahkan seseorang melawan kebenaran dan standar moral.

Dengan membiasakan diri membaca ta'awudz, kita akan selau merasakan Allah hadir di dekat kita. Sehingga, kesadaran kita meningkat untuk selalu ingat Allah dan dapat mencegah dari perilaku buruk serta maksiat.

Sumber: Islami.co

Beri Komentar