Menelisik Alasan Dipilihnya Rasulullah dari Golongan Arab

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 12 Februari 2019 15:00
Menelisik Alasan Dipilihnya Rasulullah dari Golongan Arab
Rasulullah lahir dari orangtua Arab, dan besar di tanah Arab pula.

Dream - Islam diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW untuk disebarkan. Rasulullah sendiri diketahui berdarah Arab.

Dalam catatan sejarah, Rasulullah lahir pada 12 Rabiul Awwal yang bertepatan dengan 29 Agustus 580. Orangtuanya, Abdullah bin Abdul Muthallib dan Aminah adalah orang Arab tulen.

Meski seorang Arab, risalah Rasulullah diperuntukkan bagi seluruh umat manusia. Ajaran yang disampaikan Rasulullah tidak lekang oleh waktu dan bisa diterapkan lintas zaman.

Lantas, mengapa Rasulullah yang berasal dari golongan Arab dipilih menyebarkan Islam?

Dikutip dari NU Online, ulama tafsir Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya Membaca Sirah Nabi Muhammad dalam Sorotan Alquran dan Hadis-hadis Shahih, mengutip pendapat ulamat Mesir, Syeikh Mutawalli As Sya'rawi, menjelaskan, bangsa Arab dikenal punya semangat menjelajah, hidup berpindah-pindah dan senang berperang.

Karakter ini dinilai menjadi sebab Bangsa Arab selalu siap menyebarkan risalah kenabian meski mengorbankan jiwa raga. Itulah dasar dipilihnya rasul dari golongan Arab.

1 dari 1 halaman

Karakter Bangsa Arab

Ulama India, Abu Hasan An Nadwi, menjelaskan dipilihnya Rasulullah yang notabene merupakan orang Arab oleh Allah karena alasan tersebut. Beberapa di antaranya, masyarakat Arab kala itu memiliki jiwa yang relatif bersih dan belum ternodai oleh ide-ide buruk sulit dihapus.

Selain itu, tidak ada keangkuhan dan kesombongan dalam hati mereka. Tetapi, hati tertutup keluguan dan kebodohan sederhana.

Sifat bangsa Arab yang memiliki kemauan kuat, tegas, dan hitam-putih. Mereka memerangi Islam karena kebenaran di dalamnya tidak dipahami, namun berbalik menjadi pemeluknya begitu kebenaran sudah masuk dalam hati mereka.

Tak hanya itu, bangsa Arab tidak pernah dijajah imperium manapun. Mereka juga dikenal sebagai bangsa yang egaliter, merdeka, terbuka, berani, berterus terang dan tidak suka menipu diri sendiri.

Sumber: NU Online.

© Dream
Beri Komentar