Menerima Pemberian dari Orang Tak Ikhlas, Hukumnya?

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 17 September 2019 15:48
Menerima Pemberian dari Orang Tak Ikhlas, Hukumnya?
Pengemis dengan berpura-pura merupakan fenomena yang kerap ditemukan di Indonesia.

Dream - Meminta-minta dengan menjual penderitaan dijadikan modus untuk mencari uang bukanlah hal baru di Indonesia. Banyak sekali ditemukan mereka yang mengemis di jalan padahal masih bisa bekerja mencari uang.

Ada saja cara yang dipakai, seperti berpura-pura pincang atau lainnya. Semua itu demi menarik simpati orang agar mau memberikan uang.

Bahkan tidak jarang ada pengemis yang sampai meminta uang dengan cara memaksa. Ada juga mereka yang tega mengancam berbuat kejahatan jika tidak ada orang mau memberikan uang.

Hal-hal semacam ini membuat orang tidak ikhlas. Akhirnya, mereka terpaksa memberikan sebagian uangnya kepada para pengemis tersebut.

Tetapi, bagaimana status menerima pemberian dari orang yang tidak ikhlas?

 

1 dari 6 halaman

Statusnya

Dikutip dari NU Online, pengemis berpura-pura agar mendapatkan uang dari orang lain, maka harta yang diterimanya adalah haram. Hukum ini sama dengan modus mencari sumbangan pembangunan masjid namun dana yang didapat tidak sesuai peruntukannya.

 Mengemis Dalam Hukum Islam, Haram?

Ada pula kasus seorang pejabat yang diundang ke sebuah acara, lalu diminta memberikan sumbangan. Pejabat itu menyumbang sejumlah uang lantaran malu jika tidak melakukannya. Pada posisi ini, pejabat yang bersangkutan menjadi terpaksa memberikan uang.

Terkait kasus semacam ini, status dalam pemberiannya disamakan dengan ghasab. Selain termasuk pelanggaran, transaksi yang timbul dari keberadaan uang pemberian pejabat tersebut tidak sah sampai peminta mengembalikannya harta yang dimintanya.

 

2 dari 6 halaman

Pandangan Ulama

Hal ini dijelaskan oleh Syeikh Hajar Al Haitami dalam kitabnya, Tuhfatul Muhtaj.

" Dan orang yang mengambil harta orang lain dengan motif malu, mempunyai hukum sama dengan orang yang ghasab."

 Pengemis Ini Dapat Rp 95 Juta dari Mengemis Selama Ramadan

Imam Al Ghazali lebih tegas lagi menghukumi orang yang menerima pemberian karena malu. Menurut Imam Al Ghazali, harta dari orang yang memberikannya karena malu tidak bisa dimiliki oleh peminta.

" Sesungguhnya Al Ghazali mengatakan, " Barangsiapa yang meminta harta kepada orang lain di mata publik karena semata-mata ingin membangkitkan rasa malunya orang yang diminta, kemudian orang yang diminta memberikan hartanya, maka harta tersebut tidak bisa menjadi hak milik peminta sehingga ia tidak halal untuk menggunakan harta tersebut."

 

3 dari 6 halaman

Jika Memaksa

Persoalan ini tidak hanya mengikat pada kasus pengemis yang menerima uang dari orang tak ikhlas. Namun juga pada kasus pungutan uang dengan alasan keamanan.

 Pengemis Panen Rp 95 Juta Sebulan

Misalnya, pengemis yang mengancam bakal melukai jika tidak diberikan uang. Karena takut, orang jadi terpaksa memberikan uang kepada pengemis itu. Kondisi ini juga dihukumi haram, seperti dijelaskan oleh Syihabuddin Ar Ramli dalam Tuhfatul Muhtaj Syarah Al Minhaj.

" Berkata dalam Al Ihya', 'Apabila ada orang meminta kepada orang lain di depan publik kemudian peminta tersebut diberikan sesuatu dengan faktor malu dari pemberinya walaupun pada saat memberikan tidak sedang di hadapan publik, maka hukumnya haram sebagaimana dalam beberapa sumber. Begitu pula setiap sesuatu yang diberikan karena kekhawatiran perilaku buruk dari orang yang meminta-minta tersebut."

Sehingga, harta yang diterima pengemis dari orang yang tidak ikhlas digolongkan sebagai ghasab atau mengambil hak orang lain dengan cara paksa. Ini termasuk dalam salah satu jenis dosa besar. (mut)

Sumber: NU Online

4 dari 6 halaman

Sudah Mampu Tapi Mengemis, Ini Ancamannya

Dream - Konsep tangan di atas lebih baik daripada di bawah sudah menjadi pemahaman bersama bagi umat Islam. Konsep ini mengajarkan setiap Muslim untuk ikhlas berbagi harta dengan saudaranya.

Namun demikian, sering dijumpai banyak orang menjadi pengemis di sekitar kita. Mereka menengadahkan tangan kepada setiap orang yang ditemui.

Caranya pun beragam. Ada yang meminta-minta di pinggir jalan, ada pula yang berjalan dari rumah ke rumah.

 5 Trik Pengemis Dadakan Raih Simpati Selama Ramadan

Kemudian, muncul berita pengemis tertangkap razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Ketika diperiksa, ternyata ada pengemis yang tidak benar-benar miskin.

Ada yang punya uang banyak. Bahkan ada pula yang sudah punya harta berupa rumah maupun kendaraan.

Anehnya, mereka tidak mau berhenti mengemis. Mereka bahkan lebih suka mengemis daripada harus bekerja keras.

5 dari 6 halaman

Petuah Rasulullah

Dikutip dari NU Online, Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah menganjurkan umatnya untuk mengemis. Bahkan Rasulullah melarang aktivitas ini dilakukan umat Islam.

 Pemulung Ini Donasikan Uang Rp330 Juta untuk Anak Miskin

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Hikam bin Hizam pernah mendengar Rasulullah bersabda demikian.

Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Mulailah (dalam membelanjakan harta) dengan orang yang menjadi tanggung jawabmu. Sedekah paling baik adalah yang dikeluarkan dari kelebihan kebutuhan. Barangsiapa berusaha menjaga diri, Allah akan menjaganya. Barangsiapa berusaha mencukupkan diri (tidak bergantung pada orang lain), Allah akan memberinya kecukupan.

 

6 dari 6 halaman

Hinaan Rasulullah Pada Orang Kaya Tapi Mengemis

Rasulullah pun bersikap tegas kepada mereka menjadikan kegiatan meminta-minta sebagai rutinitas. Apalagi sampai menjadikannya sebagai sumber pendapatan utama.

Sindiran tersebut tercantum dalam hadis riwayat Imam Ahmad.

Kegiatan meminta-minta akan selalu ada pada diri seseorang sampai ia menemui Allah dalam kondisi wajahnya tanpa sepotong daging.

Al Mahlab, seperti dikutip Ibnu Bathal dalam kitab Syarah Ibnu Bathal, menafsirkan hadis di atas sebagai bentuk penghinaan Rasulullah kepada mereka yang suka meminta-minta. Bukhari memberikan penegasan yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah mereka yang meminta-minta padahal sedang tidak dalam keadaan darurat.

" Al Bukhari memberikan pemahaman, sesungguhnya yang datang pada hari kiamat yang wajahnya tidak ada dagingnya sama sekali adalah orang yang banyak mengemis dalam rangka memperkaya diri tanpa ada unsur darurat. Barangsiapa mengemis berdasarkan untuk memperkaya diri, ia termasuk dikategorikan orang kaya yang tidak halal menerima sedekah. Di akhirat kelak akan disiksa."

Rasulullah pun memberikan ancaman kepada mereka yang suka meminta-minta dengan tujuan memperkaya diri. Dalam hadis riwauat Muslim, Rasulullah menegaskan orang yang meminta-minta karena ingin kaya, sesungguhnya sedang mengharapkan api neraka.

 Tiga desa miskin di Arab Saudi

Orang yang miskin jiwa tidak akan segan untuk mengemis, apalagi sampai berbuat kejahatan seperti korupsi, mencuri, dan lain sebagainya. Sebaliknya, orang kaya jiwa akan menjalani hidup penuh kebahagiaan dan selalu merasa cukup.

Sumber: NU Online

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-