Mengapa Nabi Tidak Bisa Baca Tulis? Simak Penjelasan Gus Baha

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 4 Agustus 2021 07:00
Mengapa Nabi Tidak Bisa Baca Tulis? Simak Penjelasan Gus Baha
Rasulullah Muhammad SAW memiliki sifat ummi, yang bagi sebagian orang mungkin tidak masuk akal.

Dream - Nabi Muhammad SAW memberikan banyak sekali ajaran kepada umat Islam. Seluruh ajaran tersebut untuk bekal hidup manusia.

Ajaran dari Rasulullah disampaikan dengan berbagai cara. Mulai ucapan, perilaku, perbuatan, hingga sikap.

Semua ajaran itu terabadikan dalam banyak sekali hadis. Hadis-hadis tersebut hingga saat ini menjadi rujukan umat Islam melengkapi ajaran Alquran.

Ada satu hal yang dimiliki Rasulullah Muhammad SAW, dan bagi sebagian orang mungkin tidak masuk akal. Rasulullah memiliki sifat ummi, yang banyak diterjemahkan sebagai 'tidak bisa baca tulis'.

Kondisi tersebut dirasa tidak mungkin ada pada diri Rasulullah, mengingat Rasulullah manusia pilihan Allah. Apalagi tugas Rasulullah sungguh berat, menyebarkan Islam ke dunia.

Pakar Alquran dan Tafsir, KH Ahmad Bahauddin Nursalim, punya jawabannya. Ulama muda yang lebih dikenal sebagai Gus Baha' ini bisa menjelaskan mengapa Rasulullah sampai tidak bisa baca tulis.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam sebuah majelis, yang kemudian diunggah di laman Iqra.id. Materi ini merupakan jawaban atas pertanyaan yang didapat Gus Baha' dari salah satu hadirin pengajian.

Mari simak penjelasan Gus Baha'.

 

1 dari 6 halaman

Nabi Tak Bisa Baca Tulis

" Jadi tradisi ulama sama masyarakat itu memang beda. Kalau Nabi dikatakan tidak tahu dalam konteks tertentu itu malah madkh, artinya memuji. Hal ini karena tadi, syarat Nabi itu harus ummi, ummi itu kan keibu-ibuan. Jadi, kalau Nabi tahu (bisa membaca dan menulis), nanti seakan-akan beliau dikawal oleh ilmunya, padahal Nabi itu dikawal oleh nubuwwah atau kenabian," ungkap Gus Baha.

Ini bedanya Nabi sama tidak Nabi. Kanjeng Nabi dalam Alquran biasa diwahyukan Allah:

مَا كُنتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ

Maa kunta tadri mal kitabu walal iman. (QS. Asy-Syura: 52)

Artinya, " Kamu tidak tahu apa itu kitab."

Sifat madkh, artinya memuji. Kenapa itu pujian? Saat Nabi sudah tahu urusan sesuatu bisa jadi ilmu tandingan menandingi wahyu.

" Mungkin netizen itu, mohon maaf, bukannya mengkritik (Nabi), mungkin mereka tidak paham tradisi ulama (tentang penjelasan sifat Ummi pada diri Nabi)," kata Gus Baha

 

2 dari 6 halaman

Pujian Bagi Nabi

Menurutnya, saat ulama bilang, " Nabi itu tidak tahu" , itu bukan sifat dzamm, celaan, tapi sifat madkh, pujian.

Dalam Alquran, menurut Gus Baha, banyak ma kunta tadri mal kitabu walal iman.

" Makanya Nabi ketika disuruh untuk membaca (oleh Malaikat Jibril), " Iqra' Ya Muhammad" , jawaban Nabi bagaimana? Saya tidak bisa membaca. Itu bukan sifat buruk, justru bagus! Kalau Nabi bisa membaca, ilmu Nabi nanti dikira belajar dari buku-buku, beliau jadi Nabi, wah itu memang bacanya banyak! Clear (jelas) ini ya! Supaya tidak salah paham. Jadi, dikatakan kalau Nabi tidak tahu itu berarti bagus, madkh (pujian). Tidak bisa membaca berarti madkh (pujian)," ungkap Gus Baha.

Ia juga menekan lagi, kalau pengetahuan Nabi berasal dari wahyu. " Itu jelas, tahu semua kan? Ketika Nabi disuruh baca bilang apa? Saya tidak bisa baca. Itu bagus, karena semuanya agar berasal dari wahyu!"

3 dari 6 halaman

Amalkan Bacaan Zikir Usai Sholat Dhuha Ini Seperti Diajarkan Rasul

Dream - Sholat Dhuha termasuk salah satu sholat sunah yang dianjurkan. Manfaat di baliknya sungguh banyak. Mulai dari penolak bala atau bahaya, mencegah dari musibah, dilancarkan rezeki, dan masih banyak lagi.

Dengan berbagi fadhilah yang dimilikinya, umat Islam sangat dianjurkan melaksanakan sholat dhuha yang dijalankan pada pagi harihingga menjelang waktu siang.

Sebagian orang melaksanakan sholat ini di tempat kerja, kampus, ataupun sekolah karena kebetulan bertepatan dengan jam beraktivitas.

Selesai sholat ini, luangkan waktu sebentar saja untuk berzikir. Amalkan zikir ini sebelum membaca doa usai Sholat Dhuha.

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Aisyah RA, Rasulullah Muhammad SAW mengamalkan zikir ini setiap kali selesai Sholat Dhuha.

 

4 dari 6 halaman

Zikir Setelah Sholat Dhuha

اللهم اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Allahummaghfirli watub 'alayya innaka antat tawwabur rahim.

Artinya,

" Ya Allah, ampuni dosaku dan terimalah tobatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat dan Maha Pengampun."

Sumber: Bincang Syariah.

5 dari 6 halaman

Doa Selesai Sholat Dhuha yang Umum Digunakan

Sebenarnya tidak ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setelah selesai sholat dhuha. Sehingga dalam kitab-kitab Fiqih, para ulama sama sekali tidak mencantumkan doa selesai sholat dhuha.

Namun ada satu doa selesai sholat dhuha yang populer dipanjatkan oleh kaum Muslim di seluruh dunia. Seperti dijelaskan sebelumnya, doa ini bukanlah berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Doa selesai sholat dhuha ini dicantumkan oleh Asy-Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan disebutkan pula oleh Ad-Dimyathi dalam I’anatuth Thalibiin.

Ilustrasi© dream.co.id

ALLAHUMMA INNADHDHUHA-A DHUHA-UKA, WALBAHAA-ABAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWAATUKA, WAL QUDROTA QUDROTUKA, WAL ‘ISHMATA ISHMATUKA.

ALLAHUMA INKAANA RIZQII FISSAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’SIRON FAYASSIRHU, WAINKAANA HAROOMAN FA THOHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QORIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDROTIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHOOLIHIN.

Artinya: “ Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.

6 dari 6 halaman

Doa Selesai Sholat Dhuha dalam Riwayat yang Lain

Doa selesai sholat dhuha terdapat dua macam riwayat. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Syekh Muhammad Nawawi Bin Umar Al Jawi dalam kitabnya Nihayatuz Zain.

Disebutkan dalam kitab tersebut dua riwayat doa sholat dhuha dan keduanya bisa diamalkan. Satu doa selesai sholat dhuha sudah disebutkan sebelumnya. Sedangkan dalam sub bab ini akan ditunjukkan doa selesai sholat dhuha dalam riwayat yang lain.

Berikut bacaan doa selesai sholat dhuha yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Ulwan:

Ilustrasi© dream.co.id

Artinya:

“ Ya Allah bukalah ikatan yang membelenggu hati kami dengan izin-Mu, perbaikilah jalan petunjuk kami dengan senantiasa jujur dalam menerima kehendak-Mu, bentangkanlah pada saat ini juga panji hdayah-Mu atas kami, bentengilah kami dengan pedang-pedang penjagaan-Mu, mahkotailah kami dengan mahkota ma’rifat-Mu. Hujanilah kami dengan ampunanmu, suguhilah kami dengan minuman mahabbah-Mu.”

“  Tetapkanlah kami dalam catatan khusus-Mu, tetapkanlah kami dalam area penjagaan-Mu, dan murnikanlah hati-hati kami, terangilah penglihatan kami, dan kumpulkanlah kami dalam perlindungan suci-Mu, kasihanilah kami dengan lembutnya kasih sayang-Mu, dan jangan putuskan kami dari-Mu sebab selain-Mu. Ya Allah jika ada dari kami suatu penghargaan pada selain-Mu dan keberpalingan dari-Mu, baik yang disengaja, keliru, atau lupa, maka lepaskanlah ia dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala-galanya.”

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

Beri Komentar