Mengawali Sholat dengan Basmalah Termasuk Sunah?

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 27 Juni 2019 10:00
Mengawali Sholat dengan Basmalah Termasuk Sunah?
Sholat dibuka dengan takbiratul ihram dan ditutup dengan salam.

Dream - Sholat memiliki tata cara tertentu dalam pelaksanaannya. Para ulama telah bersepakat, sholat diawali dengan takbiratul ihram diakhiri dengan salam.

Di sisi lain, terdapat anjuran bagi Muslim untuk mengucap basmalah setiap kali memulai sesuatu. Entah itu bekerja, belajar, maupun untuk hal-hal yang sifatnya rutin seperti makan, minum bepergian, dan lain sebagainya.

Kita mungkin pernah mengetahui ada Muslim yang membaca basmalah sebelum sholat. Secara tidak langsung, dia mengawali sholatnya dengan basmalah.

Lantas, apakah benar basmalah termasuk bagian dari kesunahan sholat?

1 dari 7 halaman

Ketetapan Syariat

Dikutip dari NU Online, syariat telah menetapkan sholat dimulai dengan takbiratul ihram dan berakhir dengan salam. Sehingga, segala amalan yang dilakukan baik sebelum dan sesudahnya tidak termasuk bagian dari sholat maupun kesunahan sholat, termasuk membaca basmalah.

Hal ini secara tegas disebutkan dalam kitab Fatawa Ismail Zain.

" Syariat telah menetapkan takbiratul ihram sebagai pembuka sholat, maka tidak disunahkan membaca bismillah sebelumnya."

Memang terdapat hadis Rasulullah yang menyatakan pekerjaan tidak diawali dengan membaca basmalah akan sia-sia. Demikian arti hadis tersebut.

" Setiap pekerjaan yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah, maka sia-sialah pekerjaan tersebut."

2 dari 7 halaman

Apakah Dilarang?

Namun demikian, hadis ini tidak berlaku untuk sholat baik fardu maupun sunah. Sehingga tidak terdapat kesunahan pada bacaan basmalah sebelum sholat.

Meski begiut, bukan berarti membaca basmalah sebelum sholat adalah amalan yang dilarang. Sebab tidak ada dalil yang menyatakan amalan itu terlarang.

Sehingga, orang yang memulai sholat dengan basmalah hendaknya mengetahui membaca lafal tersebut tidak termasuk rukun sholat.

Sumber: NU Online.

3 dari 7 halaman

Salah Baca Amin, Bisa Batalkan Sholat?

Dream - Sholat menjadi ibadah inti dalam agama Islam. Sebagaimana ibadah, sholat memiliki syarat dan rukun yang harus terpenuhi.

Ketika berjemaah, imam akan membaca surat Al Fatihah dengan suara yang jelas. Setelah selesai, makmum serentak mengucapkan kata 'Amin'.

Mengenai kata 'Amin' terdapat ketentuan yang perlu diperhatikan. Salah cara membacanya, bisa merusak artinya.

Tetapi, jika kesalahan itu terjadi dalam sholat, apakah bisa membatalkan?

Dikutip dari Konsultasi Syariah, para pakar bahasa menyatakan ada dua cara yang benar dalam membaca 'Amin'. Pertama, dipanjangkan kata 'Aa..' sehingga menjadi 'Aamiin' dan kedua, memendekan kata 'A..' sehingga dibaca 'Amin'.

Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan demikian.

" Takmin adalah bentuk masdar dari kata ‘Ammna’ dengan mim di-tasydid, yang artinya membaca amiin. Dan semua riwayat dan para ahli ilmu Alquran menyebutkan bacaannya dengan memanjangkan hamzah atau memendekkan hamzah."

Demikian pula dengan Imam An Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.

" Dalam bacaan amiin ada dua cara baca, dipanjangkan dan dipendekkan. Yang dipanjangkan lebih fasih. Dan keduanya huruf mim tidak ditasydid."

 

4 dari 7 halaman

Tiga Cara Baca 'Amin' Yang Salah

Mengenai cara baca salah dan berpengaruh dalam sah tidaknya sholat, Abdullah Az Zahim dalam at-Takmin ‘aqibal Fatihah fi Shalah menunjukkan tiga kategori. Ketiganya yaitu salah baca dan membatalkan sholat berdasarkan kesepakatan ulama, salah baca namun ada perbedaan pendapat mengenai batal tidaknya sholat, serta salah baca yang diperselisihkan boleh dan batalnya sholat.

5 dari 7 halaman

Bisa Batalkan Sholat

Pertama, kesalahan bacaan amin yang menyebabkan shalat batal dengan sepakat ulama yaitu:

- Hamzah dipanjangkan, mim ditasydid, dan huruf 'Ya' dihilangkan, sehingga menjadi Aaammmin.

- Hamzah dibaca pendek, mim ditasydid, dan huruf ‘Ya’ dihilangkan, sehingga menjadi Ammmin.

- Hamzah dibaca pendek, mim tidak ditasydid, dan huruf ‘Ya’ dihilangkan, sehingga menjadi Amin.

6 dari 7 halaman

Salah Baca Tapi Tak Bulat Bisa Batalkan Sholat

Kedua, kesalahan amin yang disepakati ulama, namun apakah itu membatalkan ataukah tidak, ada perbedaan diantara para ulama.

- Bunyi bacaan amin ini yaitu dengan memendekkan hamzah, mim di-tasydid, dan ada huruf ‘Ya’ . sehingga dibaca Ammmiiin.

Ulama sepakat lafaz Amin semacam ini dilarang, namun berbeda pendapat apakah membatalkan sholat atau tidak. Mazhab Syafi'i menilai ini tidak membatalkan sholat, sementara mazhab menilai bisa membatalkan sholat.

7 dari 7 halaman

Diperselisihkan

Ketiga, kesalahan bacaan Aamiin yang diperselisihkan bolehnya dan batalnya shalat

- Hamzah dipanjangkan, mim ditasydid, dan ada huruf ‘Ya’ . sehingga dibaca: Aaammiiiin.

Mazhab Hanafi membolehkan kesalahan semacam ini, sementara jumhur melarangnya. Tetapi, Mazhab Syafi'i menilai amin semacam ini tidak membatalkan sholat sedangkan Hambali dan Maliki menilai bacaan amin ini bisa membatalkan sholat.

- Hamzah dipanjangkan, mim tidak ditasydid, dan huruf ‘Ya’ dibuang, sehingga dibaca Aaamin.

Sebagian ulama Mazhab Hanafi membolehkan amin semacam ini, namun tidak disinggung oleh madzhab yang lain. Dan yang benar, ini dilarang.

Sumber: konsultasisyariah.com

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan