Mengenal Muazin di Masa Rasulullah

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 13 Januari 2019 18:03
Mengenal Muazin di Masa Rasulullah
Selain Bilal, ada beberapa orang yang ditunjuk Rasulullah menjadi muazin.

Dream - Ketika Rasulullah Muhammad SAW masih hidup, Masjid Nabawi menjadi pusat seluruh aktivitas umat Islam. Terutama untuk sholat dan menuntut ilmu.

Ketika waktu sholat tiba, Bilal bin Rabah segera mengumandangkan azan. Dalam catatan sejarah, Bilal adalah budak kulit hitam yang merdeka seiring kedatangan Islam.

Rasulullah menunjuk Bilal untuk menjadi muazin, salah satunya karena suaranya yang merdu. Penunjukan itu menjadi tanda kehormatan bagi Bilal sendiri.

Tugas Bilal sebagai muazin tidak hanya dilaksanakan ketika bermukim di Madinah. Saat bersama Rasulullah dalam perjalanan, Bilal tetap menjalankan tugasnya mengumandangkan azan.

Tetapi, Bilal bukan satu-satunya muazin di masa Rasulullah. Sejumlah riwayat menyebut ada empat nama lain yang juga ditunjuk sebagai muazin.

1 dari 1 halaman

Para Muazin Selain Bilal

Dikutip dari Islami, nama pertama adalah Ibnu Ummi Maktum. Sosok ini bernama lengkap Amr bin Qays bin Zaidah bin Al Ansham.

Di masa Rasulullah, Ibnu Ummi Maktum bertugas menjadi muazin di waktu Subuh. Hal ini seperti disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Sayyidah Aisyah RA.

" Sesungguhnya Bilal azan pada waktu (sepertiga) malam. Karena itu, Rasulullah SAW bersabda, 'Makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum azan. Karena dia tidak azan kecuali setelah terbitnya fajar shadiq (masuk waktu Subuh)'."

Kedua yaitu Abu Mahdzurah. Nama lengkapnya adalah Aus bin Mughirah Al Jumahi.

Dia adalah pemuda dari golongan Quraisy yang memeluk Islam dan memiliki suara begitu merdu. Rasulullah menunjuk Abu Mahdzurah mengumandangkan azan di Mekah sekembali dari Hunain.

Sejak ditunjuk Rasulullah, Abu Mahdzurah menjadi muazin di Masjidil Haram. Dia mengumandangkan azan hingga akhir hayatnya.

Ketiga yaitu Saad Al Qarazh. Dia adalah bekas budak Ammar bin Yasir.

Rasulullah menunjuknya sebagai muazin di Masjid Quba. Ketika kepemimpinan dijabat oleh Abu Bakar As Shiddiq RA, Saad Al Qarazh ditunjuk menjadi muazin di Masjid Nabawi.

Sedangkan nama keempat yaitu Ziyab bin Al Harits Al Shudai. Dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan dia pernah azan di hadapan Rasulullah. Sehingga ulama fikih memasukkan dia sebagai salah satu muazin di zaman Rasulullah.

(ism, Sumber: Islami.co)

Beri Komentar