Mengobati Kemandulan dengan Cara Islami: Istighfar dan Sedekah

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 5 Juni 2020 19:01
Mengobati Kemandulan dengan Cara Islami: Istighfar dan Sedekah
Dua cara ini dapat menjadi perantara agar mendapatkan keturunan.

Dream - Setiap orang yang menjalin rumah tangga tentu sangat mengharapkan kehadiran buah hati. Keturunan yang shalih shalihah jadi dambaan.

Lewat keturunan yang shalih shalihah, para orangtua selalu didoakan. Keturunan dengan sifat tersebut tentu merupakan investasi dunia akhirat.

Dalam sebuah hadis diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah Muhammad SAW bersabda.

Jika anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak shalih yang mendoakannya.

Tak hanya itu, motivasi seorang muslim untuk memiliki keturunan yang banyak adalah agar kelak menjadi kebanggaan Rasulullah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Hibban, Hakim dan Ibnu Majah.

Menikahlah dengan perempuan yang penyayang dan subur, karena aku akan (membanggakan) banyaknya umatku (pada Nabi-nabi lain) di hari kiamat.

 

1 dari 3 halaman

Anak Adalah Hak Allah

Sayangnya, kita patut pahami tidak semua orang yang berumah tangga dikaruniai keturunan oleh Allah SWT. Bahkan ada sedikit dari saudara kita yang mengalami kemandulan.

Kita juga patut sadari, memberikan keturunan adalah hak prerogatif Allah. Allah berkehendak penuh memberikan keturunan kepada siapapun.

Jika tidak berkehendak, Allah tidak akan memberikan keturunan kepada mereka. Sehingga, apabila mengalami kemandulan kita perlu sepenuhnya berpasrah diri kepada Allah dan berikhtiar dengan cara yang sesuai syar'i.

 

2 dari 3 halaman

Istighfar

Dalam Islam, kemandulan bisa diobati. Caranya dengan memperbanyak istighfar dan sedekah dibarengi usaha lahiriah seperti memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab kemandulan.

Imam Al Qurthubi menuliskan kisah yang diriwayatkan dari Ibnu Shabih. Kisah itu tertulis dalam kitab At Tadawi bil Istighfar, Ad Du'a, As Sholat, Alquran, As Shaum As Shadaqoh karya Syeikh Hasan Ahmad Al Hamam.

" Seseorang pernah mengadu mengenai kondisi kelaparan kepada Hasan Al-Bashri. Maka beliau berkata kepadanya, ‘Beristighfarlah kepada Allah! Yang lain berkata kepada beliau, “ Berdoalah kepada Allah agar Dia menganugerahiku seorang anak!” Maka beliau berkata kepadanya, “ Beristighfarlah kepada Allah!” Yang lain mengadukan lagi tentang kegersangan kebunnya. Maka beliau berkata kepadanya, “ Beristighfarlah kepada Allah!"

Merasa heran, Rabi’ Bin Shabih berkata kepada beliau, “ Beberapa orang telah mendatangimu untuk mengadukan berbagai macam perkara, namun engkau hanya memerintahkan kepada mereka agar beristighfar?”

Beliau pun menjawab, “ Apa yang telah kuucapkan itu sedikitpun bukan dari diriku sendiri. Sebab, Allah berfirman, “ Maka kukatakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Rabmu, sesungguhnya Dia adalah maha pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai'." (QS. Nuh :10-12)

 

3 dari 3 halaman

Sedekah

Sedekah menjadi pelengkah istighfar agar mendapatkan keturunan. Sebagaimana tercantum dalam hadis riwayat Ad Dailami, Rasulullah Muhammad SAW bersabda,

Sembuhkanlah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.

Dalam hadis lain, Rasulullah bersabda demikian

Sudahkah kamu memperbanyak beristighfar dan bersedekah, kamu akan dikaruniai (anak) berkat keduanya.

Sumber: Bincang Syariah

Beri Komentar