Mengukur Keikhlasan Beribadah

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 5 Maret 2019 15:03
Mengukur Keikhlasan Beribadah
Ikhlas adalah kunci diterimanya ibadah.

Dream - Ibadah adalah kewajiban seorang hamba kepada Allah SWT. Salah satu fungsinya adalah bentuk pengakuan hamba sebagai ciptaan-Nya.

Tidak ada hal lain yang kita kejar dalam beribadah selain ridha Ilahi. Untuk meraih itu, kita diharuskan memurnikan ketaatan untuk terus menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Salah satu syarat ibadah diterima adalah keikhlasan. Sebab, beribadah dengan ikhlas sejatinya adalah perintah Allah, seperti tertuang dalam Surat Al Bayyinah ayat 5.

" Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus. Dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus."

 

1 dari 1 halaman

Ikhlas Sebagai Kunci

Dikutip dari Bincangsyariah, Ibnul Qayyim dalam Al Fawaid membahas pentingnya keikhlasan dalam ibadah. Dalam pandangan Ibnul Qayyim, keikhalasan adalah sesuatu yang tidak diketahui malaikat sampai dicatat dan tidak akan rusak jika tidak diketahui setan.

Juga tidak ada ketakjuban seorang sahabat pada ibadah kita. Apalagi sampai timbul rasa bangga dalam diri.

Keikhlasan merupakan akhlak seorang hamba kepada Tuhannya. Lewat keikhlasan, seorang hamba menyerahkan segala ketaatan dalam ibadahnya semata kepada Allah SWT.

Ibnu Athaillah dalam Al Hikam memberikan pesan mendalam terkait ibadah seseorang. Kejujuran dalam ibadah akan menghantarkan seorang hamba menuju keikhlasan juga menyingkirkan segala hal yang bersifat duniawi.

" Keinginan agar orang mengetahui keistimewaanmu adalah bukti ketidakjujuran dalam ibadahmu."

(ism, Sumber: Bincangsyariah.com)

Beri Komentar
Nggak Ribet, Ini Cara Merawat Hijab Ala Prilia Nur Afrida