Kaligrafi Islam dan Gerakan Budaya Bersih

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 11 Oktober 2018 06:01
Kaligrafi Islam dan Gerakan Budaya Bersih
Kaligrafi bisa menjadi media pendidikan karakter untuk menumbuhkan semangat kebaikan.

Dream - Perkembangan seni kaligrafi Islam di Indonesia dinilai cukup maju. Terdapat makna luhur di balik seni ini yang bisa dijadikan sebagai gerakan kebudayaan.

Pakar Kaligrafi Islam Indonesia, KH Robert Nasrullah, mengatakan setiap huruf dalam kaligrafi memiliki sifat elastis.

Kadang bisa menembus spasi, kadang pula punya beragam bentuk, namun tampak indah tersusun dalam satu kalimat.

" Semua itu memiliki makna kebersamaan, penuh dengan nilai silaturahmi, tolong menolong, saling menyapa, dan jauh dari perpecahan," ujar Nasrullah, dikutip dari Kemenag.go.id.

 Kaligrafi Islam

Dewan juri menilai sejumlah karya kaligrafi Islam dalam MTQ ke-27 Medan (Kemenag.go.id)

Anggota Dewan Hakim Khath Alquran Golongan Dekorasi dan Kontemporer pada Musabaqah Tilawatil Quran ke-27 ini menjelaskan kaligrafi Islam seyogianya menjadi gerakan budaya. Seni menulis indah ini dapat menjadi media untuk pendidikan karakter demi menumbuhkan spirit kebaikan.

" Jadi tidak hanya kaligrafi dalam apresiatif perlombaan pada juara satu, dua dan tiga namun bagaimana kaligrafi bisa mencerahkan nilai-nilai kebaikan di masyarakat," kata Nasrullah.

 

1 dari 1 halaman

Sarana Penyebaran Nilai-nilai Kebaikan

Lewat kaligrafi, ucap dia, seseorang bisa bertambah baik, santun, serta lebih mencintai kepada sesamanya. Bahkan, bukan tidak mungkin kaligrafi bisa menggerakkan budaya pemerintahan yang bersih.

" Tidak hanya sebagai ekspresi keindahan melainkan juga berfungsi secara sosial dan mengajarkan nilai-nilai kebaikan," kata Nasrullah.

 Lomba Kaligrafi Islam

Lukisan kaligrafi Islam karya para santri dibentangkan (Kemenag.go.id)

Seni kaligrafi merupakan salah satu cabang yang dilombakan dalam MTQ. Selama MTQ Medan, lomba ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada Senin-Rabu, 8-10 Oktober 2018.

Ada 254 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti cabang ini, yang terbagi dalam empat golongan yaitu Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, dan Kontemporer. (ism)

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-