Semarakkan Syawal dengan Amalan Sunah Ini

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 6 Juni 2019 18:01
Semarakkan Syawal dengan Amalan Sunah Ini
Terdapat beberapa amalan sunah selain puasa Syawal.

Dream - Memasuki tanggal 2 Syawal, umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa sunah enam hari. Puasa ini melengkapi amalan kita selama Ramadan.

Pahala puasa Syawal sangatlah besar. Jika kita melaksanakannya, maka pahala yang didapat setara dengan puasa setahun penuh.

Namun begitu, Syawal tidak hanya bisa dirayakan dengan puasa sunah. Ada sejumlah amalan lain yang bisa kita lakukan.

Dikutip dari bincangsyariah.com, sholat Idul Fitri termasuk salah satu dari amalan sunah di bulan Syawal. Setiap Muslim bisa menjalankannya, mulai dari anak-anak hingga lansia, wanita suci maupun haid.

Dalam sebuah hadis, Ummu 'Athiyah berkata,

" Rasulullah Muhammad SAW memerintahkan kepada kami pada saat sholat Id (Idul Fitri ataupun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beranjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haid. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haid untuk menjauhi tempat sholat."

 

1 dari 2 halaman

Iktikaf dan Silaturahmi

Amalan berikutnya adalah iktikaf meski sudah melewati bulan Ramadan. Ibnul Qayyim menyebut tujuan pensyariatan iktikaf yaitu agar hati sibuk memikirkan Allah SWT dipenuhi cinta kepada Sang Rabb.

Amalan selanjutnya adalah silaturahmi, mempererat persaudaraan. Silaturahmi mengandung keutamaan baik dari pahala maupun umur, memupuk kasih sayang dan menyambung rezeki.

Dalam hadis riwayat Bukhari dari Ibnu Umar RA disebutkan,

" Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya."

 

2 dari 2 halaman

Menikah

Kemudian, menikah juga jadi amalan sunah Syawal. Syariat menikah pada bulan Syawal ditetapkan Rasulullah Muhammad SAW untuk membantah anggapan orang Arab jahiliah yang menyebut menikah di bulan Syawal membawa kesialan.

Hal itu tercantum dalam hadis riwayat Muslim dari Aisyah RA.

" Rasulullah SAW menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan Ayawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah SAW yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?" (Perawi) berkata, " Aisyah RA dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal."

(ism, Sumber: bincangsyariah.com)

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting