Mertua Ancam Akhiri Pernikahan Menantu, Bisa Dianggap Cerai?

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 9 Juli 2019 20:01
Mertua Ancam Akhiri Pernikahan Menantu, Bisa Dianggap Cerai?
Tidak harmonisnya hubungan mertua dengan menantu kerap terjadi.

Dream - Dalam Islam, perceraian boleh terjadi, meski sangat dibenci oleh Allah SWT. Sebisa mungkin pasangan suami istri menjauhi upaya yang mengarah para perceraian.

Menjalani biduk rumah tangga tentu tidak mudah. Pasangan suami istri akan menghadapi banyak masalah, termasuk pula yang berkaitan dengan mertua.

Terkadang, hubungan antara mertua dengan menantu tidak bisa mulus. Meski sudah terjadi pernikahan, mertua bisa tidak senang dengan menantunya.

Bahkan pada titik puncak, mertua menjadi murka pada menantu. Dalam kondisi itu, seorang mertua sampai mengeluarkan ancaman untuk menceraikan anaknya dari pasangannya.

Tetapi, apakah murka mertua bisa jadi sebab perceraian?

 

1 dari 5 halaman

Sebab Cerai: Fasakh dan Talak

Dikutip dari NU Online, para ulama menyatakan ada dua sebab terjadinya perceraian yaitu fasakh dan talak. Fasakh adalah pembatalan hubungan suami istri disebabkan adanya hal yang menyalahi hukum perkawinan, sedangkan talak adalah perkataan suami sebagai tanda berakhirnya hubungan rumah tangga.

Berdasarkan faktor penyebabnya, fasakh bisa terjadi melalui putusan hakim atau karena kondisi tertentu. Hal ini dibahas dalam Fatwa Dewan Fikih Kuwait, Al Mausuatul Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah.

" Perceraian pada nikah dapat berbentuk fasakh, atau dapat berbentuk talak. Fasakh. Ada fasakh yang terjadi melalui putusan pengadilan. Tetapi ada juga fasakh yang terjadi tanpa harus melalui putusan pengadilan."

 

2 dari 5 halaman

Sebab Terjadinya Fasakh

Contoh fasakh nikah berdasarkan putusan hakim yaitu disebabkan beberapa masalah seperti mahar di bawah standar, salah satu mempelai enggan memeluk Islam.

Sedangkan fasakh tanpa harus melalui pengadilan bisa terjadi sebab masalah seperti pernikahan tanpa saksi, kemurtadan salah satu dari pasangan suami istri, atau terdapat informasi valid suami istri memiliki hubungan mushaharah atau kekerabatan akibat pernikahan keluarganya.

Mazhab Syafi'i memandang tujuan pernikahan adalah kelanggengan rumah tangga di samping kepuasan berhubungan badan. Sehingga, pernikahan menuntut jasmani dan rohani yang sehat di masing-masing pasangan.

Apabila belakangan ditemukan aib di salah satu pihak, maka pihak lainnya berhak membatalkan perkawinan yang sudah terjadi. Artinya, aib yang ada bisa jadi penyebab fasakh.

 

3 dari 5 halaman

Bagaimana dengan Murka Mertua?

Hal ini dijelaskan oleh Taqiyyudin Abu Bakar Al Hishni dalam Kifayatul Akhyar.

" Seorang perempuan dipulangkan karena lima aib, yaitu gila, lepra, kusta, sumbatan daging pada lubang vagina selain saluran kemih, sumbatan tulang pada lubang vagina selain saluran kemih. Seorang laki-laki dipulangkan karena lima aib, yaitu gila, lepra, kusta, kekurangan pada zakar karena terpotong, dan impoten. Tidak diragukan bahwa perkawinan dimaksudkan untuk selamanya. Tujuan utamanya adalah kenikmatan bercinta. Semua aib ini dapat menghalangi terwujudnya tujuan utama, yaitu senggama."

Dari penjelasan ini, murka mertua tidak termasuk di dalamnya. Sehingga, ancaman mertua yang akan memisahkan rumah tangga anak dan menantunya tidak bisa jadi sebab terjadinya fasakh.

Pun demikian dengan talak. Mertua tidak bisa menjatuhkan talak atas pernikahan menantunya. Talak hanya jatuh dari suami kepada istrinya.

Sumber: NU Online.

4 dari 5 halaman

Usai Lebaran, Perceraian Meningkat di Makassar

Dream - Pengadilan Agama Makassar mencatatkan adanya peningkatan permohonan perceraian usai lebaran 2019. Dalam kurun waktu 10-14 Juni 2019, sudah ada 76 gugatan perceraian yang masuk.

" Belum diproses. Data yang masuk itu rata-rata perempuan semua yang mengajukan perceraian," ujar staf PA Makassar yang enggan disebutkan namanya, dikutip dari Bonepos.

Staf tersebut mengatakan dari 76 permohonan cerai yang masuk, 53 gugatan pemohonnya adalah perempuan yang disebut cerai gugat. Sedangkan 19 sisanya diajukan oleh pemohon laki-laki yang disebut cerai talak.

Tetapi, staf tersebut enggan menyebut alasan dari masing-masing gugatan. " Alasannya tentu tidak bisa di-publish karena ini privasi seseroang, namanya (penggugat) saja disembunyikan," kata dia.

Panitera Muda Hukum PA Makassar, Shafar Arfah, mengatakan baru ada 76 permohonan cerai yang masuk dalam kurun sepekan terakhir. Semua permohonan tersebut belum ada yang diproses.

" Banyak alasan mereka melakukan gugatan," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

Banyak Sebab, Salah Satunya Reuni Sekolah

Secara umum, gugatan perceraian terjadi karena sejumlah sebab. Di antaranya perzinahan, menelantarkan pasangan, hukuman penjara, poligami, kekerasan dalam rumah tangga, perselisihan secara terus menerus, kawin paksa, murtad maupun persoalan ekonomi.

Tidak tertutup kemungkinan gugatan perceraian terjadi dipicu reuni dengan mantan rekan sekolah. Seringkali ada orang yang kepincut dengan mantan pacar ketika bertemu saat reuni.

Lebih lanjut, Shafar mengatakan sepanjang Mei, pihaknya mencatatkan adanya 380 permohonan cerai gugat. Dari jumlah tersebut, 17 gugatan dinyatakan dicabut sedangkan 129 gugatan dikabulkan.

Sedangkan jumlah permohonan cerai talak yang diterima PA Makassar pada bulan yang sama sebanyak 126 gugatan. 6 gugatan dicabut sementara 32 gugatan dikabulkan.

" Ada juga laporan yang tidak diterima dan digugurkan," kata Shafar.

Sumber: Bonepos.com

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone