Demi Keluarga, Driver Ojol Berkaki Satu Ini mampu Kerja 10 Jam

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 8 Oktober 2019 18:00
Demi Keluarga, Driver Ojol Berkaki Satu Ini mampu Kerja 10 Jam
Bergabung sebagai driver Grab Food, Syed bisa mandiri sepenuhnya.

Dream - Jika ada niat, pasti ada jalan. Kalimat itu terdengar begitu ringan dan penuh motivasi. Tetapi, apakah kalimat motivasi itu efektif? Jawabannya, tentu saja efektif.

Kalimat tersebut dibuktikan sendiri oleh seorang driver Grab Food satu ini. Dia mampu terus bekerja meski hanya punya satu kaki.

Dikutip dari World of Buzz, keterbatasan fisik tidak menghalanginya mencari rezeki. Driver tersebut bahkan selalu bekerja 10 jam sehari demi keluarganya.

Kisah ini terjadi di Singapura. Driver diketahui bernama Syed ini kehilangan kakinya sejak 12 tahun lalu. Syed tertabrak mobil hingga mengalami luka parah. Saat itu, dia masih berusia 13 tahun.

1 dari 6 halaman

Kakinya Diamputasi Karena Infeksi

Setelah itu, Syed terpaksa berjalan dengan pincang lantaran kakinya tidak sepenuhnya sembuh. Hingga pada 2012, kaki kanan Syed mulai paha hingga telapak kaku harus diamputasi karena mengalami infeksi parah.

Meski hanya punya satu kaki, tekad Syed untuk mencari rezeki demi hidup layak bersama keluarga tidak terbendung. Sayangnya, kesempatan bekerja untuk difabel seperti dia sangatlah terbatas.

Syed akhirnya memutuskan bergabung menjadi driver pengantar Grab Food. Selama empat tahun, dia belajar mengendarai skuter elektrik hingga akhirnya mulai mengirimkan makanan lewat Grab Food.

" Pelanggan yang pesan lewat saya selalu tidak percaya saya hanya punya satu kaki, meskipun saya bicara langsung di awal," kata Syed.

" Hanya ketika saya melakukan pengiriman kembali, mereka menyadari saya difabel. Sebagian dari mereka meminta maaf ke saya," lanjut dia.

2 dari 6 halaman

Pendapatan Sampai Rp810 Ribu Sehari

Setelah mahir menggunakan skuter elektrik, Syed bisa bekerja laiknya driver Grab Food umumnya di Singapura. Bahkan para pelanggan selalu memberikan bantuan kepada Syed.

Ada yang memberinya air minum. Ada pula yang meminta Syed cukup menunggu di lobi apartemen daripada harus susah payah naik tangga untuk mengantarkan makanan.

 Syed

Setiap hari, Syed bekerja mulai pukul delapan pagi hingga dua siang lalu beristirahat. Dia bekerja lagi pukul enam sore sampai sepuluh malam.

Selama sepuluh jam sehari, Syed mendapat penghasilan antara 70-80 dolar Singapura, setara Rp718 ribu-Rp820 ribu. Dengan penghasilan sebesar itu, Syed mampu mandiri.

" Saya mau kerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya. Saya juga menyarankan kepada difabel lain untuk mencoba dan menjadi driver juga," kata dia.

3 dari 6 halaman

Grab Bebaskan Tagihan Penjual Nasi Bebek Korban Order Fiktif Rp40 Juta

Dream - Aplikasi perpesanan Grab menjawab keresahan yang dialami penjual nasi bebek asal kota Malang, Riski Riswandi dan Fitri Dwi Astuti. Pasangan ini mengeluhkan tentang palsu atau order fiktif.

Pemilik Warung Bebek Ciphuk disebut merugi hingga Rp40 juta.

Mendapat laporan tersebut, Grab memastikan pesanan fiktif tersebut tidak akan tercatat sebagai beban biaya bagi pemilik Warung Bebek Ciphuk.

" Grab tidak akan membebankan biaya apapun kepada pihak merchant," tulis Grab dalam keterangan resminya, Jumat, 2 Agustus 2019.

Manajemen Grab memastikan kerugian yang ditimbulkan oknum akan sesegera ditindaklanjuti. Grab juga akan memberikan informasi Riski mengenai peristiwa ini.

" Kejadian ini akan segera ditindak lanjuti karena kemitraan dengan para merchant merupakan prioritas bagi Grab dan merupakan pilar penting dari seluruh kegiatan operasional dan layanan kami," kata dia.

4 dari 6 halaman

Pesanan Ojol Fiktif, Penjual Nasi Bebek Rugi Rp40 Juta

Dream - Sepasang suami istri penjual nasi bebek di kota Malang, Jawa Timur, Riski Riswandi dan Fitri Dwi Astuti, merugi hingga Rp40 juta. Perkaranya, karena pesanan fiktif dari aplikasi ojek online.

Riswandi telah melaporkan masalah pesanan fiktif itu ke Polres Malang Kota. 

Laporan Liputan6.com, Riski dan Fitri merupakan pengelola warung makan Bebek Ciphuk di Pujasera Jalan Tumenggung Suryo, 17 D, Kota Malang.

Ketika hendak direnovasi, pengelola pujasera bersepakat dengan warung untuk tutup hingga perbaikan selesai.

Awal Juli, Fitri melapor secara online ke layanan GrabFood agar menutup akun warung di pujasera itu dan mengajukan pindah alamat.

Pada Sabtu hingga Senin kemarin, ada surat elektronik berisi pemberitahuan laporan total transaksi. Dalam sehari nilai transaksi yang terjadi sebesar Rp10 juta hingga Rp15 juta. Total keseluruhan transaksi tersebut kurang lebih Rp40 juta.

" Padahal warung saya kan tutup, tentu saja tidak pernah melayani pembelian apapun," kata dia.

5 dari 6 halaman

Cetak Nota Palsu

Dari rincian laporan itu terdapat detail transaksi pembelian dalam satu hari. Anehnya setiap transaksi selalu sebesar Rp125 ribu. Antara satu transaksi hanya berselang dalam beberapa detik hingga 15 menit saja.

Dugaan Riski dan Fitri terhadap kemungkinan pesanan fiktif menguat karena ditelepon pengemudi transportasi daring.

" Pengemudi itu mungkin berempati ke saya. Setelah itu segera saya cek ke bekas lokasi warung," kata dia.

Riski dan Fitri mengecek kondisi bekas warungnya pada Selasa, 30 Juli 2019. Di warung tersebut, banyak pengemudi ojol yang membawa nota palsu pembelian Bebek Ciphuk. Para pengemudi ojol itu tunggang langgang ketika diperiksa.

" Mereka cetak sendiri memanfaatkan layanan aplikasi kasir pintar," kata Fitri.

6 dari 6 halaman

Enggan Membayar

Kerugian yang dialami Riski yaitu porsi pembayaran dalam aplikasi ojol. Sebagai mitra pengelola Bebek Ciphuk wajib membayar 20 hingga 25 persen dari total transaksi tersebut.

Riski dan Fitri enggan membayar tanggungan itu lantaran sama sekali tidak pernah melayani transaksi sebenarnya.

Kepolisian Resor Kota Malang sendiri belum mau memberikan keterangan perihal laporan kasus pesanan fiktif ini. Sementara salah satu perwakilan Grab tidak menjawab saat dihubungi melalui telepon selulernya.

(Sumber: Liputan6.com/Zainul Arifin)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik