Meski Menjijikkan, Apakah Dahak Tergolong Najis?

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 17 Januari 2019 17:02
Meski Menjijikkan, Apakah Dahak Tergolong Najis?
Terdapat satu riwayat menjelaskan sahabat menggosokkan dahak Rasulullah SAW ke kulit mereka.

Dream - Mulut, organ yang berfungsi sebagai jalan masuknya makanan dan alat manusia untuk berkomunikasi. Organ ini selalu dalam kondisi basah.

Mulut selalu mengeluarkan cairan yang disebut sebagai air liur. cairan ini berfungsi untuk membunuh bakteri dan melindungi gigi dan gusi, serta membantu memudahkan pencernaan makanan.

Dalam kondisi tertentu, terkadang mulut mengeluarkan cairan kental. Kita lazim mengenalnya dengan dahak.

Cairan ini biasa muncul ketika kita sedang sakit batuk. Bentuknya yang kental dan berwarna putih kekuning-kuningan terkadang membuat kita merasa jijik.

Namun demikian, apakah dahak termasuk najis?

 

1 dari 2 halaman

Ada yang Berpendangan Suci

Dikutip dari Bincang Syariah, para ulama menyatakan air ludah adalah suci. Hukum ini juga berlaku untuk dahak.

Salah satu dasanya adalah riwayat yang disebutkan Imam Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari.

" Dan Nabi SAW tidak berdahak kecuali dahak tersebut jatuh pada tangan seseorang dari sahabat. Kemudian dia menggosok-gosokkan dahak tersebut ke mukanya dan kulitnya."

Riwayat di atas menunjukkan dahak tidaklah najis. Jika najis, tentu Rasulullah sudah melarang para sahabat untuk menyentuh dahak apalagi sampai menggosokkannya ke kulit.

 

2 dari 2 halaman

Pendapat yang Menyatakan Najis

Meski demikian, ada sebagian ulama yang mengatakan air ludah dan dahak adalah najis. Selama dua cairan tersebut sudah lepas dari mulut.

Salah satu ulama yang mengemukakan pendapat ini adalah Imam Nakha'i. Air ludah dan dahak dihukumi suci apabila masih berada di mulut, namun jika keluar maka termasuk najis.

Perbedaan pandangan ini juga dicantumkan Imam Ibnu Hajar dalam kitabnya.

" Tujuan dari riwayat ini adalah istidlal atau pengambilan dalil atas kesucian air ludah dan semisalnya. Sebagian ulama menukil adanya ijmak tentang kesucian air ludah, akan tetapi Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dengan sanad shahih dari Ibrahim Al Nukha'i bahwa air ludah itu tidak suci. Ibnu Hazm berkata, ‘Shahih dari Salman Al Farisi dan Ibrahim Al Nakha'i bahwa air liur ketika berpisah dari mulut, maka dihukumi najis."

(ism, Sumber: Bincang Syariah)

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna