Meski Tangan Tak Sempurna, Tulisan Arab Bocah Ini Bikin Kagum

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 9 Januari 2020 18:00
Meski Tangan Tak Sempurna, Tulisan Arab Bocah Ini Bikin Kagum
Alif selalu bersemangat menuntut ilmu.

Dream - Terlahir dengan kondisi tubuh tak sempurna tentu bukan keinginan semua orang. Tetapi, ada kelebihan di balik setiap kekurangan.

Bocah asal Malaysia, Alif Firdaus, membuat kagum warganet lewat tulisan tangannya. Sementara dia terlahir dengan kondisi tangan yang tidak sempurna.

Ketika lahir, Alif divonis dokter mengidap epidermolysis bullosa atau kulit rapuh. Penyakit ini membuat kulit Alif cepat mengelupas.

Selain itu, jari-jari Alif tidak bisa terbentuk dengan sempurna. Empat jari di tangan kanan dan kiri bocah tumbuh seperti melekat satu dengan lainnya.

Tetapi, rupanya Alif mendapat keistimewaan dari Tuhan. Bocah itu mampu menulis Surat Al Fatihah dengan bentuk yang indah.

Alif© Siakapkeli

Sang ibu membagikan tulisan Alif lewat akun Facebooknya, Ruz Dyah. Dia menyebut tulisan Arab Alif sangat indah, bahkan tidak bisa disamai dengan tulisannya maupun anak-anaknya yang lain.

" Walaupun jari jemari adik tidak sempurnya seperti anak-anak lain tapi tulisan adik tetap cantik, kalah abang dan kakak... tulisan umi pun tak secantik tulisan adik," tulis Dyah.

1 dari 5 halaman

Jari-jari Menempel

Dyah mengakui bisa menulis tangan sebenarnya merupakan hal sulit buat Alif. Sebab, jari-jemari sang putra sudah melekat.

" Tapi adik tetap semangat... semoga adik selalu di bawah lindungan Allah," kata Dyah.

Tulisan Alif© Siakapkeli

Dyah juga bangga kepada Alif. Meski punya fisik yang kurang sempurnya, Alif adalah anak yang mandiri dan ceria.

Tak hanya itu, Alif juga sangat bersemangat untuk belajar di sekolah. Bagi Dyah, Alif tidak pernah patas arang dalam menimba ilmu.

Sumber: Siakapkeli

2 dari 5 halaman

Sedekah Nasi Bungkus Jadi Amalan Terakhir Pria Ini Jelang Ajal Menjemput

Dream - Seorang pria asal Banyumas, Jawa Tengah, Subhan Rosyid jadi korban tabrak lari. Dia meninggal di tempat ketika motor yang dikemudikannya mengalami kecelakaan di daerah Karangrau.

Akun Facebook Muhammad Faizar mengunggah kabar meninggalnya Subhan. Diketahui, Subhan adalah anggota tim dakwah Arsyada Al-Fattah.

Faizar menuliskan kesannya kepada Subhan. Dia tahu betul seperti apa sosok Subhan dalam kehidupan keseharian.

" Saya bersaksi bahwa selama bp Subhan masih hidup, beliau tak pernah putus sholat tahajud,"  ujar Faizar.

 

3 dari 5 halaman

Tak Putus Sholat Malam

Dia juga mengatakan kebiasaan sholat malam dilakukan Subhan dalam kondisi apapun. Termasuk ketika saat kelelahan karena perjalanan dakwah.

" Beliau adalah sosok anggota teladan yang penuh kesederhanaan dan ketawadhuan... Aktivitas terakhir belliau membagi-bagikan amanah umat berupa sedekah nasi bungkus di area Kota Purwokerto,"  kata dia.

Subhan Rosyid© Siakapkeli

Faizar kemudian mendoakan yang terbaik untuk Subhan.

" Selamat menghadap Allah Ar Rahim dengan penuh ketenangan dan kedamaian pak Subhan.. kami merindukanmu, semoga Alah pertemukan kita semua di surgaNya kelak tanpa merasakan adzab,"  tulis Faizar.

Sumber: Siakapkeli

4 dari 5 halaman

Rohimah Tak Malu Jadi Pemulung, 2 Anak Kuliah, 1 SMA Favorit

Dream - Bagi sebagian orang, memulung mungkin jadi profesi yang dipandang sebelah mata. Setiap hari harus berurusan dengan sampah jadi hal yang menjijikkan.

Hal ini tidak berlaku bagi Rohimah Dollah, 54 tahun. Wanita asal Rantau Panjang, Kelantan, Malaysia ini bahkan mengantarkan tiga anaknya meraih sukses berbekal hasil memulung.

Dikutip dari World of Buzz, Rohimah pertama kali memulung pada 2003 lalu. Dia mengaku banyak orang mencibir pekerjaannya.

Tetapi, dia memilih mengabaikan cibiran tersebut. Alhasil, dia mampu membesarkan anak-anaknya dengan baik.

Ketiga anak Rohimah duduk di bangku pendidikan yang mentereng karena berhasil meraih nilai memuaskan dalam ujian negara.

Dua anaknya sudah kuliah, sedangkan yang terakhir kini tengah menempuh pendidikan setingkat SMA di sebuah sekolah favorit.

 

 

5 dari 5 halaman

Tak Punya Uang Beli Susu

Rohimah mengatakan sang suami telah meninggal sehingga dia terpaksa jadi orangtua tunggal.

Sebelum meninggal, suaminya bekerja di sebuah desa dan keduanya terpisah jauh.

" Waktu itu, saya ingin membeli susu karena anak-anak lapar. Saya harus menunggu suami saya pulang di malam hari," ucap dia.

Ketika suaminya tiba, Rohimah akan meminta uang untuk beli susu. Sayangnya, seringkali suaminya tidak punya cukup uang.

" Saya mulai mengumpulkan barang bekas seperti botol, kaleng dan lain-lain dari tetangga," kata Rohimah.

 

Beri Komentar