Kisah Ahli Kubur Berharap Kiriman dari Ibunya yang Masih Hidup

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 28 April 2020 15:12
Kisah Ahli Kubur Berharap Kiriman dari Ibunya yang Masih Hidup
Shalih menyampaikan mimpinya kepada sang ibu dari pemuda meninggal tersebut.

Dream - Shalih Al Mursi tengah berjalan menuju Masjid Jami' untuk melaksanakan sholat subuh. Kebetulan, malam itu adalah malam Jumat.

Dalam perjalanannya menuju masjid, Shalih Al Mursi melewati maqbarah dan berdiri terdiam hingga fajar muncul. Dia pun melaksanakan sholat, lalu merasakan kantuk yang sangat.

Disebutkan dalam kitab An-Nawadir karya Syekh Syihabuddin bin Salamah al-Qalyubi, saat tertidur Shalih melihat para penghuni kubur dalam maqbarah yang ia lewati tadi berhamburan keluar dengan berpakaian putih. Mereka duduk bergerombol saling bercerita.

Dalam mimpinya itu Shalih menyaksikan ada satu pemuda yang berpakaian lusuh duduk sendirian dan terlihat sedih. Tidak lama kemudian Shalih menyaksikan sekelompok orang yang bergerombol itu mendapatkan piring yang ditutupi sapu tangan.

Setiap orang mendapatkan jatah satu piring. Pada saat yang sama, pemuda yang terlihat bersedih tadi tidak mendapatkan apa-apa lalu ia pun pergi dan masuk ke dalam kuburannya.

 

1 dari 4 halaman

Ahli Kubur yang Sedih

Shalih bergegas memburu pemuda tadi untuk menanyakan sesuatu yang menimpanya.

“ Wahai Hamba Allah, aku melihatmu sangat bersedih, sebenarnya apa yang yang terjadi padamu?” tanya Shalih kepada pemuda itu.

“ Wahai Shalih, apakah tadi kamu melihat piring-piring yang dibagikan?” jawab pemuda itu yang diiyakan oleh Shalih.

Pemuda tadi menceritakan piring-piring tersebut merupakan kiriman dari orang yang hidup untuk orang yang sudah wafat. Dikatakannya, setiap orang hidup yang bersedekah dan berdoa ditujukan untuk orang yang sudah wafat, maka doa dan sedekah itu akan disampaikan kepada ahli kubur setiap hari Jumat dalam bentuk piring.

" Aku adalah orang asing yang berasal dari negara Hindi dan berniat akan melaksanakan ibadah haji bersama ibuku, namun sayangnya ketika baru sampai Bashrah aku meninggal dan dikuburkan di sini," imbuhnya.

 

2 dari 4 halaman

Sang Ibu Menikah Lagi

Pemuda itu bercerita beberapa waktu setelah dia mati, ibunya menikah lagi dan sibuk dengan suami barunya. Hingga melupakan sang pemuda yang tiada lain adalah anak kandungnya sendiri.

" Ibuku tidak pernah berdoa dan bersedekah untukku seakan dia tidak punya anak, sungguh dunia telah membuatnya lalai,” keluhnya.

“ Di mana alamat rumah ibumu?” tanya Shalih yang langsung dijawab pemuda itu dengan sebuah alamat lengkap.

Shalih kemudian terbangun dan langsung berangkat menuju alamat yang disampaikan oleh pemuda yang ada dalam mimpinya itu.

 

3 dari 4 halaman

Tangis Sedih Sang Ibu

Saat sampai di rumah ibunya, Shalih membuka dialog dengan sebuah pertanyaan.

“ Apakah kamu punya seorang anak?”

“ Tidak,” jawab perempuan yang menjadi ibu pemuda itu.

Tidak lama kemudian Shalih mengulangi pertanyaan serupa.

“ Apakah kamu punya seorang anak?”

Sebelum menjawab pertanyaan, perempuan itu menghela napas yang cukup panjang.

“ Iya, saya punya anak tapi dia sudah meninggal semasa muda.”

Ibu itu kemudian menangis sampai air matanya bercucuran setelah mendengarkan cerita Shalih yang bermimpi bertemu dengan anak dari ibu itu.

“ Anak itu adalah darah dagingku, perutku menjadi tempatnya dulu, ASI dariku menjadi makanan dan minumannya, dan pangkuanku menjadi tempat duduknya,” kata sang ibu sambil menangis.

 

4 dari 4 halaman

Sedekah 1.000 Dirham

Tidak lama kemudian ibu itu memberikan 1.000 dirham dan meminta Shalih agar disedekahkan untuk anaknya.

“ Demi Allah setelah ini aku tidak akan melupakannya dan akan selalu bersedekah dan berdoa untuknya di sisa umurku,” kata sang ibu.

Shalih kemudian pamit dan melaksanakan amanat ibu dari pemuda itu; bersedekah 1.000 dirham untuk anaknya. Pada hari Jumat berikutnnya, seperti biasa Shalih berangkat menuju masjid jami’ untuk melaksanakan shalat subuh.

Kejadian sebelumnya ternyata terulang kembali, Shalih tertidur usai melaksanakan shalat.

Saat tertidur, Shalih kembali melihat para ahli kubur berhamburan keluar dan bertemu lagi dengan pemuda yang sebelumnya lusuh dan bersedih, namun kali ini pemuda tersebut berpakaian putih dan terlihat sangat bahagia.

“ Wahai Shalih, semoga Allah membalas kebaikanmu, sesungguhnya hadiah sedekah 1.000 dirham telah sampai kepadaku,” ujarnya.

Sumber: NU Online

Beri Komentar