Mimpi Sholat Berjamaah 3 Hari Berturut-turut dan Hidup Lagi Setelah Sakaratul Maut, TNI Ini Putuskan Mualaf

Reporter : Sugiono
Kamis, 28 Oktober 2021 09:12
Mimpi Sholat Berjamaah 3 Hari Berturut-turut dan Hidup Lagi Setelah Sakaratul Maut, TNI Ini Putuskan Mualaf
Hidayah menyapa Pak Nur Muhammad secara ajaib dan luar biasa, tanpa perantaraan manusia. Hanya melalui mimpi-mimpi yang awalnya dianggap aneh baginya.

Dream - Sebuah video yang berkisah tentang perjalanan spiritual seorang anggota TNI baru-baru ini viral di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @kgs818 sebagai sebuah inspirasi bagi warga Muslim untuk mempertebal iman.

Sambil duduk-duduk di teras sebuah rumah, pemilik akun @kgs818 mewawancarai anggota TNI bernama Nur Muhammad tersebut.

Pak Nur adalah anggota TNI yang sudah sering diterjunkan di berbagai wilayah di Indonesia, mulai di Aceh, Poso, hingga Timor Timur.

Namun yang menarik dari perjalanan hidup Pak Nur adalah kisah dia saat mendapat hidayah untuk memeluk agama Islam.

Kisah ajaib Pak Nur yang memeluk Islam, bukan melalui perantara manusia. Melainkan lewat mimpi dan kisah aneh yang dialaminya.

Orang memeluk Islam biasanya lewat seorang Muslim. Mereka bertanya dan belajar tentang Islam dari Muslim tersebut sebelum menjadi mualaf.

Namun berbeda dengan cerita Pak Nur yang mendapatkan hidayah dengan cara yang mungkin di luar nalar manusia.

1 dari 7 halaman

Berawal dari Mimpi Aneh, Sholat Berjamaah Tiga Hari Berturut-turut

Sebelum bercerita kisah hidupnya yang unik, Pak Nur memperkenalkan dirinya saat masih menjadi non-Muslim.

" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, nama I Made Merwate. Nama asli saya. Alhamdulillah dapat hidayah pas waktu bertugas di Timor Timur tahun 1998," kata Pak Nur membuka kisahnya.

Pak Nur mengatakan sebelum mendapat hidayah masuk Islam, dia bertugas di Sektor Timur, daerah Lospalos, Timor Timur.

Dari sinilah awal Pak Nur mulai mengalami mimpi yang aneh. Pak Nur mengaku dia bermimpi menjalankan sholat fardhu.

Padahal sebagai non-Muslim, dia sama sekali tidak tahu apa sholat itu dan bagaimana menjalankannya.

Namun di dalam mimpi yang datang selama tiga hari berturut-turut itu, Pak Nur selalu menjalankan sholat fardhu.

Yang lebih aneh, setiap kali mimpi sholat fardhu, Pak Nur berjamaah dengan rekan-rekannya di kesatuan.

" Tiap malam mimpi sholat fardhu. Mimpi sholatnya berjamaah. Temen saya jadi imam, saya jadi makmum," kata Pak Nur.

Mimpi itu dirasa sangat aneh oleh Pak Nur. Namun dia mendiamkan perasaannya hingga satu hari bertemu dengan seniornya Kopral Mursalim.

© Dream
2 dari 7 halaman

Cerita Senior tentang Mimpi Dijemput Dua Kereta Kerajaan

Sore menjelang Maghrib, Kopral Mursalim ini bercerita kalau dia semalam bermimpi tentang Pak Nur.

Dalam mimpinya itu, Kopral Mursalim melihat dua kereta kerajaan datang hendak menjemput Pak Nur.

Kereta pertama dinaiki seorang perempuan berjubah putih. Sedangkan yang satunya keretanya kosong.

Namun saat menjemput Pak Nur, kedua kereta tersebut dihadang oleh empat ekor anjing.

" 'Maka jadilah kereta itu menjemput kamu, pulanglah kereta itu' begitu katanya.

" Begitu dia selesai menceritakan mimpinya, seolah-olah saya ini langsung bisa mengartikan arti mimpi tersebut," ujar Pak Nur.

3 dari 7 halaman

Tiba-tiba Bisa Ucap Innalillahi, Alami Sakaratul Maut

Ajaibnya, Pak Nur tiba-tiba mampu mengucapkan Innalillahi wa innalillahi roji'un dengan lancar seperti seorang Muslim.

Padahal sebelumnya Pak Nur tidak tahu sama sekali arti ucapan itu dan bagaimana mengucapkannya dengan fasih.

Begitu selesai mengucapkan Innalillahi, seluruh badan Pak Nur tiba-tiba terasa dingin. Rohnya seperti berjalan sampai di leher.

" Tiba-tiba badan saya kok rasanya dingin. Kok tiba-tiba napasnya rasanya berat. Kayak seperti (tersangkut) di leher.

" Saya ngomong sama temen. Cuma ngomongnya putus-putus sudah. Kayak orang sakaratul maut ya begitulah," kata Pak Nur.

© Dream
4 dari 7 halaman

Waktunya Dijemput Yang Maha Kuasa

Pak Nur kemudian berbincang kepada Komandan Peleton agar menyampaikan pesannya kepada kedua orangtuanya di Bali.

" Tolong sampaikan kepada kedua orangtua saya, bahwa saya tidak bisa lagi pulang ke rumah.

" Bahwa saya sudah waktunya dijemput dengan Yang Maha Kuasa. Waktunya sudah sampai," kata Pak Nur waktu itu seolah sudah tahu akan meninggal dunia.

Pak Nur mengatakan waktu berbicara seperti itu dia mengaku seperti tidak sadar. Danton dan teman-teman yang mendengar berusaha menyadarkannya.

Tapi Pak Nur sepertinya sudah siap kalau memang pada sore hari itu dia meninggal dunia.

" Waktunya saya sudah dijemput, sudah ditunggu. Sudah mau sampai, sudah waktunya," kata Pak Nur.

5 dari 7 halaman

Dengar Bisikan Suruh Masuk Islam

Singkat cerita, di luar kesadarannya, Pak Nur duduk di dalam pos dan melepas semua pakaiannya kecuali celana dalamnya. Sementara Danton dan teman-temannya menunaikan sholat Maghrib.

" Cuma di dalam duduk itu pikiran saya plong, tenang, kosong, nggak ada beban sama sekali.

" Di saat itulah seperti ada yang membisiki, kayak ada yang ngomong 'De kamu sebenarnya sudah mati, sekarang yang ada ini cuma jasadmu aja, rohmu sebenarnya nggak ada," kenangnya.

Bisikan di telinganya itu kemudian meminta Pak Nur untuk menjadi Muslim malam itu juga. Pak Nur pun kaget dan seperti terbangun dari matinya.

Dengan masih memakai celana dalam saja, Pak Nur segera mendatangi Dantonnya dan langsung minta dibimbing untuk masuk Islam malam itu juga.

" Izin Danton, sekarang ini juga saya minta baju yang bersih baju yang suci, karena malam ini juga saya jadi orang Muslim," kata Pak Nur kepada Dantonnya.

© Dream
6 dari 7 halaman

Istigfar Semalam Suntuk, Ucap Kalimat Syahadat

Tentu saja sang Danton sangat terkejut dengan permintaan tersebut karena baru saja Pak Nur pamit meninggal sebelum Maghrib tadi.

Begitu memakai baju, sarung dan kopiah pemberian Danton, Pak Nur tiba-tiba bisa mengucap Istigfar. Dia mengucapkan Istigfar itu semalam suntuk.

" Satu malam suntuk, nggak tidur, nggak merasa ngantuk. Istigfar saja semalam suntuk itu.

" Nah, besok paginya Alhamdulillah langsung baca Syahadat. Danton bilang 'De kamu namamu diganti ya. Ya udah kamu namamu Nur Muhammad aja'" ," kenang Pak Nur.

Kabar keislaman Pak Nur pun menyebar dan menjadi viral di kesatuan dia ditempatkan hingga membuat gempar satu batalyon.

7 dari 7 halaman

Belajar Sholat Seminggu, Baca Alquran Sebulan

Begitu menjadi mualaf, Pak Nur langsung tancap gas. Dia pun belajar wudhu dan sholat dengan sepenuh hatinya.

Hebatnya, hanya butuh waktu satu minggu belajar, Pak Nur sudah bisa mengerjakan wudhu dan sholat sendirian.

Namun Pak Nur tak puas hanya bisa wudhu dan sholat. Dia pun mulai belajar membaca Alquran dari temannya yang kebetulan lulusan pesantren.

Meski hanya pakai buku tulis tanpa buku Iqra, Pak Nur mampu membaca Alquran setelah belajar huruf hijaiyah selama satu bulan.

Kisah mualaf Pak Nur Muhammad ini pun viral dan mengundang komentar netizen. Mereka sangat terharu sekaligus terinspirasi dengan kisah mualaf menakjubkan Pak Nur yang sekarang menetap di Sungai Tabuk, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Sumber: TikTok

© Dream
Beri Komentar