Tak Mampu Biayai Pemakaman, Sang Ibu Cuma Bisa Dekap Jenazah Bayinya

Reporter : Sugiono
Selasa, 22 Juni 2021 12:02
Tak Mampu Biayai Pemakaman, Sang Ibu Cuma Bisa Dekap Jenazah Bayinya
Semalaman, dia mendekap bayi malang berusia 3 bulan sambil terus menangis.

Dream - Seorang ibu hanya mampu mendekap jenazah bayi laki-lakinya yang berusia tiga bulan semalaman yang meninggal akibat demam tinggi.

Sang ibu terpaksa harus memeluk putra kecilnya itu semalaman untuk mengurus jenazah anaknya karena tak mampu membiayai pemakamannya.

Peristiwa yang sangat mengharukan tersebut terjadi di sebuah rumah warga miskin di Kampung Bangau-Bangau, Semporna, Sabah, Malaysia.

1 dari 4 halaman

Cuma Bisa Dekap Jenazah Bayi karena Tak Mampu Biayai Pemakamannya

Pemakaman bayi malang itu akhirnya dibantu seorang relawan dari Rumah Ngaji, lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat, yang mengetahui kemalangan yang menimpa keluarga tersebut.

Menurut Laili Basir, Pendiri Rumah Ngaji, mereka membantu mengurus jenazah bayi laki-laki tersebut dengan bantuan tiga ustaz dari desa lain.

Sang ibu dilaporkan tinggal di rumah itu bersama dengan anak perempuan lainnya yang baru berusia dua tahun.

2 dari 4 halaman

Baru Tahu Saat Lewat depan Rumah

Seorang relawan mengetahui kejadian menyedihkan itu saat melewati rumah ibu tersebut yang terus menangis.

Saat ditanya, ibu yang tak disebutkan namanya itu menjelaskan bahwa bayinya telah meninggal dan dia tidak mampu mengurus jenazahnya karena tidak punya apa-apa.

Tak punya biaya, ibu cuma bisa dekap jenazah bayinya.© Iamlejen.com

Laili juga menambahkan, pihaknya bergegas mengurus bayi tersebut dan dikuburkan pada pukul 13.30 waktu setempat.

3 dari 4 halaman

Hidup Susah Selama Suami Dipenjara

Ibu tersebut dikabarkan masih dalam kondisi trauma dan mengaku sudah meminta bantuan beberapa orang sebelumnya.

Menurut sang ibu, keluarganya mengalami kesusahan setelah suaminya menjalani hukuman penjara selama satu tahun karena terlibat masalah Narkoba.

Keluarga tersebut akhirnya dibantu dengan diberikan sembako selama dua bulan serta bantuan lain yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

4 dari 4 halaman

Membantu Mereka yang Ingin Belajar Agama

Lebih lanjut Laili menjelaskan bahwa Rumah Ngaji yang dijalankannya telah banyak membantu masyarakat setempat.

Terutama bagi mereka yang tidak mempunyai identitas diri untuk belajar agama sejak beberapa tahun lalu.

Pihaknya juga telah bekerja sama dengan beberapa LSM di Semenanjung Malaysia untuk mengumpulkan dana guna membantu mereka yang membutuhkan.

(Sumber: Iamlejen)

Beri Komentar