Mitos dan Fakta Hagia Sophia, Bangunan Megah yang Kini Jadi Masjid

Reporter : Ulyaeni Maulida
Jumat, 17 Juli 2020 17:33
Mitos dan Fakta Hagia Sophia, Bangunan Megah yang Kini Jadi Masjid
Hagia Sophia telah resmi dialihfungsikan kembali menjadi masjid oleh Presiden Erdogan.

Dream - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, telah menetapkan Hagia Sophia berfungsi sebagai masjid. Erdogan menyatakan Hagia Sophia tetap terbuka bagi Muslim, umat Kristen, maupun warga asing. Tetapi, warga Turki berhak untuk menjadikan Hagia Sophia sebagai masjid.

Hagia Sophia dibangun 1.500 tahun lalu sebagai katedral bagi umat Kristen Ortodoks. Bangunan kolosal tersebut dialihfungsikan sebagai masjid setelah Kekaisaran Ottoman menaklukkan Konstantinopel, sekarang bernama Istanbul, pada 1453.

Pemerintah Sekuler Turki di bawah kepemimpinan Mustafa Kemal Attaturk mengubah fungsi Hagia Sophia dari tempat ibadah menjadi museum pada 1934. Fungsi sebagai masjid kemudian dikembalikan oleh Erdogan pada 10 Juli lalu.

Namun dibalik perubahan fungsinya, terdapat beberapa mitos dan juga fakta dibalik bangunan megah Hagia Sophia.

1 dari 2 halaman

Mitos Hagia Sophia: Baik dikalangan Muslim dan Nasrani

Hagia Sophia© Pixabay.com

Mitos dikalangan umat Muslim terkait Hagia Sophia adalah kehadiran Nabi Khidhir AS, hadir saat Muhammad Al-Fatih melakukan sholat Jumat pertama kali di dalam Hagia Sophia. Hadirnya Nabi Khidir dikatakan untuk meluruskan arah kiblat yang pada saat itu tidak menghadap ke Ka’bah.

Sedangkan mitos dari kalangan umat Nasrani adalah Hagia Sophia dibangun oleh Nabi Sulaiman bersama para pengikutnya baik dari kalangan jin dan manusia.

Mitos lain Hagia Sophia dari umat Kristiani bahwa Hagia Sophia mempunyai 361 pintu. Diantara pintu itu terdapat 101 pintu dengan mantra-mantra sihir. Dan salah satu pintunya terbuat dari kayu yang sama saat pembuatan kapal Nabi Nuh.

2 dari 2 halaman

Fakta Hagia Sophia: Gereja menjadi masjid, museum, hingga kembali menjadi masjid

Hagia Sophia© Pixabay.com

Hagia Sophia dibangun pada 532-537 M sebagai gereja Kristen Ortodox di bawah Kekaisaran Bizantium, Justinian I. Bangunan kolosal tersebut kemudian dialihfungsikan sebagai masjid setelah Kekaisaran Ottoman menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453, yang sekarang bernama Istanbul.

Kemudian Pemerintah Sekuler Turki di bawah kepemimpinan Mustafa Kemal Attaturk mengubah fungsi Hagia Sophia dari tempat ibadah menjadi museum pada 1934. Semenjak dialihfungsikan menjadi museum, terdapat banyak lambang dari dua agama didalam Hagia Sophia. Kedua simbol keagamaan tersebut, berpadu dengan harmonis dalam satu bangunan yang sama.

Lalu, Hagia Sophia kembali dialihfungsikan menjadi masjid yang diresmikan oleh Presiden Erdogan pada Jumat, 10 Juli lalu. Dan umat Islam bisa kembali sholat di Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut pada 24 Juli 2020. 

Meskipun terdapat beberapa pertentangan dari beberapa pihak terkait keputusan Erdogan tersebut. Salah satunya dari Dewan Gereja Sedunia mengirim surat kepada Erdogan, mengungkapkan kesedihan dan kegelisahan. Mereka pun meminta Erdogan untuk mengubah keputusannya.

" Sebagai museum Warisan Dunia, Hagia Sophia telah menjadi tempat keterbukaan, pertemuan, dan inspirasi bagi orang-orang dari semua bangsa," demikian pernyataan Sekretaris Jenderal Sementara Dewan Gereja Dunia, Ioan Sauca, dalam surat yang dirilis pada Sabtu kemarin.

 

(Diambil dari berbagai sumber)

 

 

Beri Komentar