Muazin Baca Doa Usai Azan, Boleh Keras?

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 21 Oktober 2018 18:02
Muazin Baca Doa Usai Azan, Boleh Keras?
Doa azan bukan bagian dari azan.

Dream - Usai azan, setiap orang dianjurkan untuk membaca doa. Ini agar Allah memberikan keberkahan kepada kita usai azan berkumandang.

Anjuran ini juga berlaku kepada para muazin. Mereka juga membaca doa usai azan.

Tetapi, karena posisinya dekat dengan pengeras suara, doa tersebut terdengar keras. Sementara, doa azan dianjurkan dibaca lirih dan untuk pribadi masing-masing.

Lantaran doa itu tersiar lewat pengeras suara, ada yang memprotes. Mereka menyatakan muazin telah melakukan kesalahan berupa membaca doa azan secara keras.

Lantas, apakah hal ini dibenarkan?

Dikutip dari Islami, Mufti Saudi memang mengeluarkan fatwa terkait pembacaan doa azan. Berikut fatwanya.

" Doa setelah azan bentuknya adalah individu (dibaca sendiri-sendiri), tidak dibaca dengan suara bersama-sama. Dan bagi muazin tidak boleh mengeraskan doa azan, agar tidak dikira sebagai azan."

 

1 dari 1 halaman

Ini Penjelasannya

Fatwa itu mencantumkan alasan pelarangan muazin membaca doa azan dengan suara keras, yaitu agar tidak dikira bagian dari azan. Sementara doa azan bukanlah bagian dari azan itu sendiri.

Lafal azan tergolong singkat, sedangkan bacaan doa azan cukup panjang. Jika sudah diketahui bedanya, maka hukumnya menjadi berubah sesuai kaidah fikih berikut.

" Hukum terletak pada illat (alasannya), baik itu berlakunya hukum atau tidak."

Dalam hal ini, illat mengenai kekhawatiran doa dikira bagian azan sudah gugur. Sehingga, muazin boleh membaca doa azan meski tersiar lewat pengeras suara.

Selengkapnya...

(ism)

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis