Mufti Malaysia Haramkan Main Mesin Capit Boneka: Sama dengan Judi

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 10 Oktober 2019 20:00
Mufti Malaysia Haramkan Main Mesin Capit Boneka: Sama dengan Judi
Zulkifli menyatakan terdapat unsur mengundi nasib.

Dream - Jika berkunjung ke area bermain di pusat perbelanjaan, terkadang bisa ditemukan mesin claw atau mesin permainan berhadiah boneka.

Sebelum bermain, pengguna diharuskan memasukkan koin terlebih dulu. Lalu, menggerakkan lengan robot untuk mengambil boneka.

Lengan robot itu digerakkan menggunakan tuas yang ada di bagian depan mesin. Sedangkan untuk mencapit boneka digunakan tombol.

Boneka yang tercapit lalu dibawa dan dijatuhkan ke lubang. Setelah itu, boneka dapat dimiliki pemain.

Mesin ini cukup populer dan diminati banyak orang. Tetapi, Mufti Malaysia, Datuk Sri Zulkifli Mohammad Al Bakri, mengeluarkan fatwa terkait penggunaan mesin ini.

1 dari 5 halaman

Ada Unsur Judi

Dikutip dari Siakapkeli, Zulkifli memulai uraiannya dengan mencantumkan hadis riwayat Abu Daud dari Al Nu'man bin Bashir RA.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, " Sesungguhnya perkara yang halal dan haram itu jelas, di antara keduanya ada perkara-perkara yang syubhat, yang tidak jelas hukumnya."

Zulkifli hendak mengingatkan adanya perkara yang statusnya samar dalam syariat. Perkara ini terdapat pada hal-hal yang terlihat halal.

Ulama rujukan umat Islam Malaysia itu menyatakan praktik permainan mesin claw mengandung unsur judi yang diharamkan dalam Islam. Dia mengutip pendapat Syeikh Al Marahi yang menyatakan judi dapat memicu permusuhaan dan kebencian.

" Biasanya, mereka memusuhi orang yang menang dan gembira di atas kesedihan orang lain," tulis Zulkifli.

 

2 dari 5 halaman

Bahaya Judi

Dia menjelaskan, perbuatan judi cenderung melanggar hak orangtua, istri dan anak-anak. Mereka pada akhirnya menjadi bahan cemoohan dan kebencian.

" Menang judi bisa membuat orang menjadi kaya. Akan tetapi, perbuatan ini juga bisa memeras orang berharta karena orang yang kalah pertama kali akan terpacu untuk melakukan kedua kalinya dengan harapan akan menang di kesempatan yang lain," tulis dia.

" Terkadang, kemenangan itu tidak pernah didapat hingga hartanya habis sama sekali. Pada saat itu, dia akan menjadi fakir lagi miskin, kemudian menjadi musuh mereka yang mengalahkannya," tulis Zulkifli.

3 dari 5 halaman

Mengundi Nasib

Selanjutnya, Zulkifli mengatakan mesin claw mengabaikan hak pembeli dalam memiliki barang yang diinginkan dengan harga yang setimpal. Situasi ini melanggar prinsip-prinsip jual beli, salah satunya hak khiar (pilihan).

" Kami cenderung mengatakan hukum permainan mesin claw adalah haram dan dilarang. Ini karena permainan tersebut secara langsung mengabaikan hak pemain selaku pembeli untuk memilih barang yang diinginkan setimpal dengan harga yang dibayar," kata Zulkifli.

" Di samping itu, permainan seperti ini lebih pada keberuntungan nasib pemain dimana permainan seperti ini tidak dibenarkan dalam Islam," lanjut dia.

Sumber: Siakapkeli.my

4 dari 5 halaman

Doa Agar Lisan Terhindar dari Ucapan Buruk

Dream - Setiap Muslim perlu menjaga dirinya dari segala hal buruk. Baik itu pikiran dan perbuatan. Lebih penting lagi menjaga lisan.

Sebagai makluk yang selalu alpa, manusia sering kali tak sadar mengucapkan kalimat yang menyakiti orang lain.  Seringkali kita tidak sadar dengan ucapan yang keluar dari mulut. Kita menganggapnya sebagai ucapan biasa saja.

Saat menyakiti hati orang lain, setiap ucapan yang terlontar tentu tak bisa lagi dihapuskan. Lisan yang buruk dapat menimbulkan masalah yang besar.

Tetapi berbeda halnya dengan orang lain. Bisa jadi, ucapan kita dinilai buruk sehingga menimbulkan kebencian.

Tidak sedikit kasus orang berseteru bahkan sampai saling bunuh. Penyebabnya karena ucapan buruk yang keluar dari salah satu orang.

Sehingga, kita harus terus berusaha agar lisan terjaga dari segala ucapan buruk. Tidak ketinggalan, dianjurkan membaca doa ini.

5 dari 5 halaman

Doa Menjaga Lisan

 doa jaga lisan

Allahummaj'al shamti fikran wa nuthqi dzikran.

Artinya,

" Wahai Allah, jadikanlah diamku berpikir, dan bicaraku berdzikir."

Beri Komentar
20 OKT 2019 | 13:30 WIB - Pelantikan Presiden & Wakil Presiden RI 2019-2024