Niat Jenguk Ibu di RS, Ketiga Bocah Ini Malah Kehilangan Ayah

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 21 Desember 2020 19:00
Niat Jenguk Ibu di RS, Ketiga Bocah Ini Malah Kehilangan Ayah
Kendaraan sang ayah ditemukan berhenti di pinggir jalan dengan kondisi 2 orang anak kecil menangis dan satu bayi berada di kursi penumpang.

Dream - Kabar duka datang dari tiga orang anak kecil yang ditinggal pergi untuk selamanya oleh sang ayah.

Menurut informasi, sang ayah meninggal secara mendadak lantaran terkena serangan jantung saat dalam perjalanan bersama ketiga anaknya untuk menjenguk sang istri di rumah sakit.

Kendaraan mereka ditemukan berhenti di pinggir jalan. Beruntung, ada seorang wanita Jepang menemukan dua anak pria itu yang menangis dengan bayi duduk di kursi penumpang kendaraan.

“ Ayah saya meninggal, ayah saya meninggal,” adalah satu-satunya kata yang bisa diungkapkan oleh anak kecil itu di tengah semua tangisannya.

1 dari 4 halaman

Wanita Jepang yang menemukan kedua anak itu bergegas meminta bantuan orang sekitar untuk memanggil ambulans.

Setibanya ambulans di tempat kejadian, petugas medis melaporkan bahwa pria tersebut meninggal di kursi pengemudi karena serangan jantung.

Menurut akun Twitter @milosuma, insiden itu dilaporkan terjadi di Bukti Pantai, Bangsar, Malaysia.

Sumber: World of Buzz

2 dari 4 halaman

Ditolak 7 Rumah Sakit, Ibu Meninggal Bersama Bayi dalam Kandungan

Dream – Peristiwa memilukan menimpa seorang wanita hamil yang harus meregang nyawa bersama bayi dalam kandungannya, karena tidak segera mendapat perawatan medis.

Rupanya ia telah ditolak oleh tujuh rumah sakit yang coba didatangi. Tujuh rumah sakit yang menolaknya adalah RS Bantaeng, RS Jeneponto, RS Takalar, RS Labuang Baji, RS Kartini, RS Ananda, dan RS Pelamoni.

Haerul, kerabat Hartina menjelaskan awalnya ia dibawa ke Puskesmas Bontobangun, Bulukumba.

“ Awalnya Hartina dikirim ke Puskesmas Bontobangun Bulukumba tapi kasusnya dirujuk ke RS Bantaeng. Namun RS Bantaeng menolak menerimanya begitu sampai di pintu masuk. Setelah itu kami bawa ke RS Jeneponto dan RS Takalar, tapi ditolak juga untuk perawatan lebih lanjut,” ujarnya.

3 dari 4 halaman

Terus mendapat penolakan dari rumah sakit

Hartina kemudian dilarikan ke RS Labuang Baji Makassar namun ditolak lagi karena tidak melakukan tes skrining covid-19.

Mereka pun menuju RS Kartini, namun kembali ditolak dengan alasan tidak ada fasilitas Intensive Care Unit (ICU). Setelah itu, mereka mendatangi RS Ananda dan berakhir dengan penolakan yang sama.

Hartina akhirnya mendapat perawatan di RS Pelamoni. Namun, ia hanya diberi bantuan oksigen dan anti-kejang saat berada di ambulans.

“ Ia tidak diturunkan dari ambulans. Hartina malah dibawa ke RS Wahidin tapi meninggal sebelum ditempatkan di bangsal bersalin,” ungkap Haerul.

4 dari 4 halaman

Penjelasan dari pihak rumah sakit

Sementara itu, Manajer Pelayanan Medik RS Ananda, Fira mengatakan, RS tidak memiliki fasilitas intensif untuk Hartina.

“ Saat sampai di rumah sakit, dokter mencoba memeriksa Hartina di dalam kendaraan dan menemukan dia mengalami kejang dan tekanan darah tinggi,” katanya.

“ Dalam situasi seperti itu, kami merasa dia membutuhkan peralatan perawatan intensif. Dan peralatan itu tidak tersedia di rumah sakit kami. Karena itu, kami meminta anggota keluarga Hartina untuk merujuknya ke RS Labuang Baji,” terangnya kembali.

Sementara itu, Kepala Pelayanan Manajemen Medik RSUD Bantaeng, Dr Hikmawati membantah menerima kedatangan pasien bernama Hartina.

“ Kami sudah mengecek catatan kehadiran tapi tidak ada pasien bernama Hartina yang terdaftar. Kalau ada, tentu informasinya ada di catatan kita,” ujarnya.

(Sumber: worldofbuzz.com)

Beri Komentar