Keutamaan Nisfu Sya'ban, Beserta Bacaan Niat Puasa dan Doa Malam Nisfu Sya'ban

Reporter : Sugiono
Jumat, 19 April 2019 06:02
Keutamaan Nisfu Sya'ban, Beserta Bacaan Niat Puasa dan Doa Malam Nisfu Sya'ban
Berikut penjelasan tentang amalan dan keutamaan malam Nisfu Sya'ban, lengkap dengan bacaan niat puasa dan doa malam Nisfu Sya'ban.

Dream - Salah satu momen penting dan begitu dinantikan umat Islam di bulan Sya'ban adalah malam Nisfu Sya'ban atau malam 15 Sya'ban.

Malam Nisfu Sya'ban ini diyakini umat Islam sebagai momen saat tersebarnya banyak pahala.

Karena itulah masyarakat Islam Nusantara akan menyambut malam Nisfu Sya'ban dengan berbagai amalan, termasuk menjalankan puasa sunnah.

Amalan berpuasa di malam Nisfu Sya'ban termasuk salah satu yang dianjurkan untuk memuliakan datangnya bulan Sya'ban.

Nisfu Sya'ban 2019 atau Nisfu Sya'ban 1440 Hijriah jatuh pada tanggal 19-21 April 2019. Salah satu amalan sunah tersebut adalah puasa di pertengahan bulan yang dilaksanakan mulai 13, 14, dan 15 Syaban. Puasa ini juga disebut dengan Ayyamul Bidh.

Secara umum, bulan Sya'ban adalah salah satu bulan yang mulia dalam Islam. Bulan ke-8 dalam penanggalan Islam ini berada di antara Rajab dan Bulan Suci Ramadan.

1 dari 4 halaman

Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban

Salah satu keistimewaan dari bulan Sya'ban adalah waktu dinaikkan berbagai amalan manusia ke langit.

Ada hadits dari Usamah bin Zaid yang menanyakan alasan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sangat bersemangat melakukan puasa di bulan Sya'ban.

" Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, bulan Sya'ban – bulan antara Rajab dan Ramadan - adalah bulan di saat manusia lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan." (HR. An-Nasa'i no. 2359). Al-Hafizh Abu Thahir menyebut hadits ini hasan.

Syeikh Nawawi Al Bantani dalam Nihayatuz Zain menjelaskan sebagai berikut.

" Bulan paling utama adalah Ramadan, kemudian Muharram, lalu Rajab, selanjutnya Zulhijah, kemudian Zulqa'dah, lalu Sya'ban. Ucapan mereka dilihat secara zahir mengatakan bahwa pada bulan selain yang disebutkan kesunahannya sama."

Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki dalam Ma Dza fi Sya'ban menjelaskan pada malam-malam Nisfu Sya'ban, Allah mengampuni dosa orang yang memohon ampunan, mengasihi mereka yang memohon kasih, menjawab setiap doa, meringankan penderitaan orang susah, dan membebaskan orang dari neraka.

Karena itu, sangat dianjurkan untuk menjalankan amalan ibadah sunah sebagai bekal merayakan malam Nisfu Sya'ban. Amalan yang paling lazim dikerjakan adalah puasa sunah di siang hari.

Untuk menghidupkan malamnya, dapat dengan memperbanyak ibadah dan doa, baik sendiri maupun berjamaah.

2 dari 4 halaman

Bacaan Niat Puasa Malam Nisfu Sya'ban

Hukum menjalankan puasa malam Nisfu Sya'ban merupakan sunnah. Tentu, sebelum memulai sangat dianjurkan membaca niat puasa malam Nisfu Sya'ban.

Kita dianjurkan untuk melafalkan bacaan niat puasa malam Nisfu Sya'ban di malam harinya. Berikut ini bacaan niat puasa malam Nisfu Sya'ban:

NAWAITU SHAUMA GHADIN 'AN ADA'I SUNNATI SYA'BANA LILLAAHI TA'ALA.

Artinya: Aku berniat puasa sunah Sya'ban esok hari karena Allah SWT

Apabila terlewat membaca niat, misalkan tidak bisa bangun sahur namun sangat ingin puasa Nisfu Sya'ban, maka boleh melafalkan bacaan niat pada pagi hari.

Berikut lafal bacaan niat puasa Nisfu Sya'ban ketika matahari sudah terbit:

NAWAITU SHAUMA HADZAL YAUMI 'AN ADA'I SUNNATI SYA'BANA LILLAHI TA'ALA.

Artinya: Aku berniat puasa sunah Sya'ban hari ini karena Allah SWT.

Demikian tadi bacaan niat puasa malam Nisfu Sya'ban yang bisa dilafalkan oleh Sahabat Dream.

3 dari 4 halaman

Bacaan Doa Puasa Malam Nisfu Sya'ban

Amalan yang bisa dikerjakan di malam Nisfu Sya'ban selain berpuasa adalah memperbanyak doa, zikir, dan membaca Alquran.

Berikut adalah salah satu bacaan doa puasa malam Nisfu Sya'ban yang bisa dilafalkan oleh Sahabat Dream.

ALLAAHUMMA YAA DZAL MANNI WALAA YUMANNU ALAIKA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM, YAA DZATH THAULI WAL IN AAM. LAA ILAAHA ILLAA ANTA, DHAHRUL LAAJIIN, WA JAARUL MUSTAJIIRIIN, WA AMAANUL KHAA IFIIN.

ALLAAHUMMA IN KUNTA KATABTA NII INDAKA FII UMMIL KITAABI SYAQIYYAN AW MAHRUUMAN AW MATHRUUDAN AW MUQTARRAN ALAYYA FIR RIZQI, FAMHULLAA HUMMA BI FADLLIKA SYAQAAWATII WA HIRMAANII WA THARDII WAQ TITAARI RIZQII WA ATS-BITNII INDAKA FII UMMIL KITAABI SAIIDAN MARZUUQAN MUWAFFAQALLIL KHAIRAAT.

FA INNAKA QULTA WA QAULUKAL HAQQU FII KITAABIKAL MUNAZZALI ALAA NABIYYIKAL MURSALI, YAMHUL LAAHUMAA YASYAA U WA YUTSBITU WA INDAHUU UMMUL KITAAB.

ILAAHII BITTAJALLIL AADHAMI FII LAILATIN NISHFI MIN SYAHRI SYABAANIL MUKARRAMIL LATII YUFRAQU FIIHAA KULLU AMRIN HAKIIM WA YUBRAM, ISHRIF ANNII MINAL BALAA I MAA ALAMU WA MAA LAA ALAM WA ANTA ALLAAMUL GHUYUUBI BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR RAAHIMIIN.

Artinya: Ya Allah, Dzat Pemilik anugerah, bukan penerima anugerah. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Wahai dzat yang memiliki kekuasaan dan kenikmatan. Tiada Tuhan selain Engkau: Engkaulah penolong para pengungsi, pelindung para pencari perlindungan, pemberi keamanan bagi yang ketakutan.

Ya Allah, jika Engkau telah menulis aku di sisi-Mu di dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka atau terhalang atau tertolak atau sempit rezeki, maka hapuskanlah, wahai Allah, dengan anugerah-Mu, dari Ummul Kitab akan celakaku, terhalangku, tertolakku dan kesempitanku dalam rezeki, dan tetapkanlah aku di sisi-Mu, dalam Ummul Kitab, sebagai orang yang beruntung, luas rezeki dan memperoleh taufik dalam melakukan kebajikan.

Sungguh Engkau telah berfirman dan firman-Mu pasti benar, di dalam Kitab Suci-Mu yang telah Engkau turunkan dengan lisan nabi-Mu yang terutus: " Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan apa yang dikehendakiNya dan di sisi Allah terdapat Ummul Kitab."

Wahai Tuhanku, demi keagungan yang tampak di malam pertengahan bulan Sya’ban nan mulia, saat dipisahkan segala urusan yang ditetapkan dan yang dihapuskan, hapuskanlah dariku bencana, baik yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi, demi RahmatMu wahai Tuhan Yang Maha Mengasihi.

4 dari 4 halaman

Amalan Yang Dianjurkan Saat Nisfu Sya'ban

Selain puasa, ada tiga amalan yang bisa dikerjakan di malam Nisfu Sya'ban. Amalan pertama adalah membaca doa, berdasarkan hadis riwayat Al Baihaqi dari Abu Bakar, Rasulullah Muhammad SAW bersabda,

" (Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam Nisfu Sya'ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan)."

Amalan kedua, memperbanyak berzikir dengan lafal syahadat. Dua kalimat ini bagus dibaca kapan saja, terutama di malam Nisfu Sya'ban. Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan demikian.

" Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya."

Amalan ketiga, lebih banyak mengucap istighfar. Kalimat ini bisa menjadi pembuka pintu ampunan atas segala dosa.

" Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya’ban dan malam pertengahannya. Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Alquran dan hadis. Pada bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan."

Demikianlah penjelasan soal amalan dan keutamaan malam Nisfu Sya'ban, beserta bacaan niat puasa dan doanya

Dirangkum dari berbagai sumber

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham