Deddy Cirbuzier Pindah Agama, Haruskah Mualaf Ganti Nama?

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 24 Juni 2019 20:01
Deddy Cirbuzier Pindah Agama, Haruskah Mualaf Ganti Nama?
Berganti nama merupakan fenomena yang kerap terjadi pada mualaf.

Dream - Hidayah akhirnya mendatangi pesohor, Deddy Corbuzier. Akhir pekan lalu, Deddy mengucapkan syahadat dan resmi menjadi seorang muslim. Dua nama yaitu Ahmad dan Muhammad diusulkan menambah namanya selama ini. 

Nama punya peranan penting bagi diri setiap orang. Hal ini menjadi identitas yang melekat pada seseorang.

Lewat nama, kita bisa mudah mengenali seseorang. Selain itu, bagi sebagian orang, nama juga menjadi jalan untuk mengetahui jalur keturunan.

Pentingnya memiliki nama tentu disadari oleh semua orang. Tanpa melihat latar belakang apapun, setiap bayi yang lahir akan mendapatkan namanya masing-masing.

Pun demikian dalam Islam. Bahkan Islam menyatakan nama pada seseorang mengandung doa dan harapan dari orangtuanya.

Terdapat fenomena tersendiri pada non-Muslim ketika menjadi mualaf. Tidak hanya memeluk Islam, mereka juga mengubah namanya menjadi nama baru yang terkesan Islami.

Tetapi, apakah hal ini memang sebuah keharusan?

1 dari 6 halaman

Anjuran Memberi Nama Baik

Dikutip dari Bincang Syariah, terdapat anjuran bagi setiap Muslim untuk memberikan nama-nama mengandung makna terpuji bagi anak-anaknya. Salah satu dasarnya yaitu hadis riwayat Abu Darda'.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, " Kalian akan dipanggil di hari kiamat dengan nama kalian dan nama ayah kalian. Maka perbaguslah nama kalian."

Nama yang sebaiknya diganti adalah nama yang mengandung makan buruk. Terutama tidak mengandung kekufuran.

Terkait mualaf, terdapat perbedaan pendapat di kalangan. Sebagian ulama menyatakan seorang mualaf harus ganti nama, sedangkan sebagian lainnya menyatakan tidak perlu berganti nama.

 

2 dari 6 halaman

Mengenai Ketentuannya

Mengenai hal ini, Syeikh Abdullah bin Baz memiliki pendapat demikian.

" Jika namanya tidak baik (menurut agama), maka disyariatkan untuk merubah namanya setelah masuk Islam. Karena, perubahan nama ini menjadi penanda yang jelas telah berpindah agamanya ia menjadi Islam. Karena, ia (boleh jadi) akan ditanya kenapa mengganti namanya, maka diketahuilah kalau ia masuk Islam. Kemudian, nama yang ia miliki saat masih kafir (belum beriman) boleh jadi tidak sesuai (dengan ciri keislaman), maka digantilah dengan nama-nama yang Islami, seperti Shalih, Ahmad, Abdullah, Abdurrahman, Muhammad dan sebagainya. Jika namanya menunjukkan kalau ia " menghamba" kepada selain Allah, misal 'Abd al-Masih, 'Abd az-Zahrah, 'Abd Musa, 'Abd Isa, ini wajib diubah karena tiada yang disembah kecuali Allah. Maka wajib diubah dengan nama semisal Abdullah, Abdurrahman, dan semacamnya. Adapun jika namanya tidak mengandung unsur menghamba kepada selain Allah, namun nama-nama itu dikenal sebagai nama-nama orang non-Muslim, maka yang lebih baik adalah menggantinya."

Pendapat di atas menunjukkan ketentuan mengenai pengubahan nama bagi seorang mualaf. Sehingga, nama seorang mualaf bisa tidak diubah selama tidak mengandung makna buruk atau menghamba kepada selain Allah.

Sumber: bincangsyariah.com

3 dari 6 halaman

Nama Muhammad dan Segala Keistimewaannya

Dream - Ketika cucunya lahir ke dunia, Abdul Muthalib membawa bayi itu ke Kabah. Di hadapan banyak orang Mekah kala itu, Abdul Muthalib mendeklarasikan nama cucunya adalah Muhammad.

Masyarakat Mekah kala itu sempat protes karena Muhammad bukanlah salah satu nama dari berhala-berhala. Saat itu memang ada tradisi di masyarakat Mekah harus menamai anak mereka dengan nama-nama berhala.

Rupanya, Muhammad atau nama kecilnya Ahmad adalah nama sakral. Nama ini ternyata bukan pemberian manusia, melainkan disampaikan Allah kepada kakek dan ibu dari bayi yang kelak menjadi junjungan umat Islam sedunia itu.

Dalam Sirah Nabawiyyah yang disusun oleh Ibnu Hisyam, ibunda Rasulullah, Sayyidah Aminah mengaku pernah didatangi malaikat saat mengandung. Kepada Sayyidah Aminah, malaikat itu menyampaikan pesan demikian.

" Sesungguhnya kau sedang mengandung pemimpin umat ini. Maka, ketika ia terlahir ke dunia, ucapkanlah, 'aku memohon perlindungan untuknya kepada Tuhan yang Maha Esa, dari kejahatan setiap orang yang hasud,' dan namai ia Muhammad."

4 dari 6 halaman

Mimpi Abdul Muthalib

Demikian halnya dengan Abdul Muthalib. Dia mendapatkan nama Muhammad dalam mimpinya ketika tidur.

Dalam tidurnya, Abdul Muthalib melihat rantai emas keluar dari punggungnya. Ujung rantai itu menyebar ke langit, bumi, timur dan barat, lalu menjadi pohon yang setiap daunnya bercahaya. Semua penduduk di timur dan barat bergantung kepadanya.

Atas dasar mimpi itulah, Abdul Muthalib menamai cucunya dengan Muhammad. Nama yang asing dan sama sekali tidak dikenal oleh penduduk Mekah kala itu.

5 dari 6 halaman

Nabi Adam AS Melihat Nama Muhammad di Arsy

Imam Ibnu Rajab Al Hambali mengabadikan sebuah riwayat mengenai nama Muhammad dalam kitabnya Latha'if Al Ma'arif fi ma lli Mawasim Al Am min Al Wadha'if. Riwayat itu menyebutkan Nabi Adam AS telah melihat nama Muhammad tercatat di Arsy.

" Riwayat ini mengindikasikan bahwa Nabi SAW pada waktu itu dikeluarkan dari punggung Adam dan (diangkat menjadi) nabi, lalu Adam mengambil perjanjian (dari)nya. Riwayat tersebut berisi dalil atas dikeluarkannya keturunan Adam dari punggungnya, dan mengambil perjanjian dari mereka sebelum ditiupkan ruh kedalam Adam. Riwayat (pendapat seperti) ini berasal dari Salman Al Farisi dan (ulama) lainnya dari generasi salaf. Dalil pendukungnya adalah zahir (lafad) firman Allah (Al A’raf: 11), 'Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, 'Bersujudlah kamu kepada Adam'."

6 dari 6 halaman

Makna Nama Muhammad

Muhammad adalah nama istimewa dalam segi manapun. Termasuk dari segi huruf-huruf yang membentuknya.

Imam Syamsuddin Al Safiri Al Syafi'i dalam Al Majalis Al Wa'dhiyyah fi Syarh Ahadits Khair Al Bariyyah min Shahih Al Imam Al Bukhari menjelaskan demikian.

" (Nama) Muhammad terdiri dari empat huruf. Hikmahnya adalah agar sesuai dengan (nama) Allah Ta'ala, karena jumlah Lafdul Jalalah adalah empat huruf seperti (nama) Muhammad."

Sumber: NU Online

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie