Pakai Cincin Akik, Wudhu Tidak Sah?

Reporter : Puri Yuanita
Kamis, 10 Desember 2015 20:17
Kaidah yang berlaku dalam aturan wudhu, bahwa jika ada bagian anggota wudhu yang tertutupi benda tertentu, sehingga menghalangi air untuk mengenai kulit, maka wudhunya batal dan wajib diulang.

Dream - Ada anggapan dari sebagian masyarakat bahwa memakai cincin akik bisa menjadi salah satu penyebab tidak sahnya wudhu seseorang. Lantas benarkah begitu? Berikut ulasannya.

Kaidah yang berlaku dalam aturan wudhu, bahwa jika ada bagian anggota wudhu yang tertutupi benda tertentu, sehingga menghalangi air untuk mengenai kulit, maka wudhunya batal dan wajib diulang.

Dari Umar bin Khatab RA, beliau menceritakan, " Ada seseorang yang berwudhu lalu dia membiarkan seluas satu kuku di jari kakinya tidak terkena air. Rasulullah SAW memperhatikannya dan menyuruhnya, 'Kembali, ulangi wudhumu dengan baik'. Orang Ini pun mengulangi wudhunya, lalu dia salat." (HR. Muslim 243)

Dalam riwayat Ahmad, diceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah melihat seseorang salat, sementara di punggung kakinya ada selebar koin yang belum tersentuh air. Kemudian beliau menyuruh orang ini untuk mengulangi wudhunya. (HR. Ahmad 15495 dan dinilai hasan oleh Syuaib al-Arnauth).

Berdasarkan hadis di atas, para ulama menegaskan bahwa wudhu tidak sah, jika masih ada bagian anggota wudhu yang tidak terkena air. Meskipun itu hanya seluas koin atau kuku di jari kaki. Ketika wudhu batal, maka shalat yang dikerjakan juga batal.

Sementara soal cincin akik, ini bisa saja menutupi bagian jari tangan sehingga tidak terkena air sehingga menyebabkan batalnya wudhu.

Ini bisa disaksikan, ketika ada cincin akik yang besar, dipakai agak ketat sehingga menutupi permukaan kulit. Jika terjadi semacam ini, pemakai akik dianjurkan untuk melepaskan cincinnya ketika berwudhu dan memastikan seluruh permukaan jari tangannya terkena air. Dengan demikian wudhunya sah.

Selengkapnya baca di sini.     (Ism) 

2 dari 6 halaman
Beri Komentar
#MovieTalk Aruna & Lidahnya - 'Ada Apa Ya?' (Part 1)