Siang Buruh, Malam Ngejar Akhirat

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 11 Juni 2020 14:00
Siang Buruh, Malam Ngejar Akhirat
Kesibukan mencari nafkah pun tak membuat waktu mereka untuk Al-Qur’an dan para santri berkurang.

Dream - Deski Ayu dan Sopian adalah sepasang suami istri yang berprofesi sebagai buruh pabrik di Medan, Sumatera Utara. Keduanya menghidupi keluarga dengan hasil keringat bekerja menjadi buruh.

Meski memiliki tanggung jawab untuk mengurus rumah, Deski tetap ingin membantu sang suami mencari nafkah. Semua itu ia lakukan agar perekonomian keluarnya stabil di masa pandemi Covid-19.

Hidup dengan gaji sebagai buruh tak membuat pasangan ini berkecil hati, malahan mereka selalu berusaha menebar manfaat. Pasutri ini memiliki seorang anak angkat yang merupakan ponakan Deski.

Deski sudah merawat dirinya sejak kecil, maka anak itupun telah mereka anggap seperti anak mereka sendiri. Cara itulah yang pasutri ini lakukan untuk membantu adik Deski.

1 dari 6 halaman

Jadi Guru Ngaji

Jika Sahabat Dream masih belum terkesan dengan kisah mereka di siang hari, kalian mungkin akan terkesan dengan kisah mereka kala malam tiba. Deski dan Sopian bukan lagi seorang buruh, melainkan seorang guru ngaji.

" Saya sama suami mengajar ngaji anak-anak di rumah. Alhamdulillah, santrinya hanya 12 anak," kata Deski.

Keduanya telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan ilmu mereka, untuk anak-anak di sekitar tempat tinggalnya. Kesibukan mencari nafkah pun tak membuat waktu mereka untuk Alqur’an dan para santri berkurang.

Meski penghasilan yang mereka terima dari pabrik tak banyak, Deski dan Sopian tetap bersikukuh untuk terus menjadi pengajar ngaji. Lebih menggetarkan hati lagi karena keduanya juga tak mengharap upah dari santri yang mereka didik.

2 dari 6 halaman

Dapat Dana Bantuan

Melihat hal tersebut, PPPA Daarul Qur’an Medan menyempatkan untuk singgah di kediaman mereka sembari menyampaikan bantuan dari para donatur. Harapannya, dari bantuan tersebut, Deski dan Sopian dapat terbantu dan terus istiqamah berdakwah.

“ Semoga keberkahan selalu terlimpah curah pada Bu Deski sekeluarga,” ucap Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an Medan, Faisal Azhar Harahap.

Sementara itu, Direktur Utama PPPA Daarul Qur’an, Abdul Ghofur, mengajak seluruh masyarakat agar setia mendampingi para guru ngaji di pelosok daerah.

" Sebab, merekalah para pejuang Qur’an yang sebenarnya. Melalui tangan-tangan mereka, kelak akan hadir para pemimpin bangsa yang hebat dan hafal Al-Qur’an," pungkasnya.

 

3 dari 6 halaman

Masya Allah, Guru Ngaji Meninggal Dunia Saat Baca Al-Quran

Dream- Seorang pengajar Al-Quran yang dicintai dan dihormati di Kota Nazzill, Turki, meninggal dunia ketika sedang membaca Al-Quran di bulan Ramadhan. Foto kematiannya yang menghias jagat maya dianggap sebagai sebuah kematian terindah.

Haji Mehmed Ali Seflek, meninggal saat sedang membaca Al-Quran pada hari Selasa, 28 April 2020. Bertepatan dengan bulan yang agung nan Mulia, Bulan Ramadhan.  Penyair Dursun Ali membagikan kabar wafatnya Mehmed Ali Seflek melalui akun sosial medianya.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Dursun Ali Erzincanl mengatakan, “ Sebagaimana cara hidupmu, begitu pula cara matimu”. Dia mengatakan Ali Seflek wafat ketika sedang sibuk dengan Al-Quran.

Mehmed Ali Seflek, lahir pada tahun 1926 di desa Hirka di distrik Tavas di Denizli. Ia adalah salah satu tokoh yang dicintai di Nazilli, kota terbesar kedua di Provinsi Aydin.

4 dari 6 halaman

Dedikasikan Hidupnya untuk Al-Quran

Ali Seflek, telah berhidmat sebagai guru Al-Quran di masa-masa paling sulit di Republik Turki, di mana adzan diubah, membaca Al-Quran dilarang, dan masjid-masjid menjadi gudang di Turki.

Dia memberikan pelajaran Al-Quran kepada ribuan muridnya di Nazill. Darinya telah lahir banyak para hafidz di Turki.

Ali Seflek meninggal pada malam Selasa dan dikuburkan di komplek pemakaman Nazilli. Namun sumber lain mengatakan, ia dipindahkan dari Masjid Koca dan dimakamkan di Pemakaman Egriboyun.

kematian ali seflek© Sumber : (twitter/Dursun Ali)

Wafatnya guru al-Quran kharismatik ini telah membuat masyarakat di daerahnya begitu berduka. Mereka kehilangan seorang guru yang memiliki kepribadian yang luar biasa.

Lahir pada tahun 1926 di desa Hirka, distrik Tavas Denizli Turki, Mehmed Ali Seflek memang dikenal sebagai sosok guru yang langka dan hafidz al-Quran. Hampir seluruh masa hidupnya ia dedikasikan secara total untuk mengabdi mengajarkan al-Quran. Lewat tangan dinginnya pula kemudian lahir ratusan hafidz al-Quran di Turki.

5 dari 6 halaman

Idap Alzheimer tapi Ingat Ayat Quran

Dan yang lebih menarik lagi dari sosok Ali Seflek, dikutip dari Heberler, seperti diungkapkan kerabatnya, ternyata beberapa tahun terakhir ia telah menderita penyakit alzheimer, yakni penyakit otak yang mengakibatkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan bicara, serta perubahan perilaku secara bertahap. Akibat penyakit yang dideritanya ini, Ali Seflek nyaris lupa dengan semua sahabat dan kenalanannya.

Namun hebatnya, meskipun ia mengindap penyakit alzheimar, tetapi ia sama sekali tidak lupa dengan hafalan ayat-ayat al-Qur’an. Jika ada yang memulai membaca sebuah ayat al-Qur’an, maka secara spontan dia akan melanjutkan membaca ayat al-Quran itu dengan sangat lancar dan fasih. Bahkan ia pun secara akurat masih bisa menerjemahkan ayat-ayat al-Quran yang dibacanya.

”Kematian yang indah …Salah satu tokoh yang paling dicintai Nazilli, ratusan dan para hafidz, Haji Ali Seflek, kepala sekolah, meninggal sehari sebelum membaca Al-Quran. Semoga Ali Seflek Hodja mendapatkan rahmat saat dia sibuk dengan Al-Quran. Semoga ditempatkan di Surga, ” kata seorang netizen. 

6 dari 6 halaman

Muslim Indonesia Turut Merasa Kehilangan

 teuku wisnu© Sumber : (instagram/Teuku Wisnu)

Berita ini juga turut mengundang simpati artis Indonesia, Teuku Wisnu yang mengunggah foto guru ini di Instagram miliknya.

“ Inna Lillahi wa inna Ilaihi roji'un. Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu.Haji Ali Safik Rahimahullah, beliau adalah seorang hafizh dan juga pengajar Alquran di Turki. Atas izin Allah melalui perantara beliau ada ratusan orang menjadi penghafal Alquran.

Baru saja di bulan ramadhan yang mulia ini beliau menghembuskan nafas terakhirnya saat membaca Alquran dengan wajah tertelungkup di atas mushaf. Allahu Akbar, sungguh kematian yang indah.
Semoga Allah merahmati beliau dan menerima segala amalan shalihnya," tulisnya dalam instagram.

Beri Komentar