Pelukan Terakhir Kakak

Reporter : Ayik
Kamis, 6 November 2014 09:45
Pelukan Terakhir Kakak
Tak disangka waktu itu terakhir kalinya Kakak dan Adik bertemu dan bersama. Adik dibawa oleh seorang warga, sedangkan Kakak menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit karena penyakit demam dan 'angin

Dream - Di keheningan dan dinginnya angin malam menemani kakak beradik yang masih berusia 9 dan 6 tahun itu di tempat tinggalnya yang sebatang kara. Langkah kecil kaki mereka menelusuri gelapnya malam.

Sebuah kenyataan pahit dua hari lalu membuat mereka semakin terpuruk. Ibunda tercinta telah meninggal dunia. Sang ayah telah lama berpulang. 

Hari semakin malam, angin semakin menusuk tulang. " Ka, aku sangat lapar," kata si adik.
" Tidurlah, esok pagi kita pasti makan," jawab sang kakak menenangkan. 

Rintih halus hujan perlahan membasahi tubuh keduanya. Perut si kakak mulai terasa lapar dan tak sanggup melawan kedinginan malam.

Mereka harus kuat menjalani detik demi detik, karena tak ada satupun sanak keluarga yang mereka miliki. Keduanya telah diusir dari kontrakan pasca-meninggalnya ibunda. 

Ketika matahari menampakan sinarnya, si adik terbangun saat mendengar rintihan kesakitan kakak. Tangisan adik sontak mengundang perhatian warga sekitar. Warga yang melihat kondisi keduanya nampak kelaparan dan kedinginan segera memberikan baju dan makanan.

Panas tubuh kakak membuatnya segera dilarikan ke rumah sakit. Tak disangka waktu itu terakhir kalinya kakak beradik itu bertemu dan bersama. Adik dibawa oleh seorang warga, sedangkan kakak menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit karena penyakit demam dan 'angin duduk'.

Penasaran dengan kisah mengharukan ini? Yuk simak kisah selengkapnya di sini Baca di sini  (Ism)

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res

Ayo berbagi traffic di sini!

1 dari 3 halaman

Kesediah Adi si Yatim

Dream - Betapa malangnya nasib yang menimpa Adi, bocah yang baru besusia 1 tahun itu telah ditinggalkan kedua orangtuanya. Ibu tercinta telah meninggal saat melahirkan Adi, sedangkan Ayah tewas tertimpa bebatuan saat terjadi gempa saat bekerja.

Sejak itu Adi dirawat oleh sang paman. Hari demi hari Adi lewati dengan kepedihan. Paman dan istrinya hidup dalam keterbatasan ekonomi. Istri si paman sangat membenci Adi karena dinilai semakin menyusahkan kehidupan keluarga.

Setiap hari Adi membantu paman mengambil kayu di hutan. Di usia yang terbilang dini, Adi harus menghadapinya dengan rutinitas pekerjaan yang menguras tenaga. Mulai dari memotong kayu, menggendong potongan kayu hingga berkebun. Semua itu Adi lakukan tanpa penolakan.

Suatu hari paman mengalami sakit akibat terlalu banyak bekerja. Sampai akhirnya meninggal. Si bibi mengaku bahwa suaminya digigit harimau. Ternyata, si bibi yang menghabisi nyawa sang paman. Penasaran dengan kisah Adi? Yuk simak kisah selengkapnya Baca di sini  (Ism)

2 dari 3 halaman

Ngamen Rp 600 Juta untuk si Yatim

Dream - Bocah asal Inggris, Madison Glinski, berhasil mengumpulkan dana 32.520 pounsterling atau sekitar Rp 629 juta untuk disumbangkan kepada anak-anak terlantar yang ditampung di Hospice South West.

Dikutip Dream dari Daily Mail, Rabu 10 Desember 2014, uang tersebut dikumpulkan oleh gadis sepuluh tahun itu dengan cara mengamen di jalanan selama delapan bulan. Madison bermain biola di Jalan St Ives dan Turo, Cornwall, Inggris.

Awalnya, Madison hanya menargetkan mendapat 500 poundsterling atau sekitar Rp 10 juta saja. Namun karena penampilannya memukau pengguna jalan, dana yang dia galang jauh melampaui target itu.

Aksi sosial ini mulai mengamen di pinggir jalan awal tahun ini. Banyak orang kagum dengan permainan Madison. Mereka duduk sambil menikmati permainan biola gadis yang belajar biola sejak usia empat tahun itu. Sehingga banyak pula orang yang memberikan sumbangan.

Tak hanya bermain biola. Madison juga melelang mainan miliknya, juga untuk disumbangkan kepada anak-anak kurang mampu di panti asuhan tersebut.

3 dari 3 halaman

Ibu Dimabuk Cinta, Anak Kelaparan

Dream - Perilaku ibu muda ini tidak patut dicontoh. Wanita asal Adelaide, Australia, ini tak mengurus anaknya yang masih balita hingga kelaparan. Perempuan 24 tahun ini tengah mabuk cinta bersama sang kekasih baru dan memilih menelantarkan sang anak yang baru berusia 4 tahun.

Perempuan itu pun ditangkap oleh polisi dan diseret ke pengadilan. “ Aku sudah kacau, aku sudah melakukan hal yang salah. Aku tahu aku tidak seharusnya memikirkan kekasihku sebelum anak saya,” kata perempuan itu, sebagaimana dikutip Dream dari 9News, Jumat 31 Oktober 2014.

“ Aku tidak berkumpul dengan anakku seperti yang seharusnya, karena aku terlalu sibuk berhubungan dengan pasanganku,” tambah perempuan yang tidak disebutkan identitasnya tersebut. Vonis atas perempuan ini akan dibacakan Desember mendatang.

Polisi menemukan balita malang itu tanpa sengaja pada tahun lalu. Semula, polisi datang ke rumah perempuan ini atas laporan penganiayaan. Rupanya sang ibu melapor telah dianiaya kekasihnya hingga keguguran. Namun saat di rumah itu, polisi menemukan kejanggalan dan akhirnya menemukan bocah lelaki malang itu.

Saat ditemukan, kondisi bocah yang tidak disebutkan namanya itu sungguh memprihatinkan. Meski usianya sudah empat tahun, berat badannya hanya 8,3 kilogram saja. Kondisinya benar-benar lemas karena dehidrasi akut. Sejak dibebaskan tahun lalu, hingga kini sang bocah masih dalam perawatan dokter.

Tak hanya dalam kelaparan parah. Anak ini juga mengalami kelainan perilaku karena terlalu lama dikurung dalam kamar. Sesekali memukul kepalanya sendiri. Sulit berkomunikasi dengan orang lain. Dan bahkan tidak bisa menggunakan kloset untuk buang air, karena selama ini sang ibu tidak mempedulikannya.

Tak disebutkan berapa lama anak ini berada dikunci dalam kamar. Yang jelas, dari foto-foto yang dimuat 9News itu terlihat kamarnya sangat berantakan. Barang-barang berserakan di lantai. Tisu-tisu kloset, popok kotor, dan piring juga menggunung. Saat menyelamatkan bocah itu, polisi harus berjalan melalui ‘lautan sampah` di dalam kamar itu.

Sang ibu bahkan hampir tak pernah membelai sang anak. Untuk memberi makanan saja, sang ibu hanya mengulurkannya melalui sela-sela antara pintu dengan lantai. Makanan yang diberikan sang ibu melulu berupa yoghurt, puding, atau jelly. Padahal foto-foto dalam akun Facebook, sang ibu kerap berpesta dan menyantap makanan lezat. Benar-benar miris. (Ism)

 

 

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo