Pemkot Padang Ruqyah Pelaku LGBT untuk Penyembuhan

Reporter : Sugiono
Sabtu, 15 Desember 2018 10:00
Pemkot Padang Ruqyah Pelaku LGBT untuk Penyembuhan
Fenomena LGBT dipercaya sebagai perilaku menyimpang atau penyakit jiwa yang disebabkan karena kerasukan jin.

Dream - Pemerintah Kota Padang mempunyai cara unik untuk 'mengobati' para pelaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Pemerintah Ibukota Provinsi Sumatera Barat itu melakukan ruqyah untuk menyembuhkan para pelaku LGBT tersebut.

Dikutip dari Nextshark.com, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, bersama sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam sepakat menjalankan ruqyah bagi pelaku LGBT.

Menurut pemahaman Mahyeldi dan para tokoh ormas Islam, fenomena LGBT merupakan perilaku menyimpang atau gangguan jiwa yang disebabkan karena kerasukan jin.

Gangguan jiwa itulah yang mendorong para pelaku LGBT untuk melakukan tindakan amoral yang meresahkan masyarakat Kota Padang yang religius.

Sebelumnya, sebanyak 18 pasangan LGBT ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang. Mereka akan menjalani rehabilitasi dengan cara diruqyah.

1 dari 2 halaman

Kerasukan Jin

Ruqyah itu dilakukan untuk mengusir jin perempuan jahat yang bersemayam di tubuh para pelaku LGBT tersebut.

" Jika setelah diruqyah (pasien) bereaksi, itu berarti ada jin dalam tubuhnya. Reaksinya kadang-kadang pusing, kadang-kadang mual, dan kadang-kadang mungkin bertingkah seperti bencong," ujar Aris Fathoni, ahli ruqyah yang berpengalaman selama 15 tahun.

Setelah dilakukan ruqyah, mereka akan dikembalikan ke rumah masing-masing dengan pengawasan Dinas Sosial.

Untuk meruqyah para pelaku LGBT di Kota Padang, sejumlah ormas ikut berpartisipasi dengan menyediakan ahli ruqyah.

" Kami sudah menyediakan beberapa ahli ruqyah untuk kegiatan ini," kata Lucky Abdul Hayyi, dari Majelis Mujahidin.

Lucky mengatakan laki-laki yang menjadi penyka sesama jenis atau transgender biasanya kerasukan jin perempuan. Ini yang sering dia jumpai pada pelaku LGBT.

2 dari 2 halaman

Disorot Dunia

Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) memasukkan homoseksualitas, biseksualitas, dan transgenderisme ke dalam kelompok gangguan jiwa. Pengelompokan tersebut mendapat kritik dari Asosiasi Psikiatri Amerika Serikat.

Sementara dari sisi medis, Dr Ryu Hasan, seorang ahli saraf, mengatakan bahwa orientasi seksual seseorang dikodekan di otak masing-masing individu.

" Pada dasarnya, manusia bisa menjadi o‌mnise‌xual. Jadi ada laki-laki yang feminin, tetapi mereka hete‌rose‌xual. Lalu ada pria yang macho, tetapi mereka adalah ho‌mos‌ex‌ual," katanya.

Sumber: Nextshark.com

Beri Komentar