Pemuda AS Ini Temukan Kebenaran Islam Saat Sambangi Masjid

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 4 September 2014 06:00
Pemuda AS Ini Temukan Kebenaran Islam Saat Sambangi Masjid
Kebetulan kantor Jason satu deret dengan sebuah masjid. Dia pun berpikir inilah saatnya mempelajari Islam untuk program hubungan antarkeyakinannya.

Dream - Jason Cruz memeluk Islam sejak 2006 lalu. Perkenalannya dengan Islam diawali saat dia pindah ke Arizona. Sejak usia 15 tahun, Jason sudah mengenal kehidupan malam di New York.

Setelah lulus sekolah menengah atas, Jason kemudian kuliah meski akhirnya drop out. Kehidupannya semakin kacau setelah keluarganya memutuskan pindah ke Arizona.

Jason merasa jatuh dalam lingkungan yang lebih buruk saat keluarganya masih di New York. Gaya hidupnya yang buruk terus berlanjut hingga akhirnya dia merasa trauma. Teman-temannya banyak yang meninggal karena narkoba dan dia sendiri menjadi korban penusukan.

Jason terkenang tentang saat itu bahwa di mana dan bagaimana pun manusia, jika Allah sudah berkehendak maka hidayah-Nya akan datang. Beberapa tahun kemudian, Jason akhirnya bebas dari narkoba. Jason merasa proses pembebasan ia dari narkoba adalah proses membangun hubungan dengan 'kekuatan yang lebih besar'.

Pencariannya terhadap kekuatan Tuhan mulai berjalan. Namun untuk beberapa waktu proses tersebut tidak membuahkan hasil. Meski begitu, dia merasa bersyukur bisa menjauh dari narkoba selama proses pencariannya itu dan dia menganggap itu sebagai ‘cubitan’ dari Allah.

Jason akhirnya mendapat tawaran belajar di sekolah untuk program hubungan antarkeyakinan. Tugas pertamanya adalah mengunjungi area Phoenix Metro dan mempelajari perbedaan keyakinan di sana.

Kebetulan kantor Jason satu deret dengan sebuah masjid. Dia pun berpikir inilah saatnya mempelajari Islam untuk program hubungan antarkeyakinannya. Dia kemudian pergi ke Masjid Tempe, Arizona, dan bertemu dengan beberapa imam.

Jason juga sudah mulai belajar Islam secara mandiri untuk program antarkeyakinannya. Tak disangka, ia merasa tersentuh dengan apa yang dipelajarinya. Sekali lagi pergi ke masjid, ia bertemu dengan imam bernama Ahmad Al Akoum.

Direktur Muslim American Society itu kebetulan sedang membuka kelas pengenalan Islam bagi siapa pun yang ingin mempelajarinya. Selama menghadiri kelas tersebut, Jason mulai melihat kebenaran Islam.

Tak lama kemudian, dengan hidayah Allah, Jason akhirnya menyatakan syahadat di Masjid Tempe dengan didampingi dua orang saksi. Sejak menjadi mualaf, kehidupan Jason berubah drastis. Ia sering ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan pengajian.

Hasilnya, Jason bisa menjadi manajer sebuah program pencegahan penyalahgunaan alkohol dan narkoba serta HIV. Jason juga berharap, dengan dukungan Allah, dia bisa pergi ke Tanah Suci untuk mendalami Islam dengan belajar Fiqh agar bisa berguna bagi umat.

(Sumber: Onislam.net)

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya